Sunday , April 11 2021
Beranda / Berita / Banjir Bandang NTT, 117 Orang Meninggal dan 76 Masih Hilang
deras.co.id
Sejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc.(ANTARA FOTO/HUMAS BNPB)

Banjir Bandang NTT, 117 Orang Meninggal dan 76 Masih Hilang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan, sebanyak 117 orang ditemukan meninggal dunia dalam bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara itu, senanyak 76 orang masih dinyatakan hilang dan dalam tahap pencarian.

“Telah ditemukan dalam keadaan meninggal sebanyak 117 orang, sedangkan yang hilang adalah 76 orang, terakhir yang berhasil dihimpun,” kata Doni dalam konferensi pers, Selasa (6/4).

Doni memyampaikan, pihaknya mengalami kendala dalam pencarian korban hilang akibat banjir bandang. Menurutnya, kurangnya alat berat menjadi kendali pencarian korban.

“Walaupun sudah disiapkan, tetapi belum bisa kirim ke tujuan. Pertama di Adonara dan juga di Alor, sedangkan di Lembata masih diupayakan sejumlah perusahaan yang sedang mengerjakan pekerjaan jalan untuk dikerahkan dimobilisasi menuju ke sasaran,” ucap Doni.

Doni memastikan, kebutuhan makanan untuk para pengungsi warga terdampak bencana akan terpenuhi. Menurutnya, kebutuhan makanan telah sampai dan akan didistribusikan kepada warga terdampak bencana.

“Logistik selama dua hari terakhir sudah didatangkan dari Jakarta dan Surabaya termasuk dari Makassar, sebagian besar sudah terdistribusi ke beberap daerah terdampak, terutama di Adonara kemudian di Lembata dan juga di Alor,” beber Doni.

Dalam konferensi pers pada Senin (5/4) kemarin, Doni menyampaikan bencana banjir bandang yang terjadi di NTT belum diusulkan sebagai bencana nasional. Menurutnya, cukup daerah yang menentukan status darurat bencana.

“Pada kesempatan ini kami berpikir tidak perlu ada usulan bencana nasional, cukup daerah saja yang menentukan status darurat bencana,” ucap Doni.

Meski NTT menetapkan status darurat bencana, sambung Doni, pemerintah pusat memastikan akan membantu penanganan bencana di wilayah tersebut. “Pemerintah pusat dalam hal ini BNPB, Kemensos, Kementerian PUPR dan lembaga lainnya termasuk Basarnas, didukung TNI-Polri akan optimal mendukung daerah. Sekali lagi status bencana nasional tidak perlu ditetapkan,” tandas Doni.

Sumber: jawapos.com

Baca Juga

deras.co.id

YPSA Berbagi Untuk Sesama, Bagikan Paket Sembako Untuk Warga Sekitar

YPSA dan Raz Group bagikan paket sembako secara langsung kepada masyarakat kelurahan Tanjung Rejo yang …