Tuesday , June 25 2024
Beranda / Featured / PASI Sumut Merasa Sangat Kehilangan, David Luther Lubis: Almarhumah Hj. Suryati Mariza Adalah Pahlawan Atletik

PASI Sumut Merasa Sangat Kehilangan, David Luther Lubis: Almarhumah Hj. Suryati Mariza Adalah Pahlawan Atletik

DERAS.CO.ID – MEDAN, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), sangat merasa kehilangan Almarhumah Hj. Suryati Mariza, yang meninggal dunia karena kecelakaan di Jalan Tol Pekanbaru pada, Sabtu (23/4/2022) sore.

Almarhumah Hj. Suryati Mariza merupakan legenda pelari Sumut dan nasional, yang telah menorehkan prestasi yang membanggakan Sumut dalam event nasional hingga internasional.

“Bagi PASI Sumut, almarhumah Hj. Suryati Mariza adalah pahlawan kami dari atletik Sumut. Kami (PASI Sumut) sangat merasakan kehilangan”, sebut Ketua PASI Sumut, Dr. David Luther Lubis saat memberikan sambutan saat jenazah Almarhumah Hj. Suryati Mariza dibawa dari rumah duka di Perumahan Menteng Indah Blok D VI No. 25, Kecamatan Medan Amplas, untuk di Shalatkan dan di makamkan Minggul (24/4/2022).

David menjelaskan, selama menjadi atlet lari Sumut Almarhumah Hj. Suryati Mariza telah menorehkan atau menyumbangkan 6 medali emas. Dan setelah berhenti sebagai pelari, Almarhumah juga melatih atlet lari di Sumut.

“Saya berharap, prestasi Nasional dan internasional yang telah torehkan Almarhumah Hj. Suryati Mariza, bisa memacu atletik-atletik Sumut. Apalagi, atletik Sumut dilatih Almarhumah semasa hidupnya”, ungkap David Luther Lubis.

Ketua PASI Sumut juga mendoakan agar Allah SWT melapangkan kubur Almarhumah, dan kebaikan-kebaikan selama hidup menempatkan Almarhumah di Surga Allah SWT.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, diberi kesabaran dan tabah atas musibah ini. Dan kepada abangda Irwan Pulungan suami Almarhumah dan putrinya serta yang mengalami kecelakaan bisa secepatnya diberi kesembuhan”, sebut David.

Diketahui, kabar duka datang dari dunia atletik tanah air. Legenda pelari Sumut dan nasional, Hj. Suryati Mariza meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Tol Pekanbaru, Sabtu (23/4/2022) sore.

Suryati yang juga Pelatih atletik Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatra Utara ini, mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami kecelakaan.

Suryati Mariza meninggal di usia 52 tahun. Sementara sang suami Irwan Pulungan, mantan atlet atletik Sumut mengalami luka-luka bersama seorang putrinya.

Irwan Pulungan, suami Almarhumah Hj. Suryati menyebut mobil yang mereka kenderai dihantam dari belakang

Diceritakan Irwan Pulungan, kejadian tragis itu. Saat itu mereka sedang dalam perjalanan mudik ke Semarang bersama seorang putrinya.

“Saat itu kami tidak melaju kencang, saya juga tertidur di samping sopir. Tapi mobil kami dihantam dari belakang”, kata Irwan Pulungan yang merupakan mantan atlet Sumut tahun 1980-an.

Jenazah Hj. Suryati kemudian dibawa ke Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru. Jenazah selanjutnya dalam perjalanan ke rumah duka di Kompleks Menteng Indah Medan. Jenazah rencananya akan dimakamkan Minggu (24/4/2022).

Hj. Suryati Mariza termasuk deretan pelari legenda tanah air. Suryati lahir di Salatiga 1970. Dia dibesut Yon Daryono di klub Dragon Salatiga Jawa Tengah.

Berdasarkan data di athleticspodium, Suryati merajai SEA Games sejak tahun 1989. Saat itu ia mempersembahkan medali emas lari marathon dengan catatan waktu 2:45:43.

Sementara di SEA Games 1991, Suryati meraih perak lari 10.000 meter. Suryati kembali merajai nomor marathon SEA Games 1993 di Singapura lagi-lagi di nomor marathon dengan catatan waktu 2:50:58.

Sementara di tingkat nasional, Suryati meraih medali emas PON 1989 dari nomor 5000 meter, 10.000 meter dan marathon. Kemudian dia hijrah ke Sumut mengikuti suaminya Irwan Pulungan. Tahun 1993 ia mempersembahkan emas untuk Sumut di PON dari nomor 10 ribu meter.

Suryati pensiun usai PON 1996. Dia lalu berkarier sebagai PNS. Suryati kemudian menjadi pelatih. Dia turut andil atas lahirnya atlet-atlet Sumut seperti Edy Haryanto Harahap, Nyai Prima Agita Siregar, Jende Ngena Bangun, Yogi Triono, Sugianto dan lainnya.

(drs)

Baca Juga

Buntut Siswi SMAN 8 Tinggal Kelas, Formapera Desak Kepsek dan Kadisdisu Dicopot

Medan: Kasus tinggal kelas yang dialami MSF, siswa kelas XI di SMA Negeri 8 Medan …