Wednesday , August 4 2021
Beranda / Featured / Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha ini penjelasannya

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha ini penjelasannya

deras.co.id – Kapan puasa Tarwiyah dan Arafah? Puasa yang dikerjakan sebelum Hari Raya Idul Adha 2021.

Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 2021 jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021.

Keputusan itu ditetapkan setelah Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sidang Isbat Idul Adha 2021 pada Sabtu (10/7/2021) lalu.

Penetapan Idul Adha 2021 jatuh pada 20 Juli itu sama dengan keputusan Muhammadiyah yang lebih dulu menetapkan Idul Adha 2021.

Sebelum Idul Adha 2021, Umat Islam dianjurkan berpuasa. Di antaranya, ada dua puasa yang dianjurkan yakni Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Sedangkan Puasa Arafah dikerjakan pada 9 Dzulhijjah.

Mengingat 10 Dzulhijjah atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada 20 Juli, dengan demikian puasa Tarwiyah dikerjakan pada Minggu, 18 Juli dan puasa Arafah pada Senin, 19 Juli. Selain dua puasa itu, umat Islam juga bisa mengerjakan puasa Dzulhijjah tanggal 1-7 Dulhijjah.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Berikut ini bacaan niat Puasa Tarwiyah dan Arafah:

1. Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

2. Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

Ustazah Dra Risnawati menyebutkan, bulan Dzulhijjah adalah suatu bulan yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan.

Ia menjelaskan, pada bulan Dzulhijjah, ada sejumlah ibadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan dengan imbalan pahala berlipat ganda.

Satu di antaranya puasa sunnah pada sembilan hari pertama bulan tersebut.

Lebih lanjut, Risnawati menerangkan sejumlah keutamaan menjalankan ibadah puasa di bulan Dzulhijjah.

Berikut keutamaan Puasa Dzulhijjah, Tarwiah, dan Arafah, seperti yang dikutip dari laman babel.kemenag.go.id:

– Tanggal 1 Dzulhijjah

Allah mengampuni Nabi Adam AS di Arafah, maka yang berpuasa di hari itu akan diampuni dosa-dosanya.

– Tanggal 2 Dzulhijjah

Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari perut ikan nun, maka orang yang berpuasa di hari itu sama seperti beribadah dan berpuasa satu tahun tanpa maksiat.

– Tanggal 3 Dzulhijjah

Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya AS, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dikabulkan doanya.

– Tanggal 4 Dzulhijjah

Nabi Isa AS dilahirkan, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihilangkan kesusahan dan dikumpulkan bersama orang mulia di hari kiamat.

– Tanggal 5 Dzulhijjah

Nabi Musa AS dilahirkan dan dimuliakan munajatnya, maka orang yang berpuasa di hari itu akan terlepas dari sifat munafik dan siksa kubur.

– Tanggal 6 Dzulhijjah

Allah membukakan pintu kebaikan semua nabi, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dipandang Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang.

– Tanggal 7 Dzulhijjah

Pintu neraka jahanam dikunci dan tidak akan dibuka sebelum berakhir pada 10 Dzulhijjah.

Maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihindarkan dari 30 pintu kemelaratan dan kesukaran dan dibukakan 30 pintu kemudahan untuknya.

– Tanggal 8 Dzulhijjah (Tarwiyah)

Keistimewaan puasa Tarwiyah adalah menghapus dosa yang dibuat tahun lalu.

– Tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah)

Khusus untuk Puasa Arafah, fadhillahnya adalah mendatangkan kemuliaan bagi yang menjalankannya, antara lain:

1. Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya.

2. Bertambah harta.

3. Dijamin kehidupan rumah tangganya.

3. Dibersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu.

4. Dilipatgandakan amal dan ibadahnya.

5. Dimudahkan kematiannya.

6. Diterangi kuburnya selama di alam Barzah.

7. Diberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar.

8. Diselamatkan dari kejatuhan kedudukan di dunia, serta dinaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.

Baca Juga

Dialah Sultan Syarif Kasim II, Sultan Siak Terakhir yang Sumbangkan 1000 Triliun Untuk Indonesia

DERAS.CO.ID -Pengorbanan Riau untuk keberlangsungan bayi baru lahir bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tak …