Thursday , October 28 2021
Beranda / Berita / PAN Tawarkan Alternatif Solusi ‘Lockdown Akhir Pekan’ Untuk Jokowi
deras.co.id
Anggota DPR-RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay

PAN Tawarkan Alternatif Solusi ‘Lockdown Akhir Pekan’ Untuk Jokowi

Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak efektif. Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay, menawarkan usul ‘lockdown akhir pekan’.

“Tawaran saya adalah mencoba memadukan PSBB atau PPKM dengan apa yang saya sebut dengan lockdown akhir pekan,” ujar Saleh ketika dihubungi detikcom, Minggu (31/1/2021).

Saleh menjelaskan lockdown akhir pekan ini berlaku bagi kota dan kabupaten yang berkategori zona merah dan zona oranye. Setiap warganya dilarang keluar rumah di akhir pekan.

“Tidak diperkenankan keluar rumah selama akhir pekan mulai dari jam 8 malam hari Jumat sampai dengan Senin pagi jam 5 pagi,” kata Saleh.

Teknisnya, setiap warga yang keluar rumah akan ditanya dan diperiksa keperluannya. Jika tak mendesak, maka warga dapat didenda.

Baca juga: Kejujuran Presiden: Kebijakan PPKM Tidak Efektif

“Dendanya besar tapi harus ada ketegasan juga disitu kalau yang PPKM sekarang itu kan abu-abu,” jelasnya.

“Lockdown akhir pekan siapapun orang yang keluar itu langsung diperiksa dan ada polisi di setiap jalan dan yang jaga itu kan polisi yang jaga di ujung-ujung aja jangan di sepanjang jalan,” lanjutnya.

Dengan aturan ini, diharapkan meminimalisir penyebaran virus. Karena belakangan ini, kata Saleh, penyebaran virus secara masif terjadi pada akhir pekan.

“Karena akhir pekan itu banyak yang keluar rumah ada yang berbelanja kemudian pergi ke tempat wisata ada kunjungan keluarga dan seterusnya,” terang Saleh.

Sebelumnya, Presiden Jokowi blak-blakan saat mengevaluasi PPKM. Jokowi menyebut implementasinya tidak tegas dan tidak konsisten.

“Saya ingin menyampaikan yang berkaitan dengan PPKM tanggal 11 Januari-25 Januari. Kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif. Mobilitas masih tinggi karena indeks mobility-nya ada. Di beberapa provinsi, COVID-nya masih naik,” kata Jokowi.

Jokowi meminta jajarannya melibatkan pakar epidemiologi saat menyusun kebijakan. Dia menilai implementasi PPKM belum baik.

“Sebetulnya esensi PPKM ini kan membatasi mobilitas, namanya saja kan pembatasan kegiatan masyarakat. Tetapi yang saya lihat, di implementasinya ini kita tidak tegas dan tidak konsisten. Ini hanya masalah implementasi,” ungkapnya.

Sumber: detik.com

Baca Juga

Peringati Sumpah Pemuda, DPD KNPI Sumut Ziarah Ke Makam Pahlawan dan Bakti Sosial

DERAS.CO.ID – Medan, Sumpah Pemuda merupakan momentum mempererat tali silaturahmi anak bangsa. Sekaligus menjadi peringatan …