Friday , October 23 2020
Beranda / Berita / Kronologi Sebelum dan Sesudah Meninggalnya Jaksa Kejari Labuhanbatu
deras.co.id
Polsek Percut Sei Tuan bersama dokter Rumah Sakit Bhayangkara melakukan ekshumasi pembongkaran makam Almarhum Taufik Hidayat di TPU Muslim Jalan Thamrin Medan, Sabtu (3/10/2020) pagi.

Kronologi Sebelum dan Sesudah Meninggalnya Jaksa Kejari Labuhanbatu

Medan, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) mengapresiasi kinerja pihak kepolisian, dalam menyelidiki kasus pembunuhan terhadap ASN Kejari Labuhanbatu, Almarhum Taufik Hidayat Simanungkalit.

Dan hasilnya, pihak Polsek Percut Sei Tuan telah berhasil menangkap salah satu pelaku pembunuhan Taufik Hidayat Simanungkalit, yang ditemukan tewas di Jalan Terusan, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, pada 22 September 2020 lalu.

Plt Kasipenkum Kejatisu, Karya Graham Hutagaol SH kepada wartawan, Sabtu (3/10/2020) di Medan menyatakan, untuk membuat terang semuanya pihak kepolisian harus secara profesional mengungkap kasus kematian ASN Kejari Rantau Prapat, yang diduga akibat tindak kekerasan.

“Kita (Kejatisu) berserta Jajaran mengucapkan turut berduka cita atas kematian ASN Kejari Rantau Prapat Almarhum Taufik Hidayat. Dan kita mengapresiasi pihak kepolisian dan meminta pihak kepolisian mengungkap secara profesional kematian ASN Kejari Rantau Prapat Almarhum Taufik Hidayat, untuk membuat terang semua (kasusnya) ,” sebut Karya Graham Hutagaol.

Baca juga: Pembunuh Jaksa Kejari Labuhanbatu Terungkap, Tersangka Lain Diminta Menyerahkan Diri

Karya Graham menjelaskan, dalam kasus kematian Almarhum Taufik Hidayat, ada beberapa pemberitaan di media yang tidak sinkron. Dan perlu diluruskan beberapa hal, diantaranya terkait status yang menyatakan oknum kejaksaan dan kondisi Almarhum Taufik Hidayat saat ditemukan.

Dikatakan Karya Graham, ada yang perlu diluruskan terkait pemberitaan yang menyatakan oknum ASN kejaksaan (Almarhum Taufik). Penjelasan dari oknum kejaksaan tentunya menimbulkan persepsi dari pembaca. Seolah-olah Almarhum Taufik Hidayat telah berbuat kesalahan atau kejahatan. Padahal sebaliknya, Almarhum Taufik adalah korban dari dugaan pembunuhan.

“Berdasarkan penyelidikan kepolisian, almarhum Taufik Hidayat adalah korban dugaan pembunuhan, dan satu orang dari pelakunya sudah ditangkap,” sebut Plt Kasipenkum.

Pihak Kejatisu bersama dengan wartawan

Dikatakan Karya Graham lagi, kembali perlu diluruskan, berdasarkan keterangan diterima khususnya dari Syahron Hasibuan SH selaku Kasi Intel Kejari Rantau Prapat, bahwa pada selasa 22 September 2020 sekira pukul 22.00 Wib, Polsek Percut Sei Tuan menemukan korban di Jalan Terusan Gang M.Yusuf, Desa Bandar Setia, Kec Percut Sei Tuan, dengan identitas Taufik Hidayat.

Lalu, Muhammad Nuh Hareko selaku abang dari Lamarhum Taufik Hidayat menuju lokasi kejadian untuk ondisi adiknya. Namun, warga tidak mengizinkan dan kondisi korban sudah ditutupi kain, sehingga diminta untuk segera dibawa ke rumahnya

Setiba di rumah, pihak keluarga melihat kondisi jenazah Taufik Hidayat ada memar bekas luka di wajah dan badan, lebam biru dibagian dada, pergelangan tangan, kaki dan dari hidung terus mengeluarkan darah, mulai ditemukan hingga dikuburkan esok harinya.

Pada 24 September 2020, Muhammad Nuh Hareko mendapat informasi dari warga sekitar lokasi kejadian, bahwa adiknya (Almarhum Taufik) meninggal karena tindakan kekerasan yang diduga dilakukan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Awalnya Taufik Hidayat terlibat pertengkaran dengan salah satu warga kemudian terjadi perkelahian. Lalu warga lain marah dan mengikat kaki dan tangannya serta dipukuli. Peristiwa itu banyak warga yang melihat. Atas informasi itu Muhammad Nuh Hareko membuat laporan polisi terkait tindak kekerasan yang mengakibatkan adiknya meninggal dunia.

“Perkembangan yang diterima, pihak kepolisian sudah menangkap satu orang yang diduga pelaku kekerasan terhadap Taufik Hidayat,” sebut Karya Graham.

Karya Graham juga menyampaikan, penyidik kepolisian melakukan autopsi di pekuburan tempat Taufik Hidayay di kebumikan. Berdasarkan informasi dari kepolisian, bahwa tim forensik menemukan gumpalan darah di bagian kepala sebelah kiri, dada, pipi kiri, dan lumpur dibagian pernapasan dan lambung. Dokter forensik menyimpulkan Taufik Hidayat meninggal karena gagal pernafasan dan ditemukan fakta baru yakni tanda-tanda kekerasan terhadap Almarhum.

Bongkar Makam

Sementara itu, Polsek Percut Sei Tuan bersama dokter Rumah Sakit Bhayangkara melakukan ekshumasi pembongkaran makam Almarhum Taufik Hidayat di TPU Muslim Jalan Thamrin Medan, Sabtu (3/10/2020) pagi.

Dari pantauan awak media, hingga siang, proses ekshumasi masih terus berlangsung. Terlihat polisi memasang police line pada lokasi makam yang sedang dibongkar.

Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ricky Pripurna Atmaja bersama dengan sejumlah personel kepolisian turun langsung ke lokasi, untuk memantau pembongkaran makam tersebut.

Jenguk Ibunya Sakit

Informasi diperoleh Almarhum Taufik Hidayat bertugas di Kejati Rantau Prapat. Almarhum datang ke Kota Medan, untuk menjenguk ibunya yang sakit karena Stroke di Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan.

Saat malam kejadian, korban sempat menumpang mandi ke rumah sepupunya, kemudian pergi keluar rumah sepupunya dengan berjalan kaki. Setelah itu korban silaturahmi ke rumah kawannya di Medan, dan ke rumah sepupunya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Sekira pukul 22.00 Wib, sepupunya mendapat kabar, Taufik Hidayat sudah meninggal dunia.

Satu Pelaku Ditangkap

Sebelumnya, pada Kamis (1/10/2020) Polsek Percut Sei Tuan melakukan pra rekonstruksi atas kejadian pembunuhan korban di TKP. Pra rekonstruksi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Ricky Pripurna Atmaja.

Dari adegan per adegan terbukti adanya pemukulan dan penganiayaan, yang dilakukan beberapa orang terhadap korban.

Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Ricky Pripurna Atmaja menyebut, pihaknya telah menangkap salah seorang, diduga pelaku pembunuhan.

“Benar ada kita amankan seorang pelaku berinisial S (37), dalam kasus dugaan pembunuhan oknum Jaksa,” kata AKP Ricky Pripurna, Jumat (2/10/2020).

Kapolsek menyebutkan, penangkapan pelaku berinisial S, setelah penyidik melakukan mengumpulkan sejumlah bukti petunjuk, dan keterangan saksi-saksi yang meyakinkan korban meninggal dunia akibat dibunuh.

“Pelakunya berhasil kita tangkap di wilayah Kabupaten Deli Serdang,” sebut AKP Ricky.

Diungkapkan AKP Ricky, pihaknya masih memburu atau melakukan pengejaran terhadap pelaku lain, yang jumlahnya lebih dari dua orang.

“Pelakunya ada banyak, dan kini sedang kita buru. Tidak bisa saya sebut berapa jumlah pelakunya, sebab sedang proses pengejaran,” ungkapnya.

Para pelaku dihimbau agar segera menyerahkan diri, sebelum dilakukan tindakan tegas dan terukur.

“Kemana para pelaku lari, kita akan buru. Kita imbau agar mereka segera menyerahkan diri sebelum kita tindak tegas,” tegasnya.

Baca Juga

deras.co.id

Plh. Bupati Asahan Buka Secara Resmi Rakornis TP PKK

Plh. Bupati Asahan Drs. John Hardi Nasution, M. Si, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Teknis …