Tuesday , December 6 2022
Beranda / Featured / Korban Tewas Gempa Cianjur 268 Orang
deras.co.id
TINJAU LOKASI: Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi bencana gempa bumi di Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11). Presiden Jokowi turun langsung ke lokasi terdampak gempa Cianjur dan memastikan bantuan logistik seperti sembako, makanan, minuman, obat-obatan dan bantuan lainnya bisa tersalurkan dengan baik. 

Korban Tewas Gempa Cianjur 268 Orang

DERAS.CO.ID – Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya ratusan korban bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Jokowi langsung memerintahkan jajarannya melakukan penanganan darurat.

“Saya ingin menyampaikan dukacita yang mendalam, belasungkawa atas terjadinya musibah gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat,” kata Jokowi di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11).

Perintah Jokowi terkait penanganan gempa ini sudah disampaikan kepada Menko PMK Muhadjir Effendy, BNPB, dan Basarnas.

Jokowi juga memberikan arahan agar Kementerian PUPR, TNI, dan Polri ikut terlibat dalam penanganan pascagempa.

“Untuk bersama-sama menggerakkan jajarannya dalam membantu musibah gempa bumi di Kabupaten Cianjur ini utamanya yang berkaitan dengan akses, pembukaan akses yang terkena longsor,” ujar Jokowi.

Rapat Mendadak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menggelar rapat mendadak terbatas di lokasi pengungsian korban gempa Cianjur di Taman Prawatasari, Kabupaten Cianjur. Dalam rapat mendadak tersebut, Jokowi memerintahkan jajarannya untuk segera membuka daerah terisolasi.

“Ada beberapa daerah yang masih terisolasi, kami berusaha buka,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (22/11).

“Dahulukan, kalau perlu pakai heli, pakai heli. Kalau tidak bisa pakai darat, pakai heli,” ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk segera memperbaiki infrastruktur fasilitas umum ataupun rumah warga yang terdampak gempa. Upaya tersebut dilakukan setelah keadaan aman dan tenang.

“Kemudian kalau sudah tenang, reda, langsung dimulai saja (perbaikan infrastruktur),” imbuh Jokowi.

Sementara itu, berkaitan dengan pasien di rumah sakit, Jokowi meminta agar dibangun juga tenda perawatan darurat supaya bisa menampung para korban.

“Kalau untuk darurat, tendanya ditambah saja,” ujar Jokowi.

“Kita bikin rumah sakit darurat Pak, angkatan darat, di halaman pendopo. Masih banyak yang khawatir dirawat di gedung,” ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Hadir dalam rapat tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy; Kepala BNPB Suharyanto; Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati; serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Hadir juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak, Pangdam III/Siliwangi Mayjen Kunto Arief Wibowo, Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana, dan Bupati Cianjur Herman Suherman.

Dahulukan Evakuasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan BNPB hingga Basarnas untuk mendahulukan evakuasi korban yang tertimbun reruntuhan bangunan.

“Kepada BNPB kepada Basarnas kemudian juga disampaikan juga kepada TNI dan Polri, kepada Kementerian PUPR untuk bersama-sama menggerakkan jajarannya dalam membantu musibah gempa bumi di Kabupaten Cianjur ini utamanya yang berkaitan dengan akses, pembukaan akses yang terkena longsor,” kata Jokowi saat meninjau lokasi gempa.

Jokowi meminta penyelamatan korban dilakukan dengan segera. Dia meminta korban tertimbun reruntuhan dievakuasi lebih dulu.

“Kemudian yang kedua untuk korban-korban yang masih tertimbun saya juga telah perintahkan agar itu didahulukan evakuasinya, penyelamatan didahulukan,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menyebut rumah warga yang rusak akan diperbaiki. Pemerintah juga akan memberikan bantuan kepada korban gempa.

“Dan yang ketiga untuk nantinya rumah-rumah yang rusak berat, yang rusak ringan, yang rusak sedang, pemerintah akan memberikan bantuan,” jelasnya.

Bantuan Uang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan negara bakal membantu warga yang mengalami kerusakan rumah akibat gempa Cianjur. Bantuan akan diberikan berupa uang.

“Rumah-rumah yang rusak berat, yang rusak ringan, dan yang rusak sedang, pemerintah akan memberikan bantuan,” kata Jokowi di sela peninjauan lokasi gempa.

Jokowi menjelaskan ada bantuan sejumlah uang untuk warga yang rumahnya rusak. Nilainya berkisar Rp 10-50 juta, tergantung kadar kerusakan rumah masing-masing. Berikut rinciannya.

Bantuan untuk rumah rusak akibat gempa Cianjur:

– Rusak berat: Rp 50 juta

– Rusak sedang: Rp 25 juta

– Rusak ringan: Rp 10 juta

Nantinya, rumah-rumah yang hendak dibangun di jalur sesar Cimandiri haruslah berkonstruksi tahan gempa. Dengan demikian, warga yang menghuni rumah tersebut bakal aman.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta rumah yang dibangun di Cianjur berspesifikasi rumah tahan gempa. Rumah antigempa itu dibangun untuk korban yang terdampak gempa magnitudo (M) 5,6 pada Senin (21/11) kemarin.

“Paling penting adalah pembangunan rumah-rumah yang terkena gempa bumi ini diwajibkan untuk memakai standar-standar bangunan yang antigempa oleh Menteri PUPR,” kata Jokowi.

Jokowi meminta dibangunnya rumah tahan gempa sebagai antisipasi bila terjadi lagi gempa di waktu mendatang.

“Karena tadi disampaikan oleh BMKG bahwa gempa ini adalah gempa 20 tahunan sehingga pembangunan rumahnya kita arahkan untuk yang rumah antigempa,” ucap Jokowi.

Dia mengatakan yang paling penting saat ini ialah akses sudah terbuka. Dia berharap proses evakuasi dan penyelamatan berjalan lancar.

“Akses jalan yang kemarin tertimbun, tadi pagi sudah bisa dibuka, alhamdulillah. Dan ini nanti akan dilanjutkan dengan kecepatan dalam penanganan terutama penyelamatan evakuasi untuk yang masih tertimbun,” ungkap Jokowi.

Korban Tewas 268 Orang

Sementara itu, BNPB menyatakan korban tewas akibat gempa Cianjur, Jawa Barat, berjumlah 268 orang.

“Korban jiwa meninggal dunia sekarang ada 268,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers daring, Selasa (22/11).

Data tersebut merupakan jumlah korban tewas hingga pukul 17.00 WIB Selasa kemarin. Data akan diperbarui secara berkala.

Dia mengatakan korban tewas yang telah teridentifikasi berjumlah 122. Proses identifikasi masih terus dilakukan.

“Dari 268 itu, yang sudah teridentifikasi siapa-siapanya ini sebanyak 122,” ujarnya.

Selain korban tewas, sebanyak 151 orang juga dilaporkan hilang akibat gempa Cianjur, Jawa Barat. Sebagian dari korban yang hilang itu, menurut Suharyanto, bisa jadi ada di antara korban tewas yang belum teridentifikasi.

“Masih ada korban hilang dan ini masih dilakukan pencarian secara terus menerus sejumlah 151 orang,” kata Suharyanto.

Hingga sore ini pukul 17.00 WIB, BNPB mencatat korban meninggal dunia sebanyak 268 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 122 jenazah sudah teridentifikasi.

Sementara itu, korban luka hingga sore ini sebanyak 1.083 orang. Sedangkan korban yang mengungsi sebanyak 58.362 orang.

Tanggap Darurat

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengeluarkan surat keputusan (SK) status tanggap darurat bencana usai gempa bumi bermagnitudo (M) 5,6 mengguncang Cianjur. Status tanggap darurat gempa di Cianjur berlaku selama 30 hari ke depan.

Status tanggap darurat gempa tersebut diberlakukan mulai 21 November hingga 20 Desember 2022. SK itu ditandatangani langsung oleh Bupati Cianjur Herman Suherman.

“Penanganan bencana pasca-gempa di Kabupaten Cianjur masih terus dilakukan tim gabungan, sejak terjadinya gempa pada Senin (21/11) kemarin yang berpusat di 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/11).

58 Ribu Jiwa Mengungsi

Gempa bermagnitudo (M) 5,6 di Cianjur mengakibatkan 58.362 warga mengungsi. Mereka mengungsi di tiap lokasi kecamatan dan di dekat rumah.

Hal ini disampaikan Kepala BNPB Suharyanto lewat konferensi pers virtual via kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (22/11).

“Kami usahakan yang masih mengungsi di titik-titik dekat rumahnya agar masuk di tempat-tempat pengungsian terpusat agar lebih terjamin dari segi perawatan, pelayanan, maupun logistiknya,” kata Suharyanto.

Jumlah 58.362 orang pengungsi diperoleh lewat data yang dihimpun BNPB sampai pukul 13.00 WIB.

Ada 12 kecamatan terdampak gempa, rinciannya sebagai berikut:

1. Kecamatan Cianjur

2. Kecamatan Karang Tengah

3. Kecamatan Warung Kondang

4. Kecamatan Gekbrong

5. Kecamatan Cugenang

6. Kecamatan Cilaku

7. Kecamatan Cibeber

8. Kecamatan Sukaresmi

9. Kecamatan Bojong Picung

10. Kecamatan Cikalong Kulon

11. Kecamatan Sukaluyu

12. Kecamatan Pacet

Dari 12 kecamatan di atas, di tiap kecamatan sudah berdiri tempat-tempat pengungsian. Jumlah tempat pengungsian diperkirakan bertambah.

“Seharian kita lihat tadi ada juga warga masyarakat yang mendirikan tenda-tenda seadanya di dekat rumahnya masing-masing,” kata Suharyanto.

Total ada 22.198 rumah rusak akibat gempa Cianjur, terdiri atas 6.570 rusak ringan, 2.071 rusak sedang, dan 12.641 rusak berat.

 

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

Gunung Semeru Masih Luncurkan Awan Panas, Pengungsi Mulai Sesak Napas

DERAS.CO.ID – Kondisi Semeru usai erupsi masih meluncurkan guguran awan panas sejauh 1.000 meter dari …