Tuesday , December 6 2022
Beranda / Featured / Dapat Intimidasi, Keluarga Korban Kerusuhan Kanjuruhan Cabut Permohonan Autopsi
deras.co.id

Dapat Intimidasi, Keluarga Korban Kerusuhan Kanjuruhan Cabut Permohonan Autopsi

DERAS.CO.ID – Malang – Keinginan Ketua Panpel Arema, Abdul Haris dan Tim Gabungan Aremania untuk dilakukan autopsi terhadap korban Tragedi Kanjuruhan, nyaris terwujud.

Karena sudah ada keluarga korban tepatnya seorang ayah yang setuju dan mengajukan permohonan autopsi. Namun hal itu urung terwujud. Padahal autopsi semula akan dilakukan pada Kamis (20/10/2022).

Sekjen Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Andy Irfan menjelaskan jika keluarga korban mendapatkan intimidasi dari pihak Kepolisian.

Meski tidak mengarah pada tindak kekerasan, tapi rumah keluarga korban berkali-kali didatangi pihak yang mengaku dari Kepolisian.

“Kemarin keluarga korban mengaku merasa terintimidasi. Mereka (Polisi) datang ke rumah keluarga korban untuk mencabut penyataan persetujuan autopsi,” kata Andy.

Cabut Persetujuan Autopsi

Karena merasa resah, akhirnya ayah korban mencabut persetujuan autopsi tersebut. Sehingga upaya Aremania untuk mendapatkan fakta yang menyebabkan ratusan korban meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan belum bisa terwujud.

“Nanti kami akan berkomunikasi lebih lanjut dengan keluarga korban,” imbuhnya. Sebenarnya, ada beberapa kejanggalan yang ditemukan Tim Gabungan Aremania dalam tragedi ini.

Mereka menganggap kematian 133 korban jiwa di Stadion Kanjuruhan juga disebabkan kandungan gas air mata yang sudah kadaluarsa. Karena tidak sedikit korban meninggal dengan kondisi tubuh menghitam.

Autopsi Masih Abu-abu

Namun demikian, ada kemungkinan autopsi tetap dilakukan dengan jenazah korban lainnya. Namun pihak Tim Gabungan Aremania dan Kontras tidak mendapatkan informasi lebih lanjut dari pihak Kepolisian.

Justru keluarga korban yang bersedia anaknya di autopsi dan didampingi oleh Tim Gabungan Aremania mendapatkan intimidasi. Artinya, seperti ada informasi yang tidak disampaikan ke publik secara utuh.

“Kalau memang mau autopsi mari kita terbuka. Libatkan komunitas, keluarga, pendampingan dan Aremania. Agar semua merasa punya akses informasi yang jelas,” imbuhnya.

 

Sumber: bola.com

Baca Juga

deras.co.id

Gunung Semeru Masih Luncurkan Awan Panas, Pengungsi Mulai Sesak Napas

DERAS.CO.ID – Kondisi Semeru usai erupsi masih meluncurkan guguran awan panas sejauh 1.000 meter dari …