Sunday , April 11 2021
Beranda / Berita / Viral Turnamen Futsal Di Sumut, Poldasu Selidiki Oknum Polisi Terlibat
deras.co.id
Kompetisi Futsal di Kota Medan yang diduga langgar protokol kesehatan karena membludaknya penonton. (Youtube: Koran PSMS)

Viral Turnamen Futsal Di Sumut, Poldasu Selidiki Oknum Polisi Terlibat

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara akan mengusut tuntas terkait viralnya kerumunan orang dengan jumlah besar menonton pertandingan futsal yang berlangsung di GOR Mini Kompleks Gedung Serba Guna, Jalan Willem Iskandar, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dari informasi diperoleh VIVA melalui media sosial di akun instagram @funfutsalpoldasu, yang diduga sebagai penyelenggara. Turnamen itu, diikuti 32 tim, termasuk tim Futsal Poldasu dan Tim Polsek Medan Kota, berlangsung 24 hingga 30 Januari 2021.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi membantah bahwa Polda Sumut diduga ikut terlibat dalam turnamen futsal itu.

“Polda Sumut tidak ada menyelenggarakan itu,” ungkap Hadi kepada wartawan, Senin 1 Febuari 2021.

Turnamen futsal ini, Hadi menilai ada pihak mengabaikan perintah tegas Kapolda Sumut, Irjen Pol. Martuani Sormin kepada jajaran serta Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) untuk tidak menerbitkan izin keramaian selama pendemi COVID-19 dan bila ada keramaian harus dibubarkan.

“Dengan berita viral itu, Polda Sumut akan berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 Sumut, menyelidiki,” tutur Hadi.

Dalam turnamen itu, Polsek Medan Kota menjadi juara dalam turnamen itu. Mereka mengalahkan Alwashliyah Tanjung Balai. Video pertandingan final ini kemudian menjadi viral.

Hadi mengungkapkan Polda Sumut akan meminta pertanggungjawaban kepada seluruh pihak terlibat dalam penyelenggaraan turnamen futsal tersebut. Termasuk akan melakukan pemeriksaan oknum polisi yang ikut dalam pertandingan tersebut.

“Kita selidiki dan update-nya akan kita sampaikan rekan-rekan media. Tegas perintah Kapolda Sumut tidak ada izin keramaian. (Polsek Medan Kota) kita selidiki. Kita selidik tempat dan orang yang bertanggungjawab,” jelas Hadi.

Kegiatan ini, Hadi mengatakan ada indikasi atau dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran COVID-19. Dengan itu, perlu dilakukan penyelidikan untuk mengetahui sejauh mana pelanggaran dilakukan.

“Ya (pelanggaran). Kalau ada izin keramaian ini, bakalan kita tindaklanjuti demikian,” tegas perwira melati tiga itu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by medantau.id (@medantau.id)


Sumber: viva.co.id

Baca Juga

deras.co.id

YPSA Berbagi Untuk Sesama, Bagikan Paket Sembako Untuk Warga Sekitar

YPSA dan Raz Group bagikan paket sembako secara langsung kepada masyarakat kelurahan Tanjung Rejo yang …