Saturday , April 25 2026
Beranda / Featured / PRAHARA Mendikbud Nadiem, Hibah 20M Sampoerna-Tanoto Foundation, NU-Muhammadiyah Mundur
deras.co.id

PRAHARA Mendikbud Nadiem, Hibah 20M Sampoerna-Tanoto Foundation, NU-Muhammadiyah Mundur

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali jadi sorotan.

Hal ini lantaran Program Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dimana Sampoerna dan Tanoto Foundation masuk menjadi salah satu Organisasi Penggerak Kemendikbud dan mendapat dana hibah Rp. 20 Miliar.

Komisi X Pertanyakan Sampoerna dan Tanoto Foundation Jadi Organisasi Penggerak Kemendikbud

https://www.liputan6.com/news/read/4310871/komisi-x-pertanyakan-sampoerna-dan-tanoto-foundation-jadi-organisasi-penggerak-kemendikbud

DPR Protes Hibah Rp20 M Nadiem ke Sampoerna-Tanoto Foundation

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200721122032-32-527072/dpr-protes-hibah-rp20-m-nadiem-ke-sampoerna-tanoto-foundation

Hal ini yang kemudian memicu Ormas Islam terbesar yang selama ini konseren di bidang pendidikan Muhammadiyah dan NU memutuskan keluar dari organisasi Penggerak Kemendikbud.

Muhammadiyah Mundur dari Organisasi Penggerak Kemendikbud

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200722130604-20-527593/muhammadiyah-mundur-dari-organisasi-penggerak-kemendikbud

NU Turut Mundur dari Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

https://www.liputan6.com/news/read/4312290/nu-turut-mundur-dari-program-organisasi-penggerak-kemendikbud

Alasan Mundur

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah pengurus pusat Muhammadiyah menyatakan mundur dari program Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Setelah kami mengikuti proses sleksi program Organisasi Penggerak Kemendikbud dan mempertimbangkan beberapa hal, maka dengan ini kami menyatakan mundur dari keikutsertaan program tersebut,” ujar Muhammadiyah melalui keterangan tertulis Rabu (22/7/2020).

Muhammadiyah menyatakan sejumlah alasan pihaknya memutuskan mundur dari progran dengan dana ratusan miliar tersebut. Salah satunya karena polemik organisasi masyarakat yang lolos merupakan lembaga tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Kriteria pemilihan organisasi masyarakat yang ditetapkan lolos evaluasi proposal sangat tidak jelas. Karena tidak membedakan antara lembaga CSR yang sepatutnya membantu dana pendidikan dengan organisasi masyarakat yang berhak mendapat bantuan pemerintah,” ungkapnya.

Nadiem Tak Tau Sejarah

Pengamat sosio-politik, Fachry Ali menyebut Mendikbud Nadiem benar-benar tak tau sejarah kontribusi Muhammadiyah dan NU yang puluhan tahun bahkan sebelum kemerdekaan sudah menjadi lembaga pendidik bagi putra putri Indonesia.

Di akun fb nya, Fachry Ali menuliskan:

Ketika keluar dari Istana, sehabis dipanggil Presiden terpilih, akhir 2019, calon menteri pendidikan yang masi muda belia itu (Nadiem-red) berkata kepada wartawan:

‘Saya tidak tahu masa lalu. Tapi saya tahu masa depan,’ Lalu ia pulang naik ojek.

Kini, Muhammadiyah dan NU keluar dari program ‘Pendidikan Merdeka’ karena Menteri Pendidikan memberikan dana hibah Rp 20 Miliar kepada masing-masing Sampurna Foundation dan Tanoto Foundation pertahun.

Menteri Pendidikan membuktikan benar-benar tidak tahu masa lalu. Bahwa Muhammadiyah dan NU telah melakukan pendidikan rakyat jelata jauh sebelum Indonesia ada.

Sementara Sampurna Foundation dan Tanoto Foundation baru lahir beberapa ‘menit’ lalu untuk ukuran masa panjang pengabdian Muhammadiyah dan NU mencerdaskan anak-anak bangsa.

Ironi orang tak mengerti masa lalu. Seharusnya dan seyogiyanya Menteri Pendidikan belajar sejarah!!!

 

Baca Juga

deras.co.id

Bobby Nasution Dorong Perempuan Seimbangkan Peran Rumah Tangga dan Ruang Publik

DERAS.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya keselarasan …