Monday , October 26 2020
Beranda / Featured / Modal Nikah Nabi Musa, Bukan Pinjam Tapi Kerja
deras.co.id

Modal Nikah Nabi Musa, Bukan Pinjam Tapi Kerja

Bukan Pinjam Tapi Kerja

Waktu Nabi Musa hendak menikahi putri Nabi Syu’aib, Beliau terkenadala masalah mahar.

Saat itu tak sepeserpun uang dikantongnya. Sudah bisa selamat dari kejaran tentara Firaun saja sudah untung banget. Boro-boro bawa duit buat nikah.

Nabi Syu’aib tau betul bahwa Nabi Musa itu tongpes alias kantong kempes tak punya uang. Tapi mahar tetap mahar yang harus dibayarkan.

Solusinya ternyata bukan menggratiskan mahar. Saya tidak tau apakah syaria’ah yang berlalu pada masa itu memang tidak boleh gratis atau tidak. Kalau di syari’at Nabu Muhammad sih bisa cincay.

Tapi yang saya lihat hikmahnya, biar bagaimanapun Nabi Musa tidak terinjak harga dirinya. Nikahnya bukan belas kasihan mertua. Nabi Musa tetap bayar mahar, meskipun dicicil.

Mencicilnya pun pasti, yaitu dengan cara kerja, peras keringat, banting tulang. Kalau duit memang tidak punya, tapi modal yang lain dia punya, yaitu fisiknya kuat dan mentalnya jujur terpercaya.

“Sesungguhnya sebaik-baik orang yang anda pekerjakan adalah orang yang kuat dan amanah (terpercaya)”. (QS. Al-Qashash : 26)

Bagi Nabi Syu’aib, jelas sekali keuntungannya, yaitu dapat tambahan human resources yang handal, kuat fisiknya, tipe pekerja, rajin, kerjanya getol. Plus orangnya jujur, amanah, bisa dipercaya.

Buat Nabi Musa juga jelas kedudukannya di depan mertua tidak ditindas dan dikecilkan. Keberadaannya disitu bukan benalu tidak berguna. Bukan cuma nebeng numpang hidup. Dia punya jati diri, peran dan harga diri.

Tapi suksenya Nabi Musa bisal deal kayak gitu di depan Nabi Syu’aib juga tidal terlepas dari peran orang dalam, yang memberi sinyal positif dan saran efektif kepada sang mertua.

Orang dalam itu siapa lagi kalau bukan putri Nabi Syu’aib sendiri yang mengusulkan rekomendasi. Dia yang bilang ke sang ayah :

salah satunya berkata : Wahai ayahku, jadikanlah dia pekerja (pada kita).

Pelajaran :

Nabi Musa menikah bukan dengan dikasihani, juga bukan dengan pinjem duit. Meski tidak dibayar tunai, namu beliau mencicil dengan kerja keras. Bukan berhutang kesana kemari, bukan minta belas kasihan orang.

Tapi kerja, kerja, kerja. Dan terbukti sebelumnya dia bisa bekerja dengan baik dan mengesankan. Karena itulah dapat rekomendasi.

(Ustadz Ahmad Sarwat)

https://www.youtube.com/watch?v=vSvAw26U9c0

 

Baca Juga

deras.co.id

Gus Nur Jadi Tersangka PAsal Karet UU ITE, PKS: Buruk Bagi Demokrasi

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera, prihatin atas penangkapan dan penahanan Sugi Nur …