Thursday , September 24 2020
Beranda / Berita / Gempar, Peserta MTQ yang Mundur Saat Diminta Buka Cadar Ternyata Hafizhah 30 Juz
deras.co.id

Gempar, Peserta MTQ yang Mundur Saat Diminta Buka Cadar Ternyata Hafizhah 30 Juz

Ustadz Tengku Zulkarnain sebelumnya memuji langkah peserta MTQ di Sumatera Utara yang memilih mundur setelah menolak melepaskan cadarnya saat diminta panitia.

Sebagai bentuk apresiasinya, Ustadz Tengku Zulkarnain memberikan hadiah umroh ke tanah suci kepada peserta MTQ tersebut. Perempuan bercadar tersebut rencananya akan diberangkatkan umroh pada tahun depan usai COVID-19.

Terkait pernyataan tersebut, ada netizen yang meragukan Ustadz Tengku Zulkarnain. Melalui akun Twitter-nya, Ustadz Tengku Zulkarnain pun memberi kabar bahwa ia sudah mengontak peserta MTQ tersebut.

“Mereka itu ada 11 orang bersaudara, 9 hafiz 30 juz, 2 lagi sekitar 12 juz,” tuturnya.

Selain hafiz, Muyyassaroh disebut mahir membaca kitab kuning. Abdul mengatakan di keluarga mereka memang dibiasakan diri membaca kitab kuning.

“Sampai sekarang dibudayakan majelis taklim, membaca kitab kuning. Kalau dia membaca kitab kuning ya udah biasa aja,” ucap Abdul.

Baca juga: Istiqamah Enggan Membuka Cadarnya Saat MTQ di Sumut, Peserta Dapat Hadiah Umrah Dari MUI

Namun karena kejadian ini, kata Abdul, Muyyassaroh sempat mengatakan akan berhenti mengikuti kegiatan MTQ. “Kemarin dia bilang nggak mau ikut lagi,” jelasnya.

Karena hafal satu Al-Qur’an, Muyyassaroh mendapatkan biaya pendidikan gratis di kampusnya, Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan. Dia mendapat beasiswa hingga lulus dari kampus itu.

“Dia dapat beasiswa karena hafiz 30 juz itu. Di kampus ini memang ada beasiswa untuk hafiz 30 juz. Tadi GP Al-Wasliyah bilang akan memberikan beasiswa, tapi sudah kami beri beasiswa. Insyaallah nanti dari GP Al-Washliyah untuk biaya S2 beliau,” kata Rektor UNIVA, Halfian Lubis.

Halfian menjelaskan soal cadar yang digunakan Muyyassaroh tidak pernah dipermasalahkan di dalam kampus. Meski begitu, Muyyassaroh disebut sempat bertanya apakah kondisinya yang menggunakan cadar akan diterima dengan baik di dalam kampus.

“Dia setiap hari memang menggunakan cadar. Malah ketika mau masuk, dia bertanya kemari, ketemu dengan Wakil Rektor 1 dia bertanya ‘Ibu, apakah di kampus ini boleh pakai cadar?’. Kita sangat paham bahwa tidak ada larangan menggunakan cadar di perguruan tinggi, silakan,” ucapnya.

Halfian juga menjelaskan Muyyassaroh dalam aktivitas di kampus juga baik. Dia menjelaskan Muyyassaroh juga merupakan mahasiswi yang berprestasi di dalam kampus.

“Berperilakunya baik, sopan santun. Dia juga anak pintar,” jelasnya.

Sumber: detik.com

Baca Juga

deras.co.id

Memandikan Jenazah Tak Sesuai Syariat, Umat Islam Ultimatum RS Djasemen Saragih Siantar

Menyikapi peristiwa penanganan jenazah yang dilakukan RS. Djasemen Saragih Kota Pematang Siantar yang menimbulkan polemik …