Monday , September 27 2021
Beranda / Berita / Medan Dalam Bahaya, Tak Ada Visi Misi Penanganan Covid Dari Cawalkot Bobby – Akhyar
deras.co.id
Calon Walikota Medan periode 2020-2025 Akhyar Nasution dan Bobby Nasution

Medan Dalam Bahaya, Tak Ada Visi Misi Penanganan Covid Dari Cawalkot Bobby – Akhyar

Pilkada Medan 2020 mempertemukan pasangan nomor urut 01 Akhyar Nasution – Salman Alfarisi dan pasangan nomor urut 02 Bobby Nasution – Aulia Rachman di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Namun, rencana dan strategi penanganan virus corona (Covid-19) absen dicantumkan dalam visi, misi dan program prioritas kedua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan itu. Tak tersurat mengenai cara pandang dan langkah pada dokumen visi-misi para paslon itu dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut.

Dalam dokumen visi-misi pasangan Bobby-Aulia pada sektor kesehatan hanya menyinggung memajukan masyarakat Kota Medan melalui revitalisasi pelayanan pendidikan dan kesehatan yang modern terjangkau oleh semua.

Kemudian di program prioritasnya, Bobby yang juga menantu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu memaparkan peningkatan pelayanan kesehatan misalnya saja insentif kader posyandu, bebas gizi buruk bagi ibu, anak dan lansia, program jemput warga sakit gratis melalui sistem informasi digital kesehatan serta memastikan peserta BPJS mendapatkan pelayanan cepat, tepat dan akurat.

Sekretaris tim pemenangan Bobby-Aulia, Alween Ong saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com beberapa waktu yang lalu mengatakan visi misi jagonya memang tidak berbicara dalam konteks Covid-19 saja, karena persoalan kesehatan cukup banyak.

“Visi itu jangka panjang, misi itu proses. Jadi kita enggak bicara dalam konteks Covid aja ya, karena kita bicara konteks panjang. Karena masalah kesehatan, program dari pusat itu cukup banyak, dan kalau saat ini kita sebagai bukan bagian dari pemerintahan. Kalau kami menyinggung bagaimana penanganan Covid pada saat ini lebih kepada kandidat yang lain karena dari pusat itu ada program bantuan masker, itu mungkin bisa dicek juga bagaimana program sejuta masker kemarin, bagaimana juga penanganan Covid (dari Pemerintah) saat ini,” kata Alween.

Alween menegaskan paslon yang didukung PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, PSI, dan Gelora itu ingin terlebih dahulu ingin fokus memperbaiki perekonomian masyarakat Medan. Apalagi, sambungnya, masyarakat Medan banyak yang terdampak PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) akibat pandemi virus corona.

Serupa Bobby-Aulia, rival mereka yakni Akhyar-Salman Alfarisi juga tak mencantumkan secara eksplisit mengenai penanganan pandemi Covid-19 dalam visi misinya.

Dalam dokumen visi misi di bidang kesehatan, pasangan yang diusung Partai Demokrat dan PKS itu hanya menyinggung program kerja jaminan kesehatan lansia, BPJS Kesehatan untuk semua di mana warga miskin/ pekerja informal yang tidak bisa bayar BPJS dibantu bayar premi. Kemudian berobat tanpa ngantri, layanan dokter setiap rumah selama 24 jam, gerakan makan sayur dan gizi seimbang di posyandu, pengaktifan rumah sakit tipe C di Medan Utara, optimalisasi puskesmas, ambulans gratis, dan kampanye sehat bersepeda bagi warga ke tempat kerja.

Sekretaris Tim Pemenangan Akhyar-Salman, Wasis Waseso saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com beberapa waktu yang lalu juga mengakui di dalam visi misi jagonya memang tak ada menyebut spesifik terkait penanganan Covid-19. Tetapi, tegasnya, penanganan Covid-19 tersebut nantinya masuk dalam program kesehatan.

“Visi-misi itukan untuk lima tahun ke depan. Jadi itu nanti masuk dalam program-program kesehatan. Kalau di visi- misi memang tak ada menyinggung spesifik soal Corona. Karena itukan terkait global, secara umum, lima tahun ke depan ya. Sebetulnya saat penyusunan visi misi itu sudah muncul juga ide untuk penanganan Covid. Cuma karena menurut pembahasan itu masih spesifik, jadi nya itu nanti dimasukkan dalam program kesehatan penanganan Covid,” ujar Wasis.

Dia menambahkan ide yang ditawarkan tim nya untuk penanganan antara lain edukasi masyarakat agar tidak abai dengan penularan virus corona.

“Idenya lebih ke arah pembiasaan masyarakat, sebetulnya ini kan masalah Covid tak terlepas dari kebiasaan masyarakat yang abai terhadap kepada Covid. Jadi edukasinya itu yang lebih diutamakan. Setelah itu apa ya, mungkin alat untuk penambahan alat PCR,” sekretaris tim pemenangan petahana pimpinan kota Medan tersebut.

Sebelumnya, Ketua KPU RI Arief Budiman meminta agar seluruh calon kepala daerah dalam Pilkada 2020 memasukkan strategi penanganan virus corona di daerahnya masing-masing ke dalam visi dan misi. Hal itu bertujuan melihat keseriusan seluruh calon kepala daerah dalam rangka menekan angka kasus positif corona di wilayah masing-masing.

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri juga mendorong agar para kontestan Pilkada memiliki pelbagai inovasi yang diterjemahkan dalam visi, misi, program dalam menangani wabah corona.

Diketahui Medan termasuk kota yang memliki angka penularan virus corona tertinggi di Provinsi Sumut. Bahkan seluruh kecamatan di Medan masuk dalam zona merah virus corona. Per 28 September 2020, jumlah kumulatif Covid-19 terkonfirmasi sudah mencapai 5.451 kasus, di mana yang meninggal 234 dan sembuh 3.242 orang.

“Jadi kalau ngomongin Covid, otomatis masalah awal yang ingin kita perbaiki itu perekonomian masyarakat. Kita kan tahu Medan tidak menerapkan PSBB seperti di kota lain, karena masalah ekonomi ini urgent. Masyarakat Medan itu sampai mengatakan lebih baik ibaratnya kita mati karena Covid-19 daripada kelaparan. Ini kan psikologis yang harus kita pelajari gitu. Artinya kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan itu tinggi. Jadi kita bukan janji kampanye, ini harus dipahami juga,” urainya.

Sumber: cnnindonesia.com

Baca Juga

Wakil Walikota Medan, H. Aulia Rachman, S.E. Apresiasi Pendidikan YPSA

DERAS.CO.ID – Kegiatan program ULAMA DAN UMARA BERBICARA kali ini bersama narasumber H. Aulia Rahman, …