Tuesday , August 11 2020
Beranda / Ekonomi / Lagi-lagi Si Mata Cipit! Pabrik Bauksit di Bintan Pekerjakan 1800 TKA Cina, Ustadz Tengku: Seng Seneng Sopo…?
deras.co.id

Lagi-lagi Si Mata Cipit! Pabrik Bauksit di Bintan Pekerjakan 1800 TKA Cina, Ustadz Tengku: Seng Seneng Sopo…?

Batam – Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Mentri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Edy Probowo melakukan rapat kerja dengan stakeholder terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (2/7) di Batam.

Rapat membahas langkah strategis dalam meningkatkan ekonomi di daerah kepulauan ini pasca pendemi. Strategi untuk mendukung perekonomian juga digali dari Investasi Industri serta sektor kelautan dan perikanan.

Menko Luhut mengatakan, beberapa poin penting dibahas dalam rapat untuk mendukung rencana proyek pengolahan biji bauksit menjadi Alumina di Kabupaten Bintan, Kepri yang akan menyerap sekitar 20.000 pekerja. Rencananya perusahaan itu, sacara resmi beroperasi sekitar Januari 2021.

“Di Bintan ada pembangunan proyek pengolahan biji Bauksit menjadi Alumina serta produk turunanya untuk dijadikan bahan industri. Akan ditempatkan sekitar 10 persen tenaga kerja asing (TKA) yang berasal dari Tiongkok, karena memang investasinya dari sana,” kata dia, usai rapat di Batam.

Perusahaan tersebut, kata Luhut, tengah menyiapkan jaringan listrik dan alat produksi, sekitar 5.000 pekerja telah disiagakan, 1.800 orang TKA asal Cina tengah dipersiapkan untuk datang dari negaranya. Penyerapan sekitar 20.000 tenaga kerja akan berlangsung hingga akhir tahun 2020.

“Pada tahap awal sekitar 3.200 orang tenaga kerja lokal akan mengisi beberapa posisi strategis dalam pengolahan biji Bauksit itu, transfer pengetahuan teknologi dari TKA juga akan dilakukan di tengah produksi berjalan. Pekerja asing akan ditempatkan secara sementara, pada bagian teknis produksi,” terangnya.

Diakui Luhut, sekitar 90 persen pekerja teknis berasal dari TKA lantaran dalam investasi yang memproduksi biji bauksit menjadi Alumina ini akan membutuhkan tenaga listrik sebesar 2.800 mega watt. Tegangan listrik sebesar itu harus diproduksi secara mandiri yang akan dibidani oleh teknisi asing.

Plt Gubernur Kepri Isdianto menyambut baik pembangunan pabrik pengolahan biji bauksit di Bintan. Menurutnya, ini menjadi bagian proyek strategis pemerintah yang akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Untuk itu, ia meminta, kepada perusahaan agar lebih memperhatikan pekerja lokal dari daerah setempat.

“Dalam hal ini, Pemprov Kepri berupaya memberikan pelayanan terbaik, dalam segi pemanfaatan lahan juga akan memperhatikan ketentuan yang berlaku. Masyarakat sekitar lokasi eksploitasi tentu mendapatkan manfaat dari keberadaan proyek tersebut,” tuturnya.

[Gatra]

Wasekjen MUI Ustadz Tengku Zulkarnain di akun twitternya menaggapi kabar ini dengan mempertanyakan “Seng Seneng Sopo?”, yang gembira siapa dengan kedatangan TKA China?

 

Baca Juga

deras.co.id

Peringati Hakteknas, Pemerintah Luncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020-2045

Jakarta, Pemerintah Indonesia menerbitkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Kecerdasan Buatan, Artificial Intelligence) bertepatan dengan Hari …