Thursday , November 26 2020
Beranda / Berita / Langgar Prokes Saat Pernikahan Putri HRS, FPI Langsung Lunasi Denda Rp 50 Juta
deras.co.id
Acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Habib Rizieq Shihab, Jalan KS Tubun Raya, Petamburan III, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020). [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]

Langgar Prokes Saat Pernikahan Putri HRS, FPI Langsung Lunasi Denda Rp 50 Juta

Menantu Habib Rizieq Shihab, Habib Hanif Alatas menyebut denda administratif sebesar Rp50 juta telah dibayarkan. Denda merupakan sanksi dari Satpol PP DKI Jakarta karena adanya kerumunan massa saat acara pernikahan anak Habib Rizieq di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta pusat pada Sabtu 14 November 2020

Kerumunan massa usai acara pernikahan juga terjadi karena ada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di tempat yang sama.

“Kami dari pihak Keluarga sudah terima Suratnya, bahkan kami sudah membayar (Sanksi) & Memaklumi hal tersebut, meskipun di acara kemarin diwajibkan Protokol Covid (dan sudah kami laksanakan),” tulis Habib Hanif melalui akun resmi Front Pembela Islam, dikutip Minggu, 15 November 2020.

Meski tak berkomentar banyak, pihak FPI juga tak berdalih bahwa ada kerumunan massa akibat rangkaian acara tersebut. Namun, lanjut Hanif, antusias umat tak terbendung.

“Namun antusias Ummat tak terbendung sehingga terjadi penumpukan,” lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya, Front Pembela Islam dan Habib Rizieq Shihab didenda secara administratif sebesar Rp50 juta oleh Satpol PP DKI Jakarta. Surat pemberian sanksi itu dikirimkan pada hari ini, Minggu 15 November 2020.

Denda ini terkait dengan penyelenggaraan kegiatan pernikahan anak Habib Rizieq dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta pusat pada Sabtu 14 November 2020. Kegiatan ini menimbulkan kerumunan massa.

“Berdasarkan pengamatan kami dan kondisi fakta, telah terjadi pelanggaran terhadap protokol kesehatan pencegahan COVID-19, yaitu tidak membatasi jumlah tamu undangan sehingga menimbulkan kerumunan,” demikian surat tersebut dikutip VIVA.

Kegiatan itu dinilai melanggaran dua Peraturan Gubernur DKI Jakarta yaitu nomor 79 tahun 2020 dan nomor 80 tahun 2020. Aturan itu berkaitan dengan disiplin dan pengakan hukum protokol kesehatan COVID-19 serta PSBB.

“Terhadap pelanggaran tersebut, saudara dikenakan sanksi berupa denda administratif sebesar Rp50.000.000. Kami berharap kerja sama saudara dalam berbagai kegiatan untuk memenuhi ketentuan protokol kesehatan guna memutus rantai COVID-19,” tulis surat yang ditandatangani oleh Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin.

Sumber: viva.co.id

Baca Juga

deras.co.id

Peringati HUT ke-49 Tahun, KORPRI Asahan Gelar Gowes & Donor Darah

Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang jatuh …