Monday , February 6 2023
Beranda / Featured / Gunung Semeru Masih Luncurkan Awan Panas, Pengungsi Mulai Sesak Napas
deras.co.id

Gunung Semeru Masih Luncurkan Awan Panas, Pengungsi Mulai Sesak Napas

DERAS.CO.ID – Kondisi Semeru usai erupsi masih meluncurkan guguran awan panas sejauh 1.000 meter dari puncak Senin (5/12) pagi . Aktivitas gunung Semeru terpantau sejak pukul 00.00-06:00 WIB, Senin pagi.

“Teramati 4 kali letusan dengan tinggi asap 500 – 700 meter. Warna asap putih kelabu condong ke arah barat daya,” kata Mukdas Sofian, Anggota Pos Pengamatan Gunung api Semeru dalam keterangannya, dilansir detikJatim, Senin (5/12).

Dalam kurun waktu 6 jam, teramati 1 kali guguran lava dengan jarak luncur 300 meter ke arah Besuk Kobokan. Sementara tampak api teramati diam.

“Secara visual Gunung Semeru tampak jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 500 m di atas puncak kawah,” tambahnya.

Selain itu jumlah letusan kegempaan sebanyak 29 dengan durasi 65-120 detik. Sedangkan guguran awan panas sebanyak 6 kali dengan durasi 50-140 detik amplitudo 1-8 mm.

Sebelumnya, Gunung Semeru kembali erupsi. Kali ini erupsi terjadi sekitar pukul 02.46 WIB, Minggu (43/12) dengan tinggi kolom abu 1.500 meter di atas puncak gunung sekitar 5.176 meter di atas permukaan laut.

Alami Sesak Napas

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) mengirim puluhan relawan dan logistik ke lokasi pengungsian terdampak erupsi Gunung Semeru. Sebagian pengungsi dilaporkan mulai mengalami sesak napas.

“Dari pantauan ada yang mengalami keluhan sesak dan lainnya. Dari BPBD Jatim, kami sediakan sejumlah tenaga kesehatan beserta logistik obat-obatan di lokasi,” kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.

Gatot mengatakan, salah satu daerah terdampak paling parah ada di Kajar Kuning, Kecamatan Candipuro. Di lokasi ini, sejumlah rumah warga terpendam lahar dingin dengan tinggi kurang lebih mencapai 100 cm.

Mantan Kabiro Kesra Jatim ini menegaskan, relawan BPBD Jatim akan terus siaga di lokasi pengungsian. Ia juga memastikan dapur umum untuk warga sudah beroperasi sejak kemarin.

“Sudah beroperasi dapur umum dan akan terus melayani warga di lokasi pengungsian,” imbuhnya.

Sementara itu, layanan kesehatan terdapat di Puskesmas Pasirian dan Puskesmas Tempeh. Dua puskesmas ini juga menjadi tempat perawatan rujukan sementara dari Puskesmas Penanggal dan Puskesmas Candipuro.

 

Sumber; hariansib.com

Baca Juga

Reuni Akbar Fakultas Pertanian Universitas Darma Agung Sekaligus Seminar Ilmiah

Reuni Akbar Fakultas Pertanian Universitas Darma Agung Sekaligus Seminar IlmiahFakultas Pertanian UDA melaksanakan Reuni Akbar …