Saat berkunjung ke rumah famili di Banda Aceh, satu waktu ingin melihat situs peninggalan Tsunami yang sangat terkenal yang berjarak 150 meter saja dari rumah famili. ya benar, Kapal PLTD Apung, Jum’at 30 Desember 2016.
Namun ternyata kedatangan kami yang masih pagi pukul 09.00 WIB, tidak menggembirakan karena ternyata gerbang wisata kapal Apung dibuka usai sholat Jum’at.
Dengan sedikit kecewa kami akan balik ke rumah, tapi belum sampai ke rumah, ipar saya mengarahkan tujuan ke belakang rumah kira-kira 20 meter dari kediaman. “Saya terkejut dengan apa yang saya lihat, kami menyaksikan ada 2 kapal berdampingan manis dengan rumah-rumah penduduk.
Kedatangan kami disambut ramah oleh seorang ibu dan anak kecil yang merupakan cucunya. Setelah melihat-lihat, ibu tersebut bercerita tentang asal muasal kedua kapal ini sampai kejadian Tsunami 12 tahun lalu.
(Berikut video kesaksiannya di bawah ini)
https://www.youtube.com/watch?v=KeOeSDVIgdA
Kita hanya tahu, jika di Banda Aceh hanya ada dua bangkai kapal sisa tsunami 10 tahun lalu. Pertama, kapal nelayan yang mangkrak di atas rumah penduduk. Yang terletak di desa Lampulo. Dan, yang satu lagi, kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Apung I milik PLN yang juga tergeletak manis di tengah perumahan penduduk desa Punge Blang Cut, Banda Aceh.
Ada dua buah kapal patroli yang terdampar disini. Yang paling besar terletak melintang, bagian ekornya sedikit menduduki bagian jalan desa yang sudah cukup sempit. Yang paling kecil, terdampar sedikit ke ujung. Diatas tanah kosong dan hampir-hampir mengenai dapur rumah warga. Dulunya, kapal ini milik Apdel Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP) Malahayati Aceh. Namun, sejak minggu pagi tanggal 24 desember 2004 lalu, dua kapal tersebut hanyut dan terbawa ke tengah pemukiman warga.
Saya berpikir, andaikata semakin banyak orang yang menulis tentangnya, semakin banyak orang yang mengunjungi situs kapal tersebut, mungkin, nanti pemerintah Daerah Kota Banda Aceh akan mau merehabilitasinya dengan sangat baik. Menjadikannya seperti situs tsunami lainnya di kota banda Aceh. Ya, bisa dikatakan kondisinya saat ini mulai sedikit dibenahi.
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!