Wednesday , April 24 2024
Beranda / Featured / 3 Fase Bulan Ramadhan Dan Keistimewaannya Bagi Umat Islam
deras.co.id

3 Fase Bulan Ramadhan Dan Keistimewaannya Bagi Umat Islam

DERAS.CO.ID – Jakarta – 3 fase bulan Ramadhan perlu dipahami oleh umat Islam. Memasuki bulan puasa ini, umat Islam sebaiknya memperbanyak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Pasalnya, kamu masih dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan tahun ini.

Selama 30 hari berpuasa di bulan Ramadhan, ada tiga fase yang dilalui. 3 fase di bulan Ramadhan ini dibagi menjadi 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Setiap fase tersebut memiliki banyak keistimewaan.

3 fase bulan Ramadhan dan keistimewaannya penting dikenali oleh setiap muslim agar semakin semangat dalam beribadah. 3 fase tersebut juga memiliki nama sendiri, yaitu fase rahmat, fase maghfiroh, dan fase pembebasan dari api neraka.

3 Fase Bulan Ramadhan

Melansir laman sumsel.kemenkumham.go.id, berikut 3 fase bulan Ramadhan yang perlu dipahami umat Islam:

1. 10 hari pertama adalah fase rahmat

10 hari pertama bulan Ramadhan adalah fase yang berat, karena umat Islam menghadapi perubahan kebiasaan diri. Ini  sebagai ujian terberat dalam mencapai suatu ketaqwaan, namun paling banyak mendapatkan pahala.  Pada fase ini dibukakan pintu rahmat yang seluas-luasnya. Dalam suatu firman Allah pada QS. Al-zalzalah ayat 7 dan 8:

“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.”

Ada keutamaan yang berlimpah diberikan oleh Allah SWT pada 10 hari pertama bulan Ramadhan. “Seperti diketahui, tidak hanya tubuh saja yang melakukan adaptasi, pada fase 10 hari pertama Ramadhan ini, banyak persoalan yang harus dihadapi dengan proses beradaptasi atau penyesuaian.

2. 10 hari kedua adalah fase maghfiroh (ampunan)

Nabi Muhammad SAW menyampaikan agar umat Islam mengejar ampunan dari Allah SWT di 10 hari kedua Ramadhan. Maghfiroh itu diberikan khusus di waktu tersebut demi keselamatan orang yang berpuasa dari dosa-dosa yang telah dilakukannya sebagai bentuk kasih sayang Allah.

Maka, sungguh merugi orang-orang yang hingga memasuki sisa waktu terakhir di 10 hari kedua Ramadhan tidak memiliki keinginan kuat menyambut tawaran ampunan Allah. Di dalam Surah Ali `Imran: 133 dijelaskan, “dan bersegeralah kamu menuju ampunan (maghfiroh) Tuhanmu.”

3. 10 hari terakhir sebagai fase pembebasan dari api neraka

Sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Salman Al Farisi: “Adalah bulan Ramadhan, awalnya rahmat, pertengahannya maghfiroh dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” 10 hari terakhir ini merupakan penutupan bulan Ramadhan, sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannya atau akhirnya.

10 hari terakhir Ramadhan harus dilalui muslim dengan mencurahkan daya dan upaya untuk meningkatkan amaliyah ibadah.  Dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan diduga turunnya Lailatul Qadar. Al-Qur’an dan hadis sahih menunjukkan bahwa Lailatul Qadar boleh jadi di sepanjang bulan Ramadhan, terlebih lagi di sepuluh terakhir Ramadhan.

“Puasa tidak hanya menahan diri dari hawa nafsu. Namun juga menahan pikiran, hati dan panca indra dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. mendengar, membaca, dan mengamalkan Al-Quran tentu akan menjadi syafaat.

Keistimewaan 10 Hari Pertama Bulan Ramadhan

1. Terbukanya Pintu Rahmat

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Awal bulan Ramadhan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).”

Pada 10 hari pertama di bulan Ramadhan, Allah membuka pintu rahmat-Nya untuk setiap hamba yang melakukan puasa, dan dipandang sebagai seorang yang mulia karena menjalankan ibadah sejak awal.

2. Rajin Membaca Al-Quran

Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan, sebagai ilmu dan pengetahuan, serta sebagai penunjuk jalan kehidupan. Nah di bulan ini pahala membaca Al-Quran dilipatgandakan. Membaca Al-Quran juga bisa mendatangkan ketenangan hati dan rahmat Allah SWT.

“Di antara amal kebajikan yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan adalah tadarus Al-Quran. Tadarus Al-Quran berarti membaca, merenungkan, menelaah, dan memahami wahyu-wahyu Allah SWT yang turun pertama kali pada malam bulan Ramadhan.” (QS. Al Baqarah ayat 185).

Keistimewaan 10 Hari Kedua Bulan Ramadhan

1. Doa Dikabulkan Allah SWT

Keistimewaan 10 hari kedua bulan Ramadhan salah satunya adalah, daoa dikabulkan oleh Allah SWT. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dimana ia berkata bahwa Rasulullah SAW Bersabda:

“Awal bulan Ramadhan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).”

10 hari kedua di bulan Ramadhan ini merupakan hari terbaik untuk berdoa meminta kebaikan dunia dan akhirat. Sebab pada hari-hari tersebut Allah SWT memberi kenikmatan dikabulkannya doa bagi hambaNya. Karena waktu terkabulnya doa yang paling mustajab ada di bulan Ramadhan.

Baca Juga

deras.co.id

Samsung Rilis Galaxy C55, Tampil Dengan Balutan Kulit Dan Kamera 50MP

DERAS.CO.ID – Jakarta – Samsung diketahui telah resmi meluncurkan smartphone terbarunya untuk pasar Tiongkok yakni …