Friday , September 30 2022
Beranda / Featured / Sholat Idul Adha 1443 H di YPSA, Hikmah dari Ibadah Haji Dapat Diaktualisasikan Dalam Kehidupan Sehari-hari

Sholat Idul Adha 1443 H di YPSA, Hikmah dari Ibadah Haji Dapat Diaktualisasikan Dalam Kehidupan Sehari-hari

DERAS.CO.ID – Masjid Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) melaksanakan Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 H yang bertepatan jatuh pada hari Ahad tanggal 10 Juli 2022 M, yang dilaksanakan di lapangan Raz Garden YPSA, Ahad (10/7/2022).

Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1443 H di lapangan Raz Garden YPSA dengan Imam dan Khatib Ustadz DR. Muhammad Arif, M.A., dihadiri oleh civitas akademika YPSA dan warga sekitar YPSA.

Dalam khutbah Idul Adha yang disampaikan, beliau mengatakan ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita petik dari pelaksanaan ibadah Haji yang dapat kita aktualisasikan di dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama adalah Ihram, Ihram mengajarkan bahwa dalam segala sesuatu harus dikerjakan dengan niat yang baik.

عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya dengan niat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka ia akan mendapati hijrahnya itu sesuai dengan yang ia niatkan ke mana ia hijrah”, (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits).

Bahkan segala sesuatu aktifitas yang kita lakukan dan kerjakan maka harus disertakan dengan niat yang baik agar bernilai ibadah disisi Allah swt.

Kedua Arafah, inti dari ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah, mengajarkan kepada kita bahwa manusia harus berhenti sejenak untuk merenungkan diri, mengingat kesalahan-kesalahan untuk bermuhasabah diri setiap waktu.

() يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan“, (QS. Al-Hasyr: 18).

Ketiga Tawaf, tawaf yaitu mengelilingi ka’bah mengandung makna bahwa gerakan hidup kita bukanlah sekedar gerakan aktifitas hidup sehari-hari melainkan segala gerak hidup kita terjadi menuju kepada Allah swt. Semua ibadah yang kita lakukan tertuju kepada Allah swt.

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Katakanlah Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam“, (QS: Al-An’am [6]: 162).

Keempat Sa’i yaitu, yaitu berjalan dari bukit Shafa ke Marwah yang diabadikan oleh proses Siti Hajar yang sangat gigih bekerja keras untuk mendapatkan air untuk anaknya yang kehausan yaitu Ismail.

Menunjukkan rasa kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, kasih sayang terhadap keluarga yang harus ditanamkan dalam diri kita. Allah menyuruh kita untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka.

() يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan“, (QS: At-Tahrim: 6).

Kelima Tahallul, Tahallul adalah mencukur sebahagian atau seluruh rambut yang ada di kepala kita. Rambut merupakan mahkota atau simbol kebanggan dan ketampanan, dicukur sebahagian atau semua adalah untuk menghilangkan rasa kesombongan yang dalam diri kita.

() وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri“, (QS: Luqman: 18)

() وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا

Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung“, (QS: Al-Isra’: 37).

Keenam Melontar Jumrah, adalah peristiwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam digoda oleh syetan dan iblis ketika ingin melakukan perintah Allah yaitu menyembeli anaknya (Ismail), tetapi Nabi Ibrahim dapat mematahkan godaan syetan dan iblis tersebut.

Melontar Jumrah terbagi tiga yaitu Jumratul Ula, Jumratul Wustho dan Jumratul Aqobah, menunjukkan bahwa bentuk-bentuk syetan dalam kehidupan kita banyak sekali, seperti godaan teman, anak, istri dan lain-lain yang dapat melalaikan kita dari mengingat Allah swt.

() وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ () إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui“, (QS: Al-Baqarah: 168-169).

Beliau juga mengatakan, ibadah Haji bukan sekedar ritual ibadah saja tetapi bermanfaat untuk kebaikan kehidupan kita di dunia maupun di akhirat.

Turut hadir juga dalam pelaksanaan sholat Idul Adha keluarga besar YPSA Bapak Pembina YPSA Buya Drs. H. Sofyan Raz, Ak.,M.M. Ketua Umum YPSA Umi Hj. Rahmawaty Sofyan Raz, Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi.Psikolog, Pengawas Umum YPSA Dr. Hasfi Fauzan Raz, Bendahara Umum YPSA Hizrian Fathullah Raz, B.Com., M.Sc. beserta kepala sekolah, guru dan staf YPSA

(*)

Baca Juga

deras.co.id

Kerap Terendam Banjir, Jalan Marelan Raya Rusak Parah

DERAS.CO.ID – Belawan – Meski beberapa pekan lalu sempat ditimbun dengan menggunakan pasir batu oleh …