Monday , February 6 2023
Beranda / Featured / Biang Kemacetan, Median Jalan Di Jalan Karya Wisata Agar Ditinjau Ulang
deras.co.id
Median Jalan : Median jalan di Jalan Karya Wisata, Medan Johor yang tanpa potongan.

Biang Kemacetan, Median Jalan Di Jalan Karya Wisata Agar Ditinjau Ulang

DERAS.CO.ID – Medan – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Sumatera Utara menerima dan menyalurkan aspirasi warga untuk mengurai kemacetan di Medan.

“Sejumlah masukan dari warga. Untuk kemacetan di inti kota, mungkin sedang ada penyesuaian peralihan 12 arus jalan. Tetapi, untuk median jalan di Jalan Karya Wisata harus ditinjau ulang sebab benar-benar menyusahkan. Sepanjang hari, apalagi sejak sore hingga malam, macet sebab mediannya terlalu panjang,” ujar Wakil Ketua Partai Perindo Sumut, Budianta Tarigan, Kamis (8/12).

Menurutnya, Partai Perindo Sumut mendukung program pembangunan Wali Kota Bobby Nasution tapi jika menjadikan kontraproduktif, harus dikritisi dan diberi jalan ke luar.

“Median jalan harus membantu, bukan menambah macet. Di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, pembatas jalan tak ada potongan hingga satu arah macet dan satu lainnya, lengang,” jelas tokoh Al-Washliyah Sumut tersebut.

Ia merinci, wilayah selatan Medan tersebut begitu cepat berkembang. Ini terbukti dengan cepatnya tumbuh lokasi hunian baru.

Meskinya, ujarnya, diantisipasi dengan membuka akses baru sebab warga pasti bersedia.

“Tapi median jalan itu, seperti tidak melalui studi analisis berbasis populasi publik,” tambahnya.

“Sangat berbahaya, perputaran arus balik di simpang zebra cross lampu merah. Itu salah. Selain melanggar peraturan juga riskan kecelakaan,” jelasnya.

Ia bersedia menjadi tuan rumah diskusi perlalulintasan jika Dinas Perhubungan Medan ingin mendapatkan gambaran sesuai analisis berbasis populasi penduduk.

“Rekayasa lalu-lintas itu harus berdasar populasi kendaraan dan penduduk. Bukan asal jadi,” tambahya sambil menunjuk karena putaran arus berada di zebra cross, kerap terjadi kecelakaan.

“Pada November 2 mobil menabrak pembatas jalan. Hal lain, pembatas jalan tak perlu terlalu tinggi karena pejalan kaki harus melompat untuk melintas,” tambahnya.

Budianta Tarigan mengusul, harus ada 2 atau 3 titik putaran di jalan dimaksud. “Jalan Karya Wisata bukan jalan tol yang tak perlu putaran arus lalu-lintas,” tutupnya.

 

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

Reuni Akbar Fakultas Pertanian Universitas Darma Agung Sekaligus Seminar Ilmiah

Reuni Akbar Fakultas Pertanian Universitas Darma Agung Sekaligus Seminar IlmiahFakultas Pertanian UDA melaksanakan Reuni Akbar …