Thursday , October 28 2021
Beranda / Featured / Permintaan Maaf Ust Yahya Waloni, Batalkan Praperadilan

Permintaan Maaf Ust Yahya Waloni, Batalkan Praperadilan

DERAS.CO.ID – Ustadz Yahya Waloni secara mengejutkan menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya kalangan Nasrani terkait pernyataan yang pernah ia lontarkan dalam satu ceramah yang viral di Youtube.

Permohonan maaf itu disampaikan ust. Yahya Waloni saat mencabut atau membatalkan praperadilan yang sebelumnya diajukan oleh mantan kuasa hukumnya Abdullah Alkatiri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

“Dihadapan khalayak, dihadapan yang mulia dan dihadapan wartawan saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, wabil khusus kepada saudara-saudaraku sebangsa setanah air kaum Nasrani”, kata ust. Yahya di ruang sidang PN Jaksel, Senin (27/9/2021).

Menurut ust. Yahya masalah yang ia hadapi bukanlah perkara berat melainkan hanya persoalan etika dan moralitas, padahal menurutnya Nabi Muhammad selalu mengedapankan akhlak yang baik.

Sebagian orang yang tumbuh besar di lingkungan yang mengajarkan norma dan moral, ia mengaku khilaf karena tidak memberi contoh yang baik dalam berdakwah sehingga melampaui batasan etika dalam bermasyarakat.

“Yang saya sangat sesali setelah melihat video itu rasanya tidak sesuai dengan apa yang saya tekuni selama ini sebagai seorang pendakwah”, ujar ust. Yahya.

Setelah mencabut atau membatalkan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka, ust. Yahya Waloni lantas berterima kasih kepada majelis hakim dan menyatakan akan menghadapi proses hukum yang menjeratnya dengan jantan.

Ust. Yahya Waloni berharap dirinya akan mendapatkan hikmah dari Allah agar bisa menjadi pendakwah yang bisa dicontoh.

Menanggapi hal ini hakim tunggal PN Jaksel Anry Widyo Laksono mengatakan bahwa agenda persidangan tersebut bukan pemeriksaan materi. Meski demikian ia menilai permohonan maaf yang disampaikan ust. Yahya Waloni merupakan haknya.

“Itu adalah hak saudara untuk menyampaikan karena kebetulan di sini juga hadir banyak orang”, kata Anry.

Ust. Yahya Waloni diketahui melontarkan pernyataan yang diduga menistakan agama lain dalam salah satu ceramahnya. Dalam ceramah yang direkam dan diunggah ke youtube itu ust Yahya Waloni menyebut kitab injil palsu dan fiktif.

Beliau lantas dilaporkan oleh masyarakat cinta pluralisme pada selasa (27/4/2021) dengan register nomor : LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM dan ditetapkan sebagai tersangka.

Selang beberapa waktu kuasa hukum ust Yahya Waloni, Abdullah Alkatiri mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka ust Yahya Waloni ke PN Jaksel, ternyata ust Yahya Waloni kemudian mencabut atau membatalkan praperadilan dengan dalih gugatan itu diajukan tanpa sepengetahuan ust Yahya Waloni. Pendakwah itu lantas menulis surat yang menyatakan bahwa praperadilan dan kuasa yang ia berikan pada Abdullah dicabut.

Hakim tunggal PN Jaksel lantas menanyakan keputusan ini kepada ust Yahya Waloni hingga beberapa kali dalam persidangan.

“Saya tanyakan sekali lagi, saudara Yahya Waloni tegaskan saja apakah saudara tetap ingin melanjutkan praperadilan ini ataukah saudara aka tetap menggunakan kuasa hukum yang hadir sekarang ini?” tanya Anry.

“Tidak (lanjutan praperadilan) yang mulia, saya membatalkan”, kata ust Yahya.

Anry kemudian mengabulkan permohonan pencabutan praperadilan ini, sebab ust Yahya tidak mengizinkan kasusnya dibawa ke praperadilan.

“Dengan sendirinya pemohonan untuk pencabutan dimaksud patut untuk dikabulkan”, kata Anry.

 

Baca Juga

Menyambut Datangnya 12 Robiul Awal, Hari Lahirnya Manusia Paling Mulia Pemimpin Agung Nabi Muhammad SAW

DERAS.CO.ID – Sayidah Aminah berkata Ketika aku mengandung “Kekasihku” Muhammad SAW diawal masa kehamilanku yaitu …