Monday , September 27 2021
Beranda / Bisnis / PKM Dosen Unimed Manfaatkan Limbah Ampas Kopi Untuk Pembuatan Parfum
PKM Dosen Unimed

PKM Dosen Unimed Manfaatkan Limbah Ampas Kopi Untuk Pembuatan Parfum

Tim dosen dari Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan memanfaatkan limbah ampas kopi untuk pembuatan parfum aroma kopi, di Kelurahan Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan dan Desa Hutan, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Rabu (28/7). Tim dosen yang terdiri dari ketua Dr. Diky Setya Diningrat dari FMIPA Unimed bersama anggota Dr. dr. Novita Sari Harahap dan Zulaini, M. Kes dari FIK Unimed, Bagoes Maulana, M. Kom, Prof. Dr. Abdul Muin Sibuea, M.Pd dan Dodi Taufik Absor Sibuea S.T., M.T dari FT Unimed serta Ayu Nirmala Sari dari UIN Ar-Raniri Banda Aceh.

Ketua Dr. Diky Setya Diningrat mengatakan, seiring perkembangan zaman, generasi milenial memiliki budaya baru melakukan segala aktivitas di warung kopi atau Cafe. Kebiasaan ini telah meningkatkan pertumbuhan warung-warung kopi dan cafe di kota-kota besar termasuk Medan.

Dari hasil wawancara dengan pemilik warung kopi dan cafe konsumsi kopi mencapai 1 hingga 5 kg perhari dan setelah diseduh semuanya jadi ampas kopi, limbah tersebut kemudian dimanfaatkan tim Abdimas untuk disuling menjadi minyak kopi sebagai bahan baku parfum kopi. Pelarut untuk parfum digunakan minyak nilam, sehingga parfum ini menjadi parfum bebas alkohol.

Diky juga mengatakan, Mesin suling yang dimanfaatkan untuk produksi minyak kopi ini kapasitasnya kecil sehingga portable. Pendampingan produksi minyak kopi untuk parfum kopi diberikan kepada karyawan Cafe Kopakopi dan Dikopipasti yang terdampak pandemik Covid-19. Ini akan memberi nilai tambah untuk karyawan cafe yang terdampak dan untuk cafe nya sendiri.

“Dampak pandemik cukup memukul bisnis cafe, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membantu daya tahan masyarakat terdampak Covid-19. Untuk pemasaran sendiri cafe dan warung kopi menjadi pasar yang potensial,” ujarnya.

Diky menjelaskan, kegiatan PKM ini akan memberikan pendampingan produksi sampai desain kemasan dan strategi pemasaran. PKM ini diawali dengan Focus Groups Discussion (FGD) mengenai tatalaksana kegiatan PKM dengan mitra yaitu Warung Kopi Kopakopi dan Cafe DiKopipasti, Kemudian dilanjutkan dengan pendampingan produksi minyak kopi, pendampingan produksi parfum kopi, desain kemasan dan strategi pemasaran, ini dilakukan dan di evaluasi setiap tahapannya.

Kegiatan ini memberikan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin suling portable kepada mitra di lokasi PKM di Jalan 28, Kelurahan Glugur Darat, Kec. Medan Timur. Mitra telah menyediakan sarana prasarana untuk program pendampingan peningkatan berupa tempat dan bebarapa bahan baku serta peserta pendampingan.

Owner Cafe DiKopipasti merasa memperoleh manfaat dari program ini seperti memberikan TTG berupa mesin suling portable kepada mitra. Pendampingan produksi minyak kopi untuk parfum kopi diberikan kepada karyawan Cafe Kopakopi dan Dikopipasti yang terdampak pandemik Covid-19-19. Ini tentu akan memberi nilai tambah untuk karyawan cafe yang terdampak dan untuk cafe nya sendiri,” ujarnya.

Baca Juga

Luhut Laporkankan Haris Azhar Gegara Gunung Emas Blok Wabu Harta Karun 207 T

DERAS.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, melaporkan Direktur Lokataru Haris …