Polda Metro Jaya menurunkan tim Disaster Victim Identification untuk melakukan pendataan korban tewas dari insiden terbakarnya kapal wisata Zahro Express, di Rumah Sakit Polri Karamat Jati, Jakarta Timur.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Umar Shahab mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah menerima 22 korban tewas dari kapal Zahro Express. Seluruh jenazah korban masih berada di ruang jenazah RS Polri.
“Kita lagi lakukan identifikasi, untuk keluarga yang merasa kehilangan bisa langsung datang ke Kramat Jati,” kata Umar di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Minggu 1 Januari 2017.
Dia menjelaskan, banyak korban yang cukup sulit dikenali karena mengalami luka bakar yang sangat parah. Karena itu, pihak keluarga diharapkan membawa data post mortem seperti data struktur gigi dan juga ciri-ciri fisik seperti bekas luka dan lainnya.
“Mulai hari ini kami juga membuka posko ante mortem untuk itu diharapkan pihak keluarga membawa keluarga terdekatnya guna diambil sampel DNAnya,” ujarnya.
Sampai saat ini, pihaknya akan melakukan identifikasi dengan data sementara. Seandainya memang sudah sangat sulit maka akan dilakukan tes DNA.
“Tentunya ini akan memakan waktu yang cukup lama tidak bisa langsung, oleh karena itu kami juga meminta kerja sama yang baik dengan pihak keluarga untuk membawa seluruh ciri-ciri dari korban,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Kepala Bidang humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus mencari korban yang diduga hilang. Namun, setelah ini tentunya akan melakukan penyelidikan bersama instansi terkait.
“Kalau ditemukan kelalaian dan ada unsur kriminalnya maka sudah tentu akan kita tindak,” katanya.
Sumber : viva.co.id
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!