Beranda / Featured / Bareskrim Sita Aset Kasus Rusun Cengkareng Era Ahok Rp 700 Miliar

Bareskrim Sita Aset Kasus Rusun Cengkareng Era Ahok Rp 700 Miliar

DERAS.CO.ID – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) menyita total aset hingga mencapai lebih dari Rp 700 miliar dalam kasus pengadaan lahan untuk  rumah susun di Cengkareng era gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam kasus itu penyidik menaksir kerugian keuangan negara yang timbul mencapai Rp 649 miliar.

Para tersangka yang telah dijerat ialah mantan kepala bidang pembangunan perumahan dan permukiman dinas perumahan dan gedung pemerintah provinsi DKI Jakarta Sukmana beserta pihak swasta bernama Rudy Hartono Iskandar. Polisi pun telah menjerat para kedua tersangka dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Dari hasil pendalaman, kami bisa mengaitkan tindak pidana pencucian uang. Kemudian kami sudah melakukan aset recovery sekitar Rp 700 miliar”, kata direktur tindak pidana korupsi Bareskrim Polri Brigjen Cahyono Wibowo kepada wartawan, Rabu (8/6/2022), dilansir CNNIndonesia.

Menurut Cahyono uang hasil kejahatan dalam perkara ini diduga dialihkan oleh para tersangka menjadi sejumlah aset-aset lain. Bahkan terdapat korporasi yang dibuat oleh tersangka untuk kemudian menjadi modus pencucian uang.

Oleh sebab itu penyidik melakukan penyitaan terhadap aset yang kini jika dijumlahkan melebihi dari nilai kerugian keuangan negara.

Tersangka (RHI) melakukan penarikan beberapa kali terhadap uang tersebut kemudian dilanjutkan dengan melakukan penukaran terhadap mata uang asing. Kemudia menggunakan uang hasil tersebut untuk membeli aset di Jakarta dan aset-aset lainnya”, jelasnya.

Adapun aset yang disita dari para tersangka ialah uang tunai sebesar Rp 1,7 miliar, tanah dan bangunan di wilayah TB Simatupang Cilandak timur seharga Rp 371,4 miliar, satu tanah lain di wilayah Cilandak Barat sebesar Rp 100,3 miliar dan aset tanah dan bangunan di Palmerah senilai Rp 2,7 miliar.

Aset itu merupakan hasil dari penyidikan dalam kasus dugaan korupsi atau tindak pidana asal.

Sementara aset lain yang disita terakait kasus TPPU ialah tanah dan bangunan di Cilandak Barat seharga Rp 166,2 miliar, satu bidang tanah dan bangunan di Kuta dan Denpasar Bali sebesar Rp 57,3 miliar dan penyidik juga menyita saham pondok indah golf sebesar 1,2 miliar.

“Total nilai pemulihan aset sebanyak Rp 700,97 miliar”, jelasnya.

“Kami juga sudah bekerja sama dengan otoritas luar negeri FBI untuk terkait masalah yang transfer ke luar negeri”, tambah dia.

Adapun perkara itu terkait dengan pembelian lahan seluas 4,69 hektare dan 1.137 meter persegi di Cengkareng pada November 2015.

Koran Tempo saat itu menyoroti kasus ini dengan headline “DKI BELI TANAH RP 648 MILIAR MILIK SENDIRI“.

(*)

Baca Juga

Perbedaan Haji Furoda, Haji Plus dan Haji Reguler

DERAS.CO.ID -Peristiwa calon haji yang tak diterima masuk ke Arab Saudi lantaran memakai visa haji …