Wednesday , January 27 2021
Beranda / Ekonomi / Pertamina Terpuruk: Terdepak dari Daftar Fortune Global 500 di Tahun ini
deras.id

Pertamina Terpuruk: Terdepak dari Daftar Fortune Global 500 di Tahun ini

[DERAS.ID]  Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok  sesumbar dirinya digaji untuk menyelamatkan uang Pertamina.

Faktanya Pertamina smakin terpuruk…

13 Agustus 2020

Pertamina Terdepak dari Daftar Fortune Global 500 di Tahun Ini

Fortune baru saja merilis daftar 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia atau Fortune Global 500 di tahun 2020. PT Pertamina tak masuk dalam daftar Fortune Global 500 pada tahun ini.

Tahun lalu, Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke daftar Fortune Global 500 pada 2019 di peringkat ke-175. Padalah Pertamina menargetkan perseroan dapat masuk ke dalam daftar Top 100 Fortune Global 500 pada 2026.

Rencana itu sempat disampaikan Direktur Perencanaan, Investasi dan Managemen Risiko Pertamina, Heru Setiawan. “Saat ini 175, tahun 2026 kita (menargetkan) jadi top 100,” ujar Heru adalam rapat kerja di DPR Senin 3 Februari 2020 lalu.

Fortune Global 500 adalah ajang tahunan yang dilakukan majalah Fortune sejak tahun 1955. Pemeringkatan dilakukan berdasar 12 indikator ke seluruh perusahaan sedunia, di antaranya besaran pendapatan, jumlah karyawan, hingga kapitalisasi pasar.

500 perusahaan terbesar dunia ini menghasilkan pendapatan US$33,3 triliun dan laba US$2,1 triliun pada tahun 2019. Perusahaan Fortune Global 500 tahun ini mempekerjakan 69,9 juta orang di seluruh dunia dan diwakili oleh 32 negara.

Walmart menjadi perusahaan dengan pendapatan terbesar pada 2019, yakni US$523,96 miliar. Selanjutnya, Sinopec Group US$407 miliar, State Grid US$383,91 miliar, China National Petroleum US$379,13 miliar, dan Royal Dutch Shell US$352,11 miliar.

Sementara itu, perusahaan milik Warren Buffett, Berkshire Hathway berada di posisi 14, turun 2 peringkat dari tahun sebelumnya, dengan total pendapatan US$254,62 miliar.

Adapun, Alibaba Group Holding besutan Jack Ma hanya berada di posisi 132, dengan raihan pendapatan US$73,17 miliar. Perusahaan konsumer raksasa Unilever berada di peringkat 185 dengan pendapatan US$58,18 miliar.

Wilmar International, perusahaan yang didirikan konglomerat Kuok Khoon Hong dan Martua Sitorus, berada di posisi 285, turun 27 peringkat dari tahun sebelumnya, dengan total pendapatan US$42,62 miliar.

https://bisnis.tempo.co/read/1375507/pertamina-terdepak-dari-daftar-fortune-global-500-di-tahun-ini

***

“Gimana aih Hok @basuki_btp kata nya digaji buat menyelamatkan uang Pertamina.. lah ini kok skrg Pertamina Terdepak dari Daftar Fortune Global 500 di Tahun Ini?” ujar netizen @ronavioleta.

 

Baca Juga

Dugaan Ujaran Rasis Ke Natalius Pigai, Ketua Projamin Minta Maaf

Jakarta, Ketua Umum Pro Jokowi Amin (PROJAMIN), Ambroncius Nababan, angkat bicara soal ujaran rasis ke …