Sunday , November 28 2021
Beranda / Featured / Pengajian Akbar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA)

Pengajian Akbar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA)

DERAS.CO.ID – Kegiatan program pengajian Tabligh Akbar YPSA dilaksanakan dipelataran Masjid Shafiyyatul Amaliyyah bersama narasumber Ustadz Prof. Dr. Muzakkir, M.A. Guru besar UINSU yang disiarkan langsug dari YPSA pada Sabtu (06/11/2021) di kanal youtube YPSA TV. Beliau menyampaikan ada empat hal yang akan dipertanggungjawabkan dalam kehidupan ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh pembina YPSA, Ketua Umum YPSA, Sekretaris Umum YPSA, Dewan Pengurus dan Seluruh guru dan staf YPSA. Hadir juga Komandan batalion raider 100, Komandan koramil Medan Sunggal, Kapolsek Medan Sunggal, Lurah Tanjung rejo kecamatan Medan Sunggal, Serta seluruh tamu undangan dari orang tua murid YPSA dan masyarakat umum.

Dalam tausyiah yang disampaikan, beliau menyampaikan bahwa ada empat hal yang akan dipertanggungjawabkan dalam kehidupan ini yaitu  pertama umur, umurnya habis digunakan untuk apa, kedua tentang jasadnya/badan digunakan untuk apa, ketiga ilmunya yaitu bagaimana mengamalkannya dan yang kempat tentang hartanya dari mana ia mencarinya atau ia mendapatkannya dan kemana ia membelanjakannya.

Pengajian Akbar YPSA ini rutin dilaksanakan dalam setiap satu bulan sekali, guna untuk menjalin silaturahmi serta menambah ilmu sekaligus menambah ketakwaan kita kepala Allah Subhanahu wa ta’ala.

Program pengajian akbar ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali oleh YPSA melalui kanal Youtube YPSA TV sebagai bagian dari komitmen YPSA untuk menyiarkan program-program yang bermanfaat. Untuk dapat melihat seluruh program-program pengajian akbar yang ada di YPSA silakan subscribe di kanal Youtube YPSA TV.

Kegiatan pengajian Tabligh Akbar ini dilaksakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

 

Baca Juga

Mulai 1 Desember ini Arab Saudi Izinkan WNI Masuk Tanpa Transit

DERAS.CO.ID – Arab Saudi akan mulai mengizinkan pendatang dari enam negara termasuk Indonesia masuk langsung …