Sunday , November 28 2021
Beranda / Featured / Ditetapkan Sebagai Tersangka Terorisme, Tiga Ulama yang Ditangkap Densus 88 Dituding Terlibat Jamaah Islamiyah

Ditetapkan Sebagai Tersangka Terorisme, Tiga Ulama yang Ditangkap Densus 88 Dituding Terlibat Jamaah Islamiyah

DERAS.CO.ID – Densus 88 antiteror Polri menetapkan tiga ulama yang ditangkap yakni Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustadz Farid Ahmad Okbah, pengurus Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Ahmad Zain An-Najah dan Ustadz Anung Al-Hamad sebagai tersangka dugaan tindak pidana terorisme.

“Sudah tiga orang ditetapkan sebagai tersangka”, kata kabag Banops Densus 88 antiteror Polri Kombes Aswin Siregar Saat dikonfirmasi, Selasa (16/11/2021) seperti dilansir CNN Indonesia.

Sementara itu Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan ketiga tersangka tersebut ditangkap di Bekasi Jawa Barat, Selasa (16/11/2021) pagi, mereka dituduh sebagai bagian dari Jamaah Islamiyah (JI).

“Yang ditangkap tiga orang”, kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2021) seperti dilansir Antara.

Identitas kegiatannya yaitu (AA) bekerja sebagai dosen ditangkap selasa pagi pukul 05.49 WIB di tempat tinggalnya jalan Raya Legok Blok Masjid Jatimelati Pondok Melati Kota Bekasi.

Terduga berikutnya berinisial AZ (50) berprofesi sebagai dosen ditangkap pukul 04.39 WIB di wilayah Merbabu Raya perumahan Pondok Melati Bekasi, yang ketiga berinisial FAO ditangkap di kelurahan Jati Melati Kota Bekasi.

Sebagai informasi, AA adalah Dr. Anung Al-Hamad, AZ adalah Dr. Ahmad Zain An-Najah, M.A. dan FAO Farid Ahmad Okbah, M.A. ketiganya adalah pimpinan dan pengajar di pesantren tinggi ‘Al-Islam’ Jati Melati Pondok Melati Bekasi.

Menurut Ramadhan tiga orang yang ditangkap itu memiliki peran sebagi pengurus dan Dewan Syuro Jamaah Islamiyah (JI).

“FAO merupakan tim sepuh atau Dewan Syuro JI, AZ juga Dewan Syuro JI, sedangkan AA itu anggota pengawas Perisai Nusantara Esa (PNE) tahun 2017”, kata Ramhadan.

Adapun keterlibatan ketiga terduga yakni AZ selain Dewan Syuro JI juga menjabat ketua Dewan Syariah Lembaga Amil  Zakat Baitul Maal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA). LAZ BM ABA dituduh sebagai yayasan yang dibentuk oleh JI untuk menggalang dana umat.

kemudia FAO selain disebut sebagai tim sepuh atau Dewan Syuro JI, juga menjabat sebagai dewan Syariah LAZ BM ABA.

“sekitar tahun 2018 memberikan uang tunai sebesar 10 juta untuk Perisai Nusantara Esa (PNE)”, tuduh Ramadhan

Selain itu lanjut Ramadhan, pada tahun 2019 FAO diketahui mengikuti pertemuan di Islamic Center Bekasi. Dalam pertemuan tersebut kata Ramadhan, FAO menyampaikan pembinaan kader JI harus maksimal agar ketika sudah masuk dalam bidang-bidang JI dan di tempatkan di berbagai tempat di Indonesia tetap dapat menjalankan tugas dengan baik.

FAO disebut memberikan solusi kepada Arif Siswanto (Kap) terkait pengamanan JI pasaca penangkapan Aji Parawijayanto dengan membuat wadah baru.

“Adapun partai yang dibentuk oleh FAO dan AZ adalah Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI)”, tuding Ramadhan.

(*)

Baca Juga

Mulai 1 Desember ini Arab Saudi Izinkan WNI Masuk Tanpa Transit

DERAS.CO.ID – Arab Saudi akan mulai mengizinkan pendatang dari enam negara termasuk Indonesia masuk langsung …