Sunday , November 28 2021
Beranda / Featured / Banjir Bandang di Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara

Banjir Bandang di Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara

Labuhanbatu – Hujan deras yang mengguyur wilayah Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), sejak kemarin menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan. Selain banjir tanah longsor terjadi di beberapa wilayah setidaknya  ada empat kecamatan yang telah melaporkan peristiwa banjir dan tanah longsor yakni Rantau Utara, Rantau Selatan, Bilah Hulu, dan Bilah Barat serta ketinggian air mencapai 2 meter di beberapa titik.

Total terdampak banjir bandang adalah sebagai berikut:

1. Lingkungan    : Sibuaya
Kelurahan       : Sioldengan
Kecamatan     : Rantau Selatan
Kabupaten      : Labuhanbatu
Provinsi           : Sumatera Utara
Jumlah rumah terendam banjir : 25 kk
Jumlah jiwa terdampak                : 100 jiwa

2. Lingkungan    : Balai desa
Gag                  : Sederhana
Gag                  : Jaman
Kecamatan    : Rantau Utara
Kabupaten    : Labuhanbatu
Provinsi         : Sumatera Utara
Jumlah rumah terendam banjir : 110 unit

3. Desa               : Emplasmen
Kecamatqn   : Bilah Hulu
Kabupaten    : Labuhanbatu
Provinsi         : Sumatera Utara
Jumlah rumah terendam banjir : 158 unit

3. Jl. H. Adam Malik
Gag : Selamat
kelurahan  : Sirandorung
kabupaten : Labuhanbatu
Provinsi     : Sumatera Utara
Jumlah rumah terendam banjir : 30 unit

“Semua parah rata-rata kecamatan, menurut laporan anggota tingginya ada yang mencapai 2 meter rata-rata rumah yang ada di bawah-bawah (dekat bantaran sungai) tinggi air mencapai 2 meter”, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu. Atia Muktar kepada wartawan senin (16/8/2021).

Petugas BPBD masih berupaya mengevakuasi warga ataupun membantu kelancaran lalu lintas kendaraan, tak ada laporan korban jiwa akibat banjir  belum ada yang melapor. Beberapa wilayah di Rantauprapat yang paling parah mengalami banjir adalah perumahan warga di Balai Desa, Sibuaya serta Pangkatan. Banjir juga melanda Kecamatan Bilah Hulu, “mulai dari kantor Camat, Emplasemen hingga seputaran kota terendam semua,” kata Camat Bilah Hulu, Hamdi Ritonga.

Air juga masih menggenangi banyak tempat di Aek Nabara. Ketinggiannya, menurut Hamdi sekitar 50 cm. Dia mengatakan banjir menghambat arus kendaraan kemacetan parah pun terjadi di berbagai ruas titik jalan”. Sudah mulai surut namun kemacetan parah terjadi di mana-mana,” katanya.

Tanah longsor juga terjadi di dua titik di Bilah Barat, material longsor mengakibatkan akses jalan warga terganggu. “Warga harus melewati jalan memotong yang jaraknya lebih jauh sekitar 5 km”, kata Camat Bilah Barat Muhammad Noor.

Tanah longsor terjadi di dua lokasi yakni Dusun Padang Laut, Desa Tanjung Medan dan di Lobu Desa Bangun Sari. Dia juga mengatakan belum ada laporan soal korban jiwa akibat banjir dan longsor. “ini belum semua desa melaporkan wilayahnya, masih wilayah yang kita dengar juga yang terkena bencana tapi belum yang melaporkan wilayah kita ini kan berada di Bukit Barisan”, kata Noor.

***

Baca Juga

Inalum Bantu Penanggulangan Covid-19 di Tapanuli Utara

DERAS.CO.ID – Taput– Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungannya, PT INALUM (PERSERO) menyalurkan bantuan …