Beranda / Featured / 290 Juta Dana Bumdes Sei Nangka Diduga Tidak Tepat Sasaran

290 Juta Dana Bumdes Sei Nangka Diduga Tidak Tepat Sasaran

Badan Usahan Milik Desa Sei Nangka Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan di duga tak tepat sasaran, pasalnya dari tahun 2015 sampai 2018 dana desa yang dikucurkan ke BUMDes Se nilai 290 jutaan menjadi sorotan.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Asahan menyurati Kecamatan Sei Kepayang Barat perihal adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri nomor 356/2595/BPD tanggal 16 Juni 2020 tentang Dugaan Penyelewengan BUMDes dan Dana Desa Tahun 2016-2019 meminta pengurus BUMDes bersama Kepala Desa sei nangka untuk melakukan klarifikasi.

Senin pagi (29/06/2020) PMD Kabupaten Asahan melakukan pemanggilan Pengurus BUMDes di aula kantor kepala desa sei nangka Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan.

Sejak 2015 BUMDes Sei Nangka memiliki unit simpan pinjam namun banyak peminjam tidak mengembalikan.

” Peminjam banyak yang tidak mengembalikan jadi uangnya sama mereka” pungkas Ketua BUMDes Yusniar

Nedi Panjaitan sebagai tokoh pemuda menduga adanya keuntungan pribadi oleh pihak pengurus BUMDes bukan untuk menambah Pendapatan Asli Desa karena pada tahun 2019 tidak ada lagi dana yang masuk ke BUMDes namun ditahun yang sama pengurus masih memberikan pinjaman kepada warga.

” kita heran, sudah tidak dikembalikan tapi pengurus terus memberikan pinjaman kepada warga, kenapa unit simpan pinjam tidak distop dulu sembari masalah awal selesai, kalau tetap disalurkan inikan namanya memperbesar masalah, kita juga kecewa kerna kita ingin melihat ADRT BUMDes mereka mempersulit kita yang ingin melihatnya.

Kita menilai Pemerintah Desa Sei Nangka juga tidak memahami isi pasal 14 Permendes no. 14 tahun 2015 bahwa pengurus BUMDes minimal dengan tamatan SMA sederajat, karna kita ketahui ketua BUMDes Sei Nangka tamatan SMP, pungkas Nedi.

Baca Juga

deras.co.id

Masjid Hagia Sophia Jadi Cahaya Terang, UNESCO dan Negara-negara Dunia Berang

Diresmikannya Hagia Sophia menjadi masjid oleh Pemerintah Turki membuat sejumlah pihak meradang. Setelah sejumlah negara …