Tuesday , December 6 2022
Beranda / Featured / Aremania Blokade Jalan Usung Dua Keranda Mayat-Foto Korban Kanjuruhan
deras.co.id
KERANDA MAYAT: Massa Aremania membawa replika keranda yang menyimbolkan korban Kanjuruhan saat demo di Malang, Minggu (20/11). 

Aremania Blokade Jalan Usung Dua Keranda Mayat-Foto Korban Kanjuruhan

DERAS.CO.ID – Malang – Massa Aremania menggelar aksi turun ke jalan menyuarakan Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan. Beberapa di antara mereka membawa replika keranda yang menyimbolkan korban Kanjuruhan.

Dari pantauan detikJatim, ada dua keranda mayat yang dibawa pada aksi turun ke jalan kali ini. Dua keranda ini masih-masing dibungkus dengan kain warna hitam.

Tampak di salah satu keranda sebuah foto korban Tragedi Kanjuruhan terpasang. Sedangkan di keranda lainnya tertulis ‘Usut Tuntas berlogo pita duka cita Arema FC’.

“Dua keranda itu simbol dua korban dari Kelurahan Kidul Dalem,” kata Ricky salah satu Aremania kepada detikJatim, Minggu (20/11).

Keranda ini sendiri diusung oleh massa Aremania melewati Embong Brantas hingga menuju di jalan depan SPBU. Di sana, tampak dua keranda ditaruh di tengah jalan yang telah diblokade.

Sesaat kemudian sejumlah perwakilan Aremania menggelar orasi secara bergantian. Tak lama, setelah orasi itu, massa Aremania selanjutnya membubarkan diri dengan tertib.

Turun ke Jalan

Gelombang aksi aremania turun ke jalan mendesak usut tuntas tragedi Kanjuruhan dilakukan di 11 titik.

Salah satunya massa mengatasnamakan Bok Gloedoek melakukan long march di Jembatan Embong Brantas menuju SPBU Brantas, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Saat berhenti di depan SPBU Brantas, mereka berorasi dan menuntut keadilan dalam penanganan Tragedi Kanjuruhan.

Massa mengatasnamakan Bok Gloedoek mendesak agar ditegakkan keadilan kepada siapapun, apalagi terkait kemanusiaan.

“Jangan hanya 6 tersangka, usut semua yang terlibat. Harus ada yang jadi tersangka lagi,” kata salah satu aremania Ricky kepada detikJatim di Jembatan Embong Brantas, Minggu (20/11).

Massa yang ikut dalam aksi ini mulai dari anak-anak hingga orangtua adalah bentuk solidaritas dan spontanitas warga Malang.

“Apalagi di komunitas kami ada 2 korban aremania. Jadi kami meminta siapapun menegakkan keadilan untuk kemanusiaan,” tegas salah satu aremania lain, Surya.

Aksi massa berkaos hitam-hitam ini juga menyuarakan agar ada tersangka lagi dalam tragedi terparah di dunia ini. Di antaranya: “Harus Ada Tersangka Lagi, Jangan Hanya 6 Tersangka”

“Jangan Nodai Perasaan Kami Yang Terluka Berkepanjangan Akibat Tragedi Kanjuruhan” dan lain-lain.

Sementara massa yang datang dari kawasan Sawojajar rela melakukan longmarch sekitar 1 KM. Mereka longmarch dari Jalan Danau Toba dan kembali lagi ke titik awal.

Blokade Flyover

Aremania juga memblokade dan menduduki Fly Over Arjosari. Aksi itu dilakukan meminta keadilan bagi keluarga dan ratusan korban Tragedi Kanjuruhan. Selain itu mendesak agar ada keadilan bagi warga Indonesia.

Mereka melakukan longmarch sekitar 30 menit dari fly over Arjosari menuju ke Jalan A Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Tampak yang ikut longmarch mulai dari anak-anak hingga para orangtua.

Massa juga meneriakkan agar ada tambahan tersangka. Warga Malang tidak terima yang menjadi tersangka hanya 6 orang saja.

“Harus ada tambahan tersangka. Jangan 6 orang saja jadi tersangka. Dan 6 tersangka yang sudah ditetapkan penahanan diproses hukum seadil-adilnya. Ini pertanggungjawaban moral untuk PSSI untuk mundur,” tambahnya lagi.

Mereka juga membentangkan spanduk warna hitam bertuliskan: Gas Air Mata Membunuh Kami!

Aksi ini dilakukan di traffic light atau pertigaan Masjid Sabililah, Blimbing, Kota Malang. Mereka memblokade jalan hingga semua kendaraan yang akan melintas, terpaksa berhenti dan menunggu hingga orasi selesai. Hingga pukul 14.00 WIB aremania masih berorasi secara bergantian.

 

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

Gunung Semeru Masih Luncurkan Awan Panas, Pengungsi Mulai Sesak Napas

DERAS.CO.ID – Kondisi Semeru usai erupsi masih meluncurkan guguran awan panas sejauh 1.000 meter dari …