Beranda / Berita / Divaksin Tapi Tetap Positif Covid, Eks Direktur WHO Asia Tenggara Jelaskan 3 Hal Ini
deras.co.id
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 saat simulasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/12/2020). Simulasi tersebut dilaksanakan agar petugas kesehatan mengetahui proses penyuntikan vaksinasi COVID-19 yang direncanakan pada Maret 2021. (Foto:Antara/Jojon/rwa).

Divaksin Tapi Tetap Positif Covid, Eks Direktur WHO Asia Tenggara Jelaskan 3 Hal Ini

Jakarta, Sampai hari ini sebagian masyarakat masih waswas mengikuti vaksinasi. Hal ini bisa dipahami lantaran mereka juga mengetahui sejumlah orang justru positif Covid-19 setelah mendapatkan suntikan vaksin.

Hari ini misalnya, ramai diperbincangkan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan yang postif Covid-19 walaupun sudah divaksinasi kendati baru penyuntikan pertama.

Di Indonesia pun sudah ada beberapa laporan pimpinan daerah yang juga ternyata dilaporkan positif sesudah bahkan penyuntikan ke dua. Kenapa hal ini dapat terjadi?

Guru Besar Paru FKUI Prof Tjandra Yoga Aditama menyatakan setidaknya ada tiga hal yang dapat menjelaskan kejadian tersebut. Pertama, proteksi kekebalan baru akan terbentuk dengan baik beberapa waktu setelah suntikan kedua. Artinya, suntikan pertama memang belum cukup membentuk antibodi dalam tubuh manusia untuk mencegah penyakit.

”Jadi, kemungkin pertama seseorang positif Covid-19 beberapa hari sesudah disuntik vaksin adalah karena belum ada cukup antibodi sehingga masih mungkin tertular dan sakit,” terang Tjandra Yoga dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (21/3/2021) malam.

Kedua, mungkin saja seseorang sudah tertular Covid-19 beberapa hari sebelum disuntik vaksin. Misalnya, seseorang tertular pada tanggal 1, tanggal 4 disuntik vaksin, tanggal 7 diketahui positif dari tes PCR, ”Kita tahu akan ada masa inkubasi yang katakanlah 7 hari, jadi walau virus masuk tanggal 1 maka baru sekitar tanggal 7 akan ada gejala dan tes dilakukan,” urai Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI.

Ketiga terkait efikasi. Menurut Tjandra Yoga, tidak ada satu pun vaksin Covid-19 di dunia yang efikasinya 100%. Artinya tidak ada vaksin yang dapat menjamin bahwa seseorang tidak akan bisa sakit sama sekali setelah disuntik.

Penelitian vaksin sejauh ini juga belum dapat sepenuhnya menjawab bahwa apakah sesudah divaksin, seseorang yang menjadi positif akan menularkan atau tidak. Juga belum ada angka pasti berapa lama proteksi akan bertahan.

”Tetapi, secara jelas dan berbukti ilmiah bahwa vaksin memang akan melindungi kita dari Covid-19,” jelas mantan direktur WHO Asia Tenggara ini.

Sumber: sindonews.com

Baca Juga

Inalum Gunakan Modifikasi Cuaca untuk Kelestarian Danau Toba dan Kesinambungan Energi Listrik Ramah Lingkungan

Siborongborong- Hingga 26 Maret 2021 lalu, Tinggi Muka Air (TMA) Danau Toba berada pada level …