Wednesday , January 27 2021
Beranda / Berita / Indonesia Kecam Keras Charlie Hebdo yang Terbitkan Ulang Karikatur Nabi Muhammad SAW
deras.co.id
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyebut tindakan-tindakan ini provokatif dan melukai hati jutaan umat Muslim di seluruh dunia. (Foto:Kemlu RI)

Indonesia Kecam Keras Charlie Hebdo yang Terbitkan Ulang Karikatur Nabi Muhammad SAW

Jakarta, Indonesia melemparkan kecaman keras atas tindakan perusakan Al Quran di Eropa dan juga penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad oleh tabloid Charlie Hebdo. Indonesia menyatakan, tindakan-tindakan ini provokatif dan melukai hati jutaan umat Muslim di seluruh dunia.

“Beberapa rangkaian tindakan atau aksi pembakaran dan perusakan Al Quran di Swedia dan Denmark, serta publikasi kembali kartun Nabi Muhammad oleh tabloid Charlie Hebdo. Indonesia mengecam keras semua tindakan ini,” ucap Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi.

“Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, provokatif dan telah melukai ratusan juta umat Muslim di dunia,” sambungnya, saat menggelar konferensi pers virtual pada Jumat (4/9/2020).

Baca juga: Presiden Macron Bela Charlie Hebdo: Karikatur Mereka Adalah Kebebasan Pers

Retno menuturkan, semua tindakan ini bertentangan dengan prinsip dan nilai demokrasi dan berpotensi menyebabkan perpecahan antar umat beragama, di tengah dunia memerlukan persatuan untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Sebelumnya diwartakan, majalah satir asal Prancis, Charlie Hebdo, menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad. Pada 2015, penerbitan kartun Nabi ini memicu serangan terhadap kantor majalah yang berbasis di Paris tersebut.

Baca juga: Aksi Bakar & Ludahi Al Quran Di Skandinavia, FPI: Kafir Harbi Jahil Murrokkab, Bukti Kebencian Terhadap Islam

“Gambar-gambar itu milik sejarah, dan sejarah tidak dapat ditulis ulang atau dihapus,” bunyi editorial majalah itu yang menyertai karikatur tersebut.

Sementara itu, aksi pembakaran Al Quran terjadi di Swedia pada pekan lalu, yang memicu kerusuhan besar-besaran. Pembakaran itu dilakukan oleh para pendukung pemimpin Partai Stram Kurs Denmark, Rasmus Paludan, yang memang terkenal memiliki pandangan anti-Islam.

Sumber: sindonews.com

Baca Juga

Dugaan Ujaran Rasis Ke Natalius Pigai, Ketua Projamin Minta Maaf

Jakarta, Ketua Umum Pro Jokowi Amin (PROJAMIN), Ambroncius Nababan, angkat bicara soal ujaran rasis ke …