Monday , September 27 2021
Beranda / Featured / Adakah Utang Orang Tua kepada Anaknya? Menurut Penjelasan Ustadz Abdul Somad
utang orang tua kepada anaknya menurut Ustadz Abdul Somad

Adakah Utang Orang Tua kepada Anaknya? Menurut Penjelasan Ustadz Abdul Somad

DERAS.CO.ID – Ustadz Abdul Somad menjelaskan tentang kewajiban orang tua yang menjadi utang kepada anaknya. Utang merupakan kewajiban yang harus dilunasi.

Ustadz Abdul Somad mengungkapkan bahwa ada kewajiban orang tua kepada anaknya yang terkadang tidak disadari.

Lantas, apakah yang dimaksud dengan utang orang tua kepada anaknya menurut Ustadz Abdul Somad?

Dilansir dari unggahan kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official, yang diunggah pada 24 Maret 2020, berikut penjelasan tentang utang orang tua kepada anaknya.

Inilah utang orang tua kepada anaknya menurut Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad mengungkapkan bahwa terdapat kewajiban orang tua kepada anaknya yang perlu dilaksanakan. Kewajiban yang dimaksud Ustadz Abdul Somad adalah menikahkan anaknya.

Oleh karena itu, menurut Ustadz Abdul Somad, belum menikahkan anak berarti orang tua tersebut sedang berutang kepada anaknya.

Hal ini berkaitan dengan realita bahwa tidak jarang orang tua belum menikahkan anaknya dengan alasan masih memiliki utang.

Padahal, Ustadz Abdul Somad menyatakan bahwa menikahkan anak juga merupakan utang bagi orang tua kepada anaknya.

Orang tua tersebut terjerat utang yang memiliki masa jatuh tempo. Sementara anaknya juga sudah jatuh tempo karena telah memasuki usia yang cukup untuk menikah.

Oleh karena itu, Ustadz Abdul Somad mengingatkan bahwa sesungguhnya menikahkan anak juga merupakan utang.

Kemudian, Ustadz Abdul Somad mengungkapkan keengganan orang tua menikahkan anaknya terkadang karena belum memiliki biaya untuk pesta pernikahan yang mahal.

Padahal, menurut Ustadz Abdul Somad, nikah itu sesungguhnya murah. Cukup fokus pada rukun dan syarat nikah.

Selanjutnya, hanya perlu melakukan jamuan makan yang sederhana. Bahkan, Ustadz Abdul Somad menyatakan bahwa cukup hanya melakukan jamuan makan dengan kambing satu ekor.

Seekor kambing di Arab biasanya digunakan untuk jamuan makan 10 orang.

Jamuan makan tersebut berfungsi agar pernikahan diketahui orang lain sehingga tidak menjadi fitnah.

Terakhir, Ustadz Abdul Somad berpesan jangan sampai memaksakan pesta pernikahan yang mahal sehingga akhirnya terlilit utang.

Wallahu a’lam.

 

Baca Juga

Wakil Walikota Medan, H. Aulia Rachman, S.E. Apresiasi Pendidikan YPSA

DERAS.CO.ID – Kegiatan program ULAMA DAN UMARA BERBICARA kali ini bersama narasumber H. Aulia Rahman, …