Thursday , September 24 2020
Beranda / Featured / BAGI BARAT, TAK BOLEH ADA NEGERI ISLAM YANG KUAT
deras.co.id

BAGI BARAT, TAK BOLEH ADA NEGERI ISLAM YANG KUAT

BAGI BARAT, TAK BOLEH ADA NEGERI ISLAM YANG KUAT

Dalam satu video yang baru-baru ini tersebar ke publik, calon Presiden terkuat Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden mengatakan akan menjatuhkan Presiden Erdogan di Turki jika dia nanti terpilih.
Dia jg bertekad untuk memperkuat oposisi sekuler Turki.
Agaknya, tersebarnya video ini menjadi strategi kampanye Joe Biden menjelang suksesi Pilpres. Biden mencoba menciptakan musuh bersama utk mengkonsolidasikan pendukungnya, sekaligus sbg upaya menarik perhatian kalangan Yahudi.
Terlepas apapun tujuan Joe Biden, apa yang dia ungkapkan ini menunjukkan kemunafikan mereka. Juga menunjukkan fakta bahwa kebangkitan Turki semakin membuat mereka waspada.
Istilahnya, tak boleh ada negara yang kuat yang jika tidak bisa mereka atur dan intervensi. Apalagi jika itu adalah negeri muslim.
Turki sejauh ini terus berusaha mandiri dalam memenuhi kebutuhan alutsista dalam negeri. Berhenti dari ketergantungan dari luar negeri. Dan itulah yang membuat mereka memiliki harga diri.
Maka Erdogan sejauh ini sama sekali tidak merespon pernyataan Joe Biden. Sebab, sudah bukan rahasia lagi dan bukan pertama kali upaya Barat menjatuhkan pemerintah sah di negeri-negeri muslim.
Bagi Erdogan, agar negeri muslim disegani kafirun jawabannya adalah berhenti dari ketergantungan kpd mereka.
Tapi pernyataan Joe Biden semakin menunjukkan karakter kolonialias Amerika Serikat.
Sekaligus, menunjukkan rasa frustasi mereka melihat kebangkitan Turki yang semakin eksis di kawasan.
Pernyataan Joe Biden hanya direspon bawahan Erdogan seperti jubir Erdogan, Ibrahim Kalin. Dia mengatakan, era Amerika Serikat dengan seenaknya mengintervensi Turki sudah berakhir.
Bagi kita sbg muslim, ini menunjukkan satu hal, bahwa bagi kafirun tak boleh ada negeri Islam yang kuat. Tapi tentu saja, itu hanya harapan kosong.
Sebagai contoh, meskipun saat ini Turki sedang menghadapi berbagai plot kejahatan yang ingin melemahkannya. Baik dari dalam maupun luar negeri.
Amerika Serikat dan Perancis melalui bonekanya pemberontak PKK di Tenggara Turki.
Yunani dan Prancis yang ingin mengunci Turki di perairan Mediterania. Rusia, Perancis, Emirat Arab and the gank di Libya. Di Libya, Turki hadir membantu rakyat Libya yang diserang pemberontak pimpinan Khalifa Hafthar yang didukung Rusia, Perancis, Mesir dll.
Tapi faktanya, Turki tidak mundur dan terus maju menghadapi mereka. Bahkan, Turki juga kembali berhadapan dengan Rusia dan Armenia di Azerbaijan.
Di sini, Turki hadir membantu muslim Azerbaijan yang diserang tentara Armenia dg dukungan Rusia.
Turki betul-betul ingin menjadi negara yang tidak bisa ditundukkan kekuatan asing.
Jadi, Joe Biden bukan barang baru dalam konstalasi ini.
Bahkan, rencana jahat Joe Biden ini akan membuat rakyat Turki semakin solid mendukung pemimpin mereka.
(By Teuku Zulkhairi)

Baca Juga

deras.co.id

Memandikan Jenazah Tak Sesuai Syariat, Umat Islam Ultimatum RS Djasemen Saragih Siantar

Menyikapi peristiwa penanganan jenazah yang dilakukan RS. Djasemen Saragih Kota Pematang Siantar yang menimbulkan polemik …