Thursday , August 6 2020
Beranda / Featured / Mengenang Pengorbanan Ibrahim dan Ismail
deras.co.id

Mengenang Pengorbanan Ibrahim dan Ismail

Mengenang Pengorbanan Ibrahim dan Ismail

Ibadah Qurban mengingatkan kita tentang sejarah dua anak manusia agung. Ibrahim dan Ismail.

Peristiwa ini diabadikan dengan jelas dalam Al-Qur’an. Bahkan diantara beberapa syariat ibadah haji, bermula dari sejarah dua Nabi yang mulia ini.

Lari-lari kecil antara bukit shafa dan marwa, adalah refleksi pengorbanan Siti Hajar dalam mencari air untuk buah hatinya, Ismail.

Lempar Jumrah, juga merupakan refleksi perlawanan Ibrahim dalam melawan godaan iblis.

Berqurban, membawa dua misi sekaligus secara bersamaan. Pertama, misi vertikal yang berhubungan langsung dengan Allah.

Allah memberikan pahala yang setimpal, bagi siapa saja yang berqurban pada-Nya.

Kedua, misi horizontal, berkaitan dengan kepedulian terhadap sesama khususnya kaum papa dan dhuafa.

Qurban merupakan bentuk ekspresi ketaatan manusia terhadap tuhan-Nya. Allah berfirman, “maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.”[QS  Al Kautsar : 2]

Qurban juga merupakan bentuk ekspresi kepedulian terhadap sesama. Nabi bersabda, “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.”[Al Hadits]

Berqurban juga mengingatkan kita, tentang ujian ketaatan Ibrahim dan Ismail anaknya, dalam menjalankan perintah Allah.

Ibrahim dan Ismail adalah manusia pilihan Allah. Keduanya diberikan, ujian oleh Allah melebihi akal sehat mereka sebagai manusia.

Apa dialog menarik antara ayah (Ibrahim) dan anak (Ismail), ketika Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya. Dialog ini, terekam baik dalam Al-Qur’an, surat [As-Shaffat : 99-113]

Ibrahim : “Wahai anakku, dalam mimpiku, aku diperintahkan Allah untuk menyembelihmu, bagaimana pendapatmu?”

Islamil : “Wahai Bapakku, kerjakan apa yang diperintahkan Allah atasmu, InsyaAllah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Begitulah cara para Nabi dalam menjalankan perintah Allah. Kami dengar, kami laksanakan.

Semoga kita mendapat inspirasi keteladanan, dalam kisah pengorbanan Ibrahim dan Ismail.

Kesalahan kita dalam mempelajari sejarah para Nabi-nabi adalah, kita hanya sebatas mengagumi, tidak sampai pada mengambil hikmah dan mengikuti

oleh : Sumardi

(Kades Siru, Manggarai Barat, NTT)

Tonton video lainnya

 

Baca Juga

deras.co.id

Ekonomi Kuartal I Minus 5 Persen, RI Terancam Resesi?

Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia belum mengalami resesi. Pasalnya Indonesia baru …