Friday , November 27 2020
Beranda / Berita / Bill Gates Yakin ‘Vaksin Dosis Tunggal’ Tak Akan Bisa Atasi Corona
Bill Gates(Foto: Reuters)

Bill Gates Yakin ‘Vaksin Dosis Tunggal’ Tak Akan Bisa Atasi Corona

S

alah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, menegaskan vaksin coronavirus yang efektif mesti membutuhkan setidaknya beberapa dosis, jadi tidak dosis tunggal.

“Tidak ada di antara vaksin-vaksin itu, di titik ini, bakal bekerja dengan sebuah dosis tunggal. Itu harapan dulu saat masih fase sangat awal,” ujar sang pendiri Microsoft dalam wawancara dengan televisi CBS, dilansir Minggu (26/7/2020).

Yayasan Bill & Melinda Gates telah berkomitmen menggelontorkan dana lebih dari US$ 250 juta untuk melawan Covid-19, salah satunya diwujudkan dengan pembuatan vaksin.

Yayasan amal ini langsung meningkatkan kontribusi dananya setelah Gates mengkritik keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Jika apa yang Anda coba lakukan adalah memblokir semua transmisi, maka Anda perlu mendapatkan cakupan 70 hingga 80 persen secara global. Jadi itu angka yang luar biasa besar,” katanya. Gates mengatakan kepada CBS News bahwa vaksin coronavirus membutuhkan upaya global, upaya bersama untuk mencegahnya.

Gates juga meyakinkan bahwa Food and Drug Administration atau Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) akan dengan cermat memeriksa keamanan vaksin tersebut sebelum akhirnya nanti beredar.

“FDA, tidak ditekan [independen], akan terlihat keras pada [keputusannya soal pengawasan obat] itu,” kata Gates tentang kemungkinan efek samping yang nanti bisa berpotensi muncul.

“FDA adalah standar emas untuk regulator, dan panduan mereka saat ini mengenai hal ini [pemeriksaan obat dengan ketat]- jika mereka tetap dengan itu – sangat tepat,” kata salah satu orang terkaya di dunia itu.

Komentar Gates datang setelah pengembang vaksin coronavirus memperingatkan pada bulan lalu bahwa vaksin yang ditunggu-tunggu mungkin tidak memberikan kekebalan penuh setelah hanya satu dosis, perlu tambahan dosis lagi.

Pada saat itu, Barry Bloom, ahli imunologi dan profesor kesehatan masyarakat di Harvard T.H. Chan School of Public Health di Boston mengatakan kepada USA Today, bahwa hampir semua perusahaan pengembang vaksin mempertimbangkan perlunya dua suntikan dalam rejimen vaksin mereka.

Suntikan pertama dalam seri ini akan menciptakan “sistem kekebalan yang prima” untuk membantu tubuh mengenali virus, diikuti oleh suntikan kedua untuk “memperkuat respons kekebalan,” menurut laporan itu.

“Setelah dosis pertama vaksin, sistem kekebalan tubuh mengembangkan antibodi dan sel-sel kekebalan tubuh dalam waktu sekitar 14 hari, kata L. J. Tan, Kepala Staf Strategi dengan Koalisi Aksi Imunisasi (Immunization Action Coalition). Tan juga menjabat Ketua Bersama KTT Imunisasi Dewasa Nasional dan KTT Vaksin Influenza Nasional (National Adult Immunization Summit and National Influenza Vaccine Summit).

Tan memperkirakan bahwa setiap vaksin Covid-19 yang membutuhkan dua dosis kemungkinan besar akan diberikan dalam periode satu atau dua bulan terpisah.

Vaksin Moderna, misalnya, memiliki jadwal vaksinasi dua dosis, melalui suntikan di lengan atas, diberikan terpisah 28 hari.

Hasil terbaru “menegaskan kembali data sementara positif” seperti yang diumumkan pada Mei oleh perusahaan tersebut. Hasil itu menunjukkan respons kekebalan yang cepat dan kuat yang diinduksi vaksin terhadap virus SARS-CoV-2.

Sumber: cnbcindonesia.com

Baca Juga

deras.co.id

Peringati HUT ke-49 Tahun, KORPRI Asahan Gelar Gowes & Donor Darah

Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang jatuh …