Monday , September 27 2021
Beranda / Featured / Hijrah Membuktikan Bahwa Rasullullah SAW Tidak Bergantung Kepada Mukjizat
Hijrah dan Sunnatullah

Hijrah Membuktikan Bahwa Rasullullah SAW Tidak Bergantung Kepada Mukjizat

Hijrah dan Sunnatullah

DERAS.CO.ID – Kalau ada orang yang berhak bersandar kepada mukjizat untuk merahi suatu keberhasilan maka orang itu adalah Rasullullah SAW. Bagaimana tidak, bukankah dia seorang Nabi dan Rasul? Bukankah dia membawa misi dari Tuhan? Apalagi dia (Rasul) berada dalam kondisi yang lemah, tertindas dan tidak banyak pengikut. Tapi apakah beliau hanya berharap kepada mukjizat dari Tuhan yang telah mengutusnya? Apakah beliau menanti berbagai keajaiban terjadi.

Peristiwa hijrah merupakan bukti kuat bahwa Rasullullah SAW tidak bergantung kepada mukjizat, segala usaha menusiawi beliau optimalkan yaitu :

  • Menjaga kerahasiaan hijrah yang tahu hanyalah Abu Bakar dan keluarganya.
  • Meminta Ali bin Abi Thalib tidur dikamarnya untuk mengelabui orang-orang quraisy.
  • Menyewa seorang guide yang berpengalaman untuk menunjukkan jalan ke Madinah dan ini yang menjadi acuan adalah skill dan kompetensi tidak masalah meskipun ia seorang musyrik.
  • Membeli unta yang sehat dan kuat untuk dijadikan tunggangan menuju Madinah, ketika Abu Bakar ingin membayarkannya Nabi menolak. Beliau yang membayarnya dari uang pribadi. Ya, perjuangan memang butuh pengorbanan tidak boleh menjadi beban bagi orang lain.
  • Memilih arah selatan (Yaman) yang tidak biasa ditempuh orang-orang yang ingin Yatsrib (Madinah).
  • Menugaskan Abdullah putra Abu Bakar untuk selalu memantau situasi dan menyampaikan semua informasi kepada Rasullullah SAW dan ayahnya Abu Bakar
  • Untuk menghapus jejak kaki Abdullah yang datang ke tempat persembunyian Rasullullah SAW dan Abu Bakar, ditugaskanlah Amir bin Fuhairah untuk menggembala kambing di daerah yang dilalui oleh Abdullah.

Bukankah ini strategi yang luar biasa dan perencanaan yang sangat matang? meskipun demikian Rasullullah SAW dan Abu Bakar r.a hampir saja di temukan oleh orang-orang yang terus berusaha mencari keduanya. Disinilah datang intervensi langit, setelah semua daya dan upaya dimaksimalkan dan semua usaha manusia dioptimalkan.

Dijelaskan dalam Alquran “jika kamu tidak menolongannya maka sesungguhnya Allah telah menolonganya, ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Makkah) yaitu dua orang; ketika keduanya berada dalam gua ketika itu ia berkata kepada sahabatnya jangan engkau bersedih sesungguhnya Allah bersama kita, maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya dan membantunya dengan bala tentara yang tidak terlihat olehmu dan Dia (Allah) menjadikan kalimat orang kafir itu rendah dan kalimat Allah yang tinggi dan Allah maha perkasa lagi maha bijaksana.”  (QS : At-Taubah : 40)

Bahkan seorang pemburu ulung dari suku Madlij bernama Suraqah yang begitu bersemangat mengejar keduanya karena tergiur dengan hadiah yang disiapkan pemuka-pemuka quraisy Suraqah berhasil menemukan keduanya, tetapi ketika seluruh usaha manusiawi sudah di kerahkan dan yang tersisa hanyalah tawakkal, maka bantuan Allah SWT datang dalam bentuk yang tidak diduga-duga kuda yang ditunggangi Suraqah terperosok, kemudian ia bangkit dan mencoba lagi tapi tetap tidak berhasil, Suraqah baru sadar bahwa sosok yang dikejarnya dilindungi.

Akhirnya Suraqah pulang ke Makkah setiap bertemu dengan orang yang ingin mencari Rasullullah SAW dan Abu Bakar r.a ia berkata ‘Berbaliklah dari arah sini tidak ada’ dan mereka pun berbalik karena percaya dengan ucapan Suraqah. Suraqah berubah dalam sesaat dari pengejar menjadi penjaga atau dari lawan menjadi kawan.

BACA JUGA : Sejarah Singkat Penanggalan Tahun Hijriyah

Keliru kalau terlalu mengandalkan usaha manusiawi seolah-olah semua akan berhasil dengan keterampilan yang dimiliki dan usaha yang dikerahkan.

Keliru juga menanti keajaiban dari langit seolah semua bisa berubah sekejap mata begitu saja. Tanpa disadari mental seperti ini menghinggapi sebagian orang  yang menunggu kedatangan Imam Mahdi dengan segala kemampuan luar biasa yang dimilikinya.

Kita perlu mengkaji lebih dalam peristiwa hijrahnya Rasullullah SAW agar kita memahami bagaimana menyeimbangkan antara al-akhdzu bil asbab dengan at-tawakkul al-haq

Sumber : Ust Yendri Junaidir (Al-Azhar University)

Baca Juga

Wakil Walikota Medan, H. Aulia Rachman, S.E. Apresiasi Pendidikan YPSA

DERAS.CO.ID – Kegiatan program ULAMA DAN UMARA BERBICARA kali ini bersama narasumber H. Aulia Rahman, …