Tuesday , November 24 2020
Beranda / Berita / Inovasi Mutakhir, UGM Ciptakan Alat Swab Test Canggih, Ini Kelebihannya
deras.co.id
Alat deteksi Covid-19 karya UGM hanya dengan hembusan nafas 'GeNose', (Foto:ugm.ac.id)

Inovasi Mutakhir, UGM Ciptakan Alat Swab Test Canggih, Ini Kelebihannya

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta membuat inovasi alat pendeteksi dan diagnosis seseorang terinfeksi COVID-19 atau tidak bernama ‘GeNose‘.

Alat setara swab test itu digunakan lewat hembusan nafas seseorang yang sedang diperiksa.

GeNose dikerjakan oleh tim ahli lintas bidang ilmu di kampus tersebut yakni Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si (FMIPA), dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, Sp.A, M.Sc., Ph.D (FKKMK), Dr. Ahmad Kusumaatmaja (FMIPA), dr. Mohamad Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D (FKKMK), dan para mitra industri strategis.

GeNose berbentuk seperti kubus. Alat ini dikatakan sangat handy dan mudah untuk dibawa ke mana-mana. Selain itu bisa dioperasikan seseorang dengan mandiri dan efisien.

Dikutip VIVA Tekno dari situs resmi UGM, Selasa, 15 September 2020, hembusan nafas seseorang akan diambil melalui sensor dan diolah datanya menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendeteksi lalu mendiagnosa.

GeNose juga akan mendeteksi Volatile Organic Compound atau VOC yang terbentuk akibat infeksi COVID-19 yang dikeluarkan bersamaan saat hembusan nafas. Alat ini menggunakan sistem komputasi awan (cloud computing) untuk menghasilkan diagnosis pasien secara real-time.

‘GeNose’ mampu mendeteksi seseorang terinfeksi virus corona dengan akurasi hingga 97 persen (Foto:ugm.ac.id)

Selain itu GeNose juga bekerja secara paralel dalam proses analisis terpusat dalam sistem jadi validitas data bisa terjaga untuk semua alat yang terhubung.

Data-data yang dikumpulkan itu nantinya juga bisa dimanfaatkan, misalnya dalam pemetaan, pelacakan dan pemantauan penyebaran pandemi COVID-19 secara aktual.

GeNose sudah melakukan uji profiling dengan 600 sampel data valid yang berasal dari Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 Bambanglipuro – keduanya di Yogyakarta. Hasilnya akurat 97 persen.

Untuk tahap berikutnya, alat ini masuk tahap uji klinis. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap dan tersebar di beberapa rumah sakit Indonesia. GeNose diharapkan bisa digunakan sebelum akhir tahun ini.

Sumber: viva.co.id

Baca Juga

deras.co.id

Hantaman Pandemi, Danone Akan PHK 2000 Karyawan

Paris, Danone akan memangkas sebanyak 2.000 pekerja, termasuk di kantor pusat globalnya. Produsen makanan minuman …