Monday , July 15 2024
Beranda / Featured / Panjat Tebing RI Tambah Dua Perak di Asian Games 2023
deras.co.id
PANJAT TEBING: Atlet Panjat Tebing Indonesia, Veddriq Leonardo saat bertanding pada nomor speed putra Asian Games 2023 di Shaoxing Keqiao Yangshan Sport Climbing Centre, Shaoxing, China, Rabu (4/10).

Panjat Tebing RI Tambah Dua Perak di Asian Games 2023

DERAS.CO.ID – Shaoxing – Kontingen Indonesia berhasil menambah dua medali perak pada hari kesebelas Asian Games 2023. Capaian itu didapat dari cabang panjat tebing nomor women’s speed relay dan men’s speed relay.

Bertanding di Shaoxing Keqiao Yangshan Sport Climbing Centre, Rabu (4/10), tim relay putra dan putri nomor speed sedianya sudah tampil maksimal dengan menembus babak final.

Namun tim relay putra yang diperkuat Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Rahmad Adi Mulyono, gagal mengeksekusi lomba dengan baik. Mereka gagal setelah melakukan kesalahan dalam start. Alhasil medali emas direbut tim China, yang menjadi lawan mereka.

Sementara tim relay putri, juga harus puas menempati peringkat kedua setelah kalah cepat dari wakil tuan rumah.

Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, Alivany Ver Khadijah, dan Nurul Iqamah hanya mampu membukukan waktu 23,506 detik. Sementara China berhak atas emas setelah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 20,925 detik.

Melalui dua perak tersebut, panjat tebing Indonesia nomor speed telah mengumpulkan satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.

Emas sebelumnya dipersembahkan Desak pada nomor women’s speed, sedangkan perunggu direbut Veddriq di nomor men’s speed.

Panjat tebing masih memiliki kesempatan merebut medali dari nomor boulder dan lead yang akan berlangsung Kamis (5/103). Mereka yang akan tampil ialah Musauwir, Muhammad Rifky Syahrafli Simatupang, Sukma Lintang Cahyani, dan Nur Diattul Jannah.

GAGAL

Cabang olahraga sepak takraw mempersembahkan dua medali perak dan satu perunggu dari penampilannya pada Asian Games 2023 Hangzhou, China. Target mempertahankan medali emas pun gagal diraih.

Medali perak didapat dari nomor men’s quadrant yang diperkuat Dikapriyadi, Muhammad Hardiansyah Muliang, Saiful Rijal, Muhammad Hafidz, Rusdi dan Abdul Halim Radjiu. Mereka kalah dari wakil Myanmar pada partai final dengan skor akhir 13-21, 22-24.

Bermain di Jinhua Sport Centre Gymnasium, Rabu (4/10), Saiful Rijal dkk tampil tertekan sehingga banyak melakukan kesalahan yang menguntungkan lawan.

“Putra tadi lawan Myanmar di final. Pada babak penyisihan kita menang atas Myanmar 2-0, tetapi pada final mereka lebih beruntung. Anak-anak tampil lebih terbebani dibanding Myanmar yang lebih lepas mainnya di final,” kata pelatih timnas sepak takraw Indonesia, Ramli, dalam siaran pers NOC Indonesia.

Medali perak lainnya dipersembahkan dari women’s quadrant yang diisi Leni, Lena, Dita Pratiwi, Fujy Lestari, Florensia Cristy dan Kusnelia.

Menghadapi Vietnam, tim sepak takraw putri Indonesia kalah 1-2. Pada set pertama, si kembar Lena-Leni dkk berhasil unggul 21-18, kemudian kalah 18-21 di set kedua.

Pada set penentu, Lena-Leni justru semakin tertinggal. Cedera yang dialami Kusnelia semakin membuat pertahanan Tim Indonesia mudah digempur lawan.

“Di putri, pada saat set ketiga poin kita sama, atlet kita Kusnelia cedera. Padahal, dia itu jadi tembok kami di belakang yang melakukan service dan bertahan,” aku Ramli. “Saat dia keluar, kekukatan kita makin berkurang,” ujar Ramli.

Selain itu, sepak takraw juga memperoleh tambahan satu medali perunggu yang direbut tim beregu putri usai kalah dari Korea Selatan 0-2 pada semifinal.

“Sebenarnya target kami medali emas. Namun faktor keberuntungan tidak berpihak kepada kami. Pastinya anak-anak sudah berjuang luar biasa,” tutur Ramli.

“Apalagi tim putri kita berhasil masuk final. Ini pertama kali tim putri tembus ke final Asian Games setelah hampir tidak diberangkatkan.”

Prestasi terbaik tim sepak takraw putra Indonesia di Asian Games adalah meraih medali emas padaAsian Games 2018 Jakarta-Palembang di nomor quadrant.

Untuk tim putri adalah meraih medali perunggu di nomor beregu saat tampil pada Asian Games 2014, Incheon (Korea Selatan), quadrant (Asian Games 2018), tim regu (Asian Games 2010 dan 2014).

“Sebagai evaluasi, saya lihat mental tanding anak-anak memang masih kurang karena lawan-lawan kita ini sudah mengikuti banyak kompetisi, sedangkan kami mau ikut kejuaraan saja masih susah,” ujar Ramli.

 

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

SDN 106174 Salabulan, Sibolangit Hanya Punya 26 Siswa, 1 Murid di Kelas VI

DERAS.CO.ID – SIBOLANGIT | UPT SPF (Satuan Pendidikan Formal) SD Negeri 106174 Salabulan, Kecamatan Sibolangit, …