Tuesday , August 11 2020
Beranda / Featured / Mulai Hari ini 1 Juli, Pemko Medan Tidak lagi Menanggung Biaya Pengobatan Pasien Covid-19, Selain Warga Medan

Mulai Hari ini 1 Juli, Pemko Medan Tidak lagi Menanggung Biaya Pengobatan Pasien Covid-19, Selain Warga Medan

Medan – Mulai tanggal 1 Juli 2020 hari ini, Pemko Medan tidak akan menanggung biaya pengobatan, perawatan, serta pemakaman pasien Covid-19, apabila pasien tersebut tidak tercatat sebagai warga Medan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution usai menghadiri peringatan hari Jadi kota Medan ke 430 (1 juli 1590-1 Juli 2020, di Gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 1, Petisah Tengah, Selasa (30/6/2020).

Akhyar mengakui selama ini pasien Covid-19 yang berstatus bukan warga Medan namun dirawat di Medan memang ditanggung biayanya oleh Pemko Medan, namun dikarenakan semakin bertambahnya angka positif Covid-19 yang bukan warga Medan, pihaknya akan membebankan biaya tersebut ke Pemda masing-masing.

“Memang selama ini biaya tersebut kita atasi, tapi kalau lama-kelamaan karena pandemi ini Pemko Medan tidak sanggup. Maka kami Pemko Medan telah berkirim surat kepada kepala daerah yang ada di Sumut atau siapapun bahwa per tanggal 1 Juli nanti itu biayanya ditanggung oleh masing-masing,” katanya.

Ia mengatakan besarnya biaya yang dikeluarkan, membuat Pemda masing-masing harus turut ambil bagian dengan menanggung biaya warganya.

“Pemko Medan hanya menanggung untuk warga Kota Medan saja, yang bukan warga Kota Medan ditanggung masing-masing (Pemda),” ucapnya.

Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring yang juga Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Medan, mengungkapkan tercatat sebanyak 172 orang telah dimakamkan di pemakaman khusus korban Covid-19 di Simalingkar B, dan 85 di antaranya bukan warga Medan.

“Hingga saat ini yang dimakamkan di Pemakaman khusus Simalingkar B berjumlah 172 orang dan dari Medan sebanyak 87 orang, selebihnya dari luar kota Medan,” katanya.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa setiap satu kali penguburan pemko Medan dibebankan biaya hingga Rp. 5 juta. Jika dikalkulasikan hingga saat ini pemko Medan telah mengeluarkan anggaran untuk penguburan jenazah Covid-19 sebesar Rp. 860 juta.

UPT Puskesmas Padang Bulan dan Puskesmas Tuntungan telah beroperasi kembali pascaditutup sementara akibat pegawainya terkena virus corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan menyebutkan bahwa pembukaan tersebut sejak Senin (29/6/2020).

“Puskesmas Padang Bulan dan Puskesmas Tuntungan sudah mulai beroperasi secara normal sejak semalam,” tuturnya, Selasa (30/6/2020).

Untuk Puskesmas Medan Area Selatan dijelaskan Mardohar akan dibuka pada 3 Juli 2020 mendatang.

“Untuk yang di Puskesmas Medan Area Selatan dibuka hari Jumat ini karena itu sudah dua minggu dikarantina,” tuturnya.

Amatan Tribun, di Puskesmas Padang Bulan, para pegawai sudah menggunakan baju alat pelindung diri (APD) lengkap bahkan di pintu depan.

Terlihat para warga yang hendak masuk ke dalam puskesmas harus dicek suhu tubuhnya oleh petugas dan harus mencuci tangannya.

Sebelumnya dikabarkan UPT Puskesmas Medan Area Selatan ditutup sementara pascaditetapkannya 5 petugas medis dinyatakan positif Covid19.

Total ada 6 puskessmas di Kota Medan yang sempat ditutup sementara yaitu Puskesmas Padang Bulan, Puskesmas Tuntungan, Puskesmas PB Selayang II, Puskesmas Kota Matsum dan Puskesmas Sunggal yang telah dibuka kembali.

13 Kasus Baru Covid-19

Kasus baru pasien positif Covid-19 di Sumut hari ini, Senin (29/6/2020), tak mengalami kenaikan signifikan.

Tercatat ada 13 kasus baru Covid-19 dalam kurun 24 jam terakhir.

Namun, jumlah pasien aktif Covid-19 yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit di wilayah Sumatera Utara sudah menembus angka seribu pasien, tepatnya di angka 1.005 pasien hingga Senin pukul 16.00 WIB.

Sehari sebelumnya, jumlah pasien aktif Covid-19 berjumlah 992 orang.

Whiko menjelaskan bahwa pasien Covid-19 aktif adalah penderita Covid-19 total dikurangi pasien meninggal dan sembuh.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut Mayor Kes dr Whiko Irwan menerangkan bahwa total pasien terpapar virus Corona berjumlah 1.480 orang di Sumut.

“Update data COVID-19 di Provinsi Sumatera Utara hingga 29 Juni 2020, pasien Positif Metode PCR berjumlah 1480 orang,” ungkapnya saat konferensi pers, Senin.

Sementara pasien sembuh dan meninggal dunia hari ini tidak ada mengalami penambahan di Sumut.

“Pasien meninggal dunia akibat positif virus corona 92 orang. Sementara pasien sembuh total menjadi 383 orang,” tutur Whiko.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak mengalami penambahan 26 orang dalam sehari.

“Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 228 Orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 1.071 orang,” ungkap Whiko.

Ia menyebutkan penyebab dari melonjaknya angka ini disebabkan masifnya pemeriksaan yang dilakukan pihaknya.

“Kita dapatkan beberapa kali melonjaknya angka kasus positif Covid-19 di Sumatera Utara yang ada saat ini. Hal ini salah satunya karena masifnya pemeriksaan swab PCR dan rapid test yang dilakukan Gugus Tugas di Sumatera Utara. Yang dilakukan baik di rumah maupun di lokasi lainnya,” tuturnya.

Whiko membeberkan masifnya pemeriksaan ini sebagai cara menuju tatanan hidup baru (new normal life) yang akan direalisasi di seluruh kabupaten/kota di Sumut.

“Hal ini sebagai salah satu syarat formal yang akan dipenuhi yang di antaranya transmisi Covid19 dan kemampuan sistem kesehatan dalam mengidentifikasi dan mengisolasi para penderita Covid19. Pemerintahan provinsi Sumatera Utara ekstra hati-hati menetapkan kebijakan new normal setelah mendapatkan masukan dari para pakar dan akademisi,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa penambahan pasien terpapar virus corona masih terus terjadi di Sumut, untuk itu ia meminta agar masyarakat tetap patuh mengikuti protokol kesehatan.

Update Data Nasional

Pemerintah menyatakan bahwa hingga saat ini penularan virus corona masih terjadi di masyarakat.

Akibatnya, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Senin (29/6/2020) sore.

Berdasarkan data yang masuk hingga Senin pukul 12.00 WIB, diketahui ada 1.082 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan kini ada 55.092 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

“Berdasarkan pemeriksaan spesimen hari ini, maka kami mendapatkan kasus konfirmasi positif 1.082 orang, sehingga total konfirmasi positif 55.092 orang” ujar Yurianto.

Pembaruan kasus baru Covid-19 ini berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 11.783 spesimen dalam sehari.

Adapun, total spesimen yang sudah diperiksa hari ini adalah 782.383 spesimen dari 465.683 orang.

Ini berarti satu orang bisa diambil lebih dari satu spesimen sebagai sampel. Berdasarkan sebaran kasus baru, penambahan pasien Covid-19 diketahui tersebar di 21 provinsi.

Masih ada lima provinsi yang mencatat kasus baru dalam jumlah tinggi.

Penambahan terbanyak dicatat Jawa Timur dengan 297 kasus baru. Berikutnya, Jawa Tengah mencatat 198 kasus baru.

Berikutnya, Sulawesi Selatan dengan 188 kasus baru, DKI Jakarta mencatat 125 kasus baru, dan Kalimantan Tengah dengan 47 kasus baru.

Berdasarkan data yang sama, diketahui bahwa saat ini ada penambahan 864 pasien Covid-19 yang sembuh.

Mereka dinyatakan sembuh setelah tes polymerase chain reaction (PCR) yang dilakukan hingga dua kali memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Dengan demikian, total ada 23.800 pasien Covid-19 yang kini sudah dianggap sembuh setelah tak lagi terinfeksi virus corona.

Akan tetapi, masih ada kabar duka yang disampaikan Yurianto dengan masih adanya pasien yang meninggal setelah sempat terpapar Covid-19.

Ada 51 pasien Covid-19 yang tutup usia dalam sehari, untuk periode 28 – 29 Juni 2020.

“Sehingga totalnya ada 2.805 orang,” kata Achmad Yurianto.

Data PDP dan ODP

Kasus Covid-19 saat ini sudah tercatat di semua provinsi atau 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Secara khusus, ada 448 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak penularan virus corona.

Selain jumlah kasus positif, pemerintah juga mengungkap jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).

Saat ini, ada 13.335 orang yang berstatus PDP dan 41.606 orang berstatus ODP.

Tribunnews

 

 

Baca Juga

deras.co.id

Peringati Hakteknas, Pemerintah Luncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020-2045

Jakarta, Pemerintah Indonesia menerbitkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Kecerdasan Buatan, Artificial Intelligence) bertepatan dengan Hari …