Tuesday , August 11 2020
Beranda / Ekonomi / Harga Emas Meroket, Cocok Untuk Berinvestasi Emas, Harga Emas Hari Ini Sudah Tembus Rp 936.000/gram

Harga Emas Meroket, Cocok Untuk Berinvestasi Emas, Harga Emas Hari Ini Sudah Tembus Rp 936.000/gram

Jakarta – Harga emas Pegadaian khusus batangan 1 gram cetakan Antam hari ini, Kamis (2/7/2020) naik 0,11% atau Rp 1.000 pada Rp 936.000/gram dari harga sebelumnya.

Sementara untuk harga emas ukuran 100 gram di Pegadaian hari ini juga mengalami kenaikan yang sebesar 0,11% berada di Rp 89,802 juta dari harga sebelumnya Rp 89,699 juta per batang.

Adapun khusus harga 0,5 gram emas  hari ini Kamis (2/7/2020) naik Rp 1.000 alias seceng ke Rp 502.000 dari harga sebelumnya di Rp 501.000 pada hari Rabu kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas cetakan Antam di Pegadaian hari ini juga naik seceng, ditetapkan pada Rp 917.000/gram, dari posisi kemarin Rp 916.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Pegadaian jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Pembelian logam mulia ini dapat dilakukan dengan cara tunai (cash), kredit dan arisan di Gerai Pegadaian. Harga hampir sama dengan pasaran, hanya saja pegadaian memberikan harga pembelian kembali (buyback) yang lebih tinggi dari pasaran.

Harga Emas Pegadaian 2 Juli 2020

Emas PegadaianFoto: Pegadaian
Emas Pegadaian

Selain memanfaatkan emas Antam, tabungan emas di Pegadaian juga menggunakan emas cetakan PT UBS.

Kenaikan harga emas Pegadaian tersebut seiring dengan reli harga emas dunia di pasar spot di tengah meningkatnya kekhawatiran yang ditimbulkan oleh penyebaran virus corona (Covid-19) terhadap pertumbuhan ekonomi global termasuk Indonesia yang dapat berujung pada resesi.

Dalam rilis tersebut, IMF memprediksi perekonomian global di tahun ini akan berkontraksi atau minus 4,9% lebih dalam ketimbang proyeksi yang diberikan pada bulan April lalu minus 3%. Itu artinya, resesi perekonomian global di tahun ini bisa semakin dalam.

Sentimen positif harga emas juga didukung oleh rencana stimulus besar-besaran sejumlah negara dan pelonggaran moneter lebih lanjut oleh beberapa bank sentral di seluruh dunia.

Langkah-langkah stimulus besar-besaran inilah yang cenderung mendukung harga emas karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Emas adalah investasi yang menarik selama periode ketidakpastian politik dan ekonomi.

 

Baca Juga

deras.co.id

Peringati Hakteknas, Pemerintah Luncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020-2045

Jakarta, Pemerintah Indonesia menerbitkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Kecerdasan Buatan, Artificial Intelligence) bertepatan dengan Hari …