Monday , September 27 2021
Beranda / Featured / Penyidik KPK: Kalau Saya Aktif, Saya Geret itu Harun Masiku

Penyidik KPK: Kalau Saya Aktif, Saya Geret itu Harun Masiku

DERAS.CO.ID – Kasus Harun Masiku mendapat angin baru, Ronald Sinyal penyidik KPK yakin buron kasus suap pergantian antar waktu anggota DPR itu ada di dalam negeri. Ronal mendapatkan informasi bahwa bahwa harun, 50 tahun, kembali ke tanah air sejak cegah tangkal bepergiannya tak berlaku lagi pada januari lalu. “Saya yakin dia ada di Indonesia”, ujarnya, dua hari lalu dilansir koran tempo.

Harun merupakan figur penting karena menjadi kunci keterlibatan petinggi PDIP dalam kasus suap pengurusan penggantian antar waktu anggota DPR. Harun disebut menyuap komisioner KPU Wahyu Setiawan agar bisa duduk di kursi DPR menggantikan politikus partai banteng yang meninggal dunia.

Harun menyerahkan uang sogokan Rp 900 juta lewat Saeful Bahri kader PDIP, Saeful Bahri melaporkan perjalanan duit suap itu kepada sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. KPK mengendus suap tersebut dan menangkap Wahyu pada 8 Januari 2020.

Investigasi majalah Tempo mengungkap bahwa Hasto bersama Harun Masiku beberapa jam setelah KPK menciduk Wahyu, Hasto juga disebut memerintahkan Harun Masiku merendam ponselnya ke dalam air.

Mahkama Agung memperberat hukuman Wahyu menjadi 7 tahun penjara, sementara itu Saeful Bahri divonis 1 tahun 8 bulan penjara. Dalam putusannya hakim menyebutkan Harun Masiku, Saeful dan Wahyu terbukti bersama-sama melakukan korupsi.

18 bulan buron, KPK tak kunjung bisa menciduk Harun Masiku. Wakil ketua KPK Alexander Marwata mengatakan mereka telah membentuk satuan tugas untuk mencari Harun Masiku dan buronan lain KPK, satuan tugas ini bekerja sama dengan kepolisian di daerah-daerah.

Namun berbeda dengan buronan, tidak ada poster Harun Masiku di berbagai kantor kepolisian termasuk di Gowa, Sulawesi Selatan, kediaman istri Harun. Foto Harun hanya terpampang di situs web KPK, di poster itu tertulis permintaan agar warga menelepon ke nomor 198 atau kantor kepolisian jika memiliki informasi keberadaan Harun Masiku.

Kepala humas kepolisian RI Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan petugas di berbagai daerah masih terus mencari keberadaan buronan Harun Masiku “kami berkoordinasi terus”, kata dia. Sebelumnya divisi hubungan internasional kepolisian RI menyatakan poster Harun Masiku tak muncul di situs web interpol demi percepatan koordinasi dengan markas interpol di Prancis.

Keluarga Harun Masiku juga kehilangan jejak sejak menjadi buron, Harun putus komunikasi dengan keluarga, “kami juga tidak tahu, apakah sudah dibunuh atau bagaimana”, kata kerabat yang menolak disebutkan namanya.

KPK menyatakan sempat mendeteksi keberadaan Harun di luar negeri, namun mereka tidak dapat mengejarnya karena berbagai aturan karantina di luar negeri terkait dengan Covid-19

Namun sekelompok penyidik termasuk Ronald Sinyal dan Harun Al Rasyid mengantongi informasi berbeda, Harun Masiku berada di Indonesia. Sayangnya mereka tidak bisa bergerak mengejar buron Harun Masiku, sebab mereka telah berstatus nonaktif karena dinilai tak lolos tes wawasan kebangsaan.

Bersama 56 pegwai lain Harun Al Rasyid cs terancam terdepak dari KPK per 1 November mendatang, “kalau saya aktif, saya geret itu Harun Masiku”, kata dia.

Juru bicara KPK Ali Fikri meminta setiap orang yang punya info keberadaan Harun Masiku untuk melapor bisa ke KPK maupun kepolisian “untuk kami tindak lanjuti”, kata Ali kemarin.

[Sumber : Koran Termpo 7/9/2021]

Baca Juga

Luhut Laporkankan Haris Azhar Gegara Gunung Emas Blok Wabu Harta Karun 207 T

DERAS.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, melaporkan Direktur Lokataru Haris …