Tuesday , December 6 2022
Beranda / Featured / Banjir Di Sergai Makin Meluas, 3.340 KK Di 6 Kecamatan Terdampak
deras.co.id
PUTUS: Salah satu ruas jalan penghubung Desa Punden Rejo dan Sei Merah, Kecamatan Tanjungmorawa putus total akibat luapan banjir, Kamis (17/11).

Banjir Di Sergai Makin Meluas, 3.340 KK Di 6 Kecamatan Terdampak

DERAS.CO.ID – Sergai – Kondisi banjir di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) semakin meluas.

Pasalnya, banjir yang semula hanya merendam pemukiman warga Kecamatan Seirampah, kini sudah meluas di sejumlah kecamatan seperti Dolokmasihul, Sipispis, Tebingtinggi, Seibamban dan Kecamatan Tanjungberingin.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai Fritz Ueki Prapanca Damanik kepada SIB, Kamis (17/11) menyatakan, banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Sergai ini dikarenakan tingginya curah hujan dengan durasi cukup lama pada Senin (14/11) lalu.

Situasi tersebut, lanjutnya, diperparah lagi dengan jebolnya tanggul Sungai Meriah Padang di Kecamatan Tebingtinggi.

“Selain itu, juga disebabkan air kiriman dari wilayah hulu Kabupaten Sergai, sehingga Sungai Bedagai tidak mampu menampung air dan meluap ke pemukiman warga,” ujar Firtz.

Kalak BPBD Sergai juga merinci, berdasarkan data sementara yang diterima BPBD Sergai warga terdampak banjir yakni berada di Kecamatan Dolokmasihul dengan jumlah warga sebanyak 879 kepala keluarga (KK), Sipispis 34 KK, Tebingtinggi 213 KK, Seirampah 2.091 KK, Seibamban 97 KK, dan Tanjungberingin 26 KK.

“Jadi, jika ditotalkan, sebanyak 3.340 KK di enam kecamatan yang terdampak banjir,” ucapnya.

Fritz pun mengungkapkan, pihaknya telah melakukan upaya-upaya untuk membantu warga terdampak banjir seperti melakukan koordinasi dengan camat, kepala desa, OPD terkait serta instansi lain, mendata warga yang terdampak dan menurunkan perahu karet di lokasi banjir guna mobilisasi atau mengevakuasi warga.

Selanjutnya, mendirikan Posko-posko di lokasi terdampak banjir, menyediakan logistik untuk kebutuhan warga yang mengungsi serta mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada terhadap kemungkinan naiknya ketinggian air.

“Kendala yang kita hadapi saat ini adalah masih minimnya persediaan tenda maupun perahu karet bagi warga yang mengungsi,” jelas Kalak BPBD Sergai.

236 Rumah

Sementara itu, sebanyak 236 rumah dilaporkan terendam banjir di 3 kecamatan di Deliserdang.

Selain menggenangi perumahan warga, luapan banjir juga merusak salah satu ruas jalan hingga putus total yaitu jalan penghubung antara Desa Punden Rejo dan Sei Merah, Kecamatan Tanjungmorawa, Kamis (17/11).

Rumah yang terbanyak terendam banjir yaitu di Kecamatan Bangunpurba. Diketahui sebanyak 108 unit rumah terendam banjir di enam desa di Kecamatan Bangunpurba.

Selain rumah, banjir juga turut merendam kantor Desa Suka Lawe.

“Mulai Rabu sore hingga Kamis subuh hujan deras di wilayah Bangunpurba. Sehingga Sungai Bahbalua meluap dan mengakibatkan banjir ke perumahan warga,” kata Camat Bangunpurba, Raden Mewah Ristanto.

Camat merinci, di Desa Damak Maliho terdapat 64 rumah terendam banjir. Di antaranya di Dusun III sebanyak 24 rumah, di Dusun IV ada 15 rumah, dan di Dusun VI sekitar 35 rumah.

Sedangkan di Desa Sibaganding, wilayah yang dilanda banjir adalah di Dusun I, sebanyak 14 rumah.

Di Dusun V, Desa Batu Rata, ada enam rumah warga yang digenangi banjir. Di Desa Bahbalua terdapat delapan rumah terdampak, empat di antaranya di Dusun III, dan empat lainnya di Dusun VI.

Sementara, di Desa Sei Batu Gingging, enam rumah warga di Dusun 1 terdampak banjir.

“Kondisi sekarang, air sudah surut dan sedang pembersihan rumah yang tergenang air oleh Relawan Tanggap Bencana (RTB)-17, Pemerintah Kecamatan Bangunpurba dan pemerintah desa, serta masyarakat,” sebut Raden Mewah.

Camat Lubukpakam Syahdin Setia Budi Pane bersama Lurah Paluh Kemiri, Dami Amando Sihotang meninjau dan menyalurkan bantuan paket sembilan bahan pokok (sembako) di dapur umum lapangan (dumlap) korban banjir.

Diketahui sebanyak 40 KK terdampak banjir di kelurahan tersebut.

Dapur umum dibuat di Masjid Shuhuliyah, Kelurahan Paluh Kemiri, Kecamatan Lubukpakam sekaligus sebagai posko kesehatan bagi warga terdampak.

Paket sembako yang disalurkan, yakni 50 kilogram beras, 10 papan telur, minyak goreng 5 kilogram, dan 10 kotak mie instan.

Budi menjelaskan, banjir terjadi akibat hujan yang turun dengan intensitas cukup tinggi menyebabkan debit air Sungai Batu Gingging dan Kualanamu naik.

Naiknya debit air menyebabkan beberapa rumah warga digenangi air.

Terdata, 40 rumah warga di Lingkungan I, Kelurahan Paluh Kemiri, tergenang banjir.

Sementara Camat Tanjungmorawa Ismail SSTP MSP bersama Sekretaris Kecamatan, Gontar Syahputra Panjaitan, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Tanjungmorawa, menyusuri sejumlah wilayah yang terendam banjir.

Dilaporkan sebanyak 80 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di kecamatan itu.

Wilayah yang dilanda banjir antara lain Dusun I, Desa Lengau Seprang, Kecamatan Tanjungmorawa. Di sini, Pemerintah Kecamatan Tanjungmorawa tidak membuka dapur umum, melainkan menggunakan nasi umat.

Kemudian, di Dusun I, II dan IV, Desa Punden Rejo. Di tiga dusun ini ada 45 KK terdampak.

Untuk lokasi ini, Pemerintah Kecamatan Tanjungmorawa membuka dua dapur umum dan satu posko kesehatan.

Di Jalan Tirta Deli, Dusun II, Desa Tanjungmorawa A, tepatnya di Gang Melati, Rosela, dan Anggrek, sudah sekitar dua bulan terendam air dari tali air irigasi yang airnya meluap. Warga terdampak sekitar 25 KK.

Ismail juga membenarkan salah satu ruas jalan putus total yaitu jalan penghubung antara Desa Punden Rejo dan Sei Merah, Kecamatan Tanjungmorawa.

Menurut dia, putusnya akses penghubung dua desa tersebut karena tidak sanggup menahan derasnya arus air akibat banjir yang terjadi.

Dijelaskan, Pemerintah Kecamatan Tanjungmorawa langsung memonitor hal itu. Kemudian ia berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Deliserdang, untuk langkah-langkah yang akan segera diambil.

“Kepada warga dan pengguna jalan, diimbau untuk mencari jalan alternatif. Karena terlalu berbahaya bisa tetap memaksakan diri untuk melintas jalan tersebut,” ajak Ismail.

Sementara Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDA BMBK) Deliserdang Janso Sipahutar mengakui sudah mengetahui putusnya ruas jalan dimaksud akibat luapan banjir.

“Jajaran kita sudah turun ke lokasi dan perkembangannya akan kita monitor terus. Kita akan tangani pekerjaan putus jalan tersebut apabila air banjir mulai surut,” terang Janso.

 

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

Gunung Semeru Masih Luncurkan Awan Panas, Pengungsi Mulai Sesak Napas

DERAS.CO.ID – Kondisi Semeru usai erupsi masih meluncurkan guguran awan panas sejauh 1.000 meter dari …