X injiang tak kunjung tenang. Wilayah otonomi Uyghur di barat laut Tiongkok, ini, selalu saja mengabarkan nestapa Muslim, yang hak asasinya diinjak-injak pemerintah Komunis Cina. Dua kali kawasan ini coba dimerdekakan, dua kali pula republik Islam berdiri di sana, namun negara baru itu selalu berhasil dibubarkan. Jika Anda membayangkan Xinjiang …
Selengkapnya »Pemerintah Cina Terapkan ‘Rodi’ Untuk Muslim Uighur
Xinjiang, Laporan-laporan soal kondisi mengenaskan etnis Uighur yang mengalami penahanan dalam kamp-kamp reedukasi di Xinjiang terus bermunculan. Belakangan, sejumlah media internasional mengungkapkan, Pemerintah Cina mempekerjakan paksa para tahanan etnis Uighur dan Kazakhs di kamp-kamp reedukasi tersebut. Menurut kesaksian-kesaksian yang dikumpulkan the Associated Press dan dilansir pada Selasa (18/12), para tahanan dipaksa bekerja setelah …
Selengkapnya »MUI Desak Pemerintah Tegas Pada Tiongkok Mengenai Penindasan Muslim Uighur
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras penindasan atas Muslim Uighur di Xinjiang, Tiongkok. Seperti diberitakan media massa internasional, Muslim Uighur mengalami penyiksaan, pengucilan, dan pelarangan menjalankan ajaran agama. Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mengatakan, kejadian itu merupakan pelanggaran nyata atas Hak Asasi Manusia (HAM) serta hukum internasional yang sama-sama …
Selengkapnya »Pembakar Bendera Tauhid Dihukum 10 Hari, Mantan Ketua KPK: Ini Menghina Agama dan Pancasila
Jakarta, Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, M. Busyro Muqaddas, menyayangkan putusan hakim Pengadilan Negeri Garut atas terdakwa kasus pembakaran bendera tauhid pada Senin (5/11) kemarin. Hakim hanya memutuskan kurungan penjara selama 10 hari dan denda Rp 2.000. “Itu tidak (tepat), tidak peka,” ujarnya melalui pesan singkat …
Selengkapnya »Banyak Pelaku Usaha Memasang Label Halal Tanpa Urus Sertifikasi Dari MUI
Singkawang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Singkawang, Kalimantan Barat, mempertanyakan soal label halal yang tercantum di berbagai tempat usaha di kota tersebut. Menurut Ketua MUI Singkawang Muchlis mengatakan, banyak pelaku usaha di Kota Singkawang yang memasang sendiri label halal baik dengan tulisan latin maupun tulisan arab di tempat usahanya. “Padahal mereka …
Selengkapnya »Aksi Bela Tauhid Jilid II, Ini Tuntutan Ribuan Massa Terhadap Oknum Banser
Ribuan orang dari sejumlah elemen masyarakat akan turun ke jalan untuk menggelar aksi bela tauhid, Jumat hari ini, 2 November 2018. Tujuan aksi ini agar pelaku pembakaran bendera berlafaz tauhid diproses secara adil. Koordinator Bela Islam, Novel Hasan Bamukmin mengatakan pihaknya lewat aksi bela tauhid jilid II ingin menyuarakan agar …
Selengkapnya »Polisi Tetapkan 2 Orang Pembakar Bendera Tauhid Di Garut Jadi Tersangka
Jakarta, Polisi menetapkan dua tersangka terkait pembakaran bendera tauhid pada Senin (22/10) lalu. Dua orang tersebut, yakni berinisial M dan F, diduga yang melakukan pembakaran. “Iya sudah jadi tersangka,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana saat dihubungi Republika.co.id pada Senin (29/10). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal …
Selengkapnya »Aksi Bela Tauhid, Ribuan Massa Kumpul Di Monas Menuju Kantor Menko Polhukam
Ribuan orang akan mengikuti Aksi Bela Tauhid yang digelar di Jakarta hari ini, Jumat, 26 Oktober 2018. Aksi yang akan digelar selepas Salat Jumat, atau sekira pukul 13.00 WIB akan terpusat di sekitaran kawasan Monas, Jakarta Pusat. Sebelumnya, organisasi yang menamakan diri Laskar Pembela Islam (LPI) se-Jabodetabek, mengatakan akan menggelar …
Selengkapnya »Begini Komentar Telak Ustadz Adi Hidayat Terkait Pembakaran Bendera Tauhid
Ustadz Adi Hidayat angkat bicara terkait insiden pembakaran bendera bertuliskan ‘Lailahaillallah Muhammadar Rasulullah’ di Kabupaten Garut saat peringatan Hari Santri Nasional oleh oknum tiga anggota Banser. Hal tersebut diungkapkan Adi seusai pelepasan tujuh pemuda asal Jawa Barat ke Turki dalam program kader ulama di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu, 24 …
Selengkapnya »Ketum PBNU: Pendapat Ulama Makruh Tulis Kalimat Toyyibah Di Bendera, Lainnya Haram
Jakarta, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menjelaskan dasar hukum menulis Alquran dan kalimat toyyibah di berbagai media selain kitab suci. Beberapa ulama beranggapan menulis kalimat toyyibah selain di kitab suci hukumnya makruh, tetapi yang lainnya memandang haram. “Mayoritas ulama dengan empat madzhab itu berpendapat menulis Alquran kalimat toyyibah di bendera, tembok, pakaian, atap rumah itu makruh, …
Selengkapnya »
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!