[DERAS.CO.ID] Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diam-diam bertemu dengan Putra Mahkota Emirat Mohammed Bin Zayed di UEA pada 2018, dua tahun sebelum Israel dan Uni Emirat Arab mencapai kesepakatan perdamaian bersejarah, menurut laporan oleh Yedioth Aharonoth.
Sumber-sumber diplomatik mengatakan kepada surat kabar bahwa pertemuan itu diadakan dalam “suasana yang nyaman” dan bahwa ada pertemuan lanjutan setahun kemudian di Washington yang dihadiri oleh Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat dan perwakilan dari pemerintah AS dan UEA.
Menurut laporan tersebut, Duta Besar Israel untuk AS, Ron Dermer, sangat terlibat dalam negosiasi yang pada akhirnya mengarah pada kesepakatan normalisasi dengan UEA.
Kantor Perdana Menteri menolak untuk mengomentari laporan tersebut, meskipun Netanyahu menyinggung dalam pidatonya kemarin bahwa dia telah mengadakan sejumlah “pertemuan rahasia” dengan para pemimpin Arab dan Muslim.
Dalam pidatonya yang merayakan KTT di Abu Dhabi yang membawa delegasi AS-Israel pada penerbangan komersial resmi pertama antara kedua negara Senin (31/8/2020),
Netanyahu berkata: “Saya bertemu dengan banyak, banyak pemimpin di dunia Arab dan Muslim. Lebih dari yang Anda pikirkan. Masih ada lagi yang belum bisa kuberitahukan padamu, tapi aku yakin itu akan keluar pada akhirnya. ”
Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammad Shtayyeh mengecam penerbangan tersebut kemarin, dengan mengatakan: “Sangat menyakitkan melihat hari ini pendaratan pesawat Israel di Uni Emirat Arab yang jelas-jelas melanggar sikap Arab dalam konflik Arab-Israel.”
Abu Dhabi mengklaim kesepakatan itu adalah upaya untuk mencegah rencana aneksasi Tel Aviv atas Tepi Barat yang diduduki, namun, para penentang yakin upaya normalisasi telah dimulai selama bertahun-tahun karena pejabat Israel telah melakukan kunjungan resmi ke UEA dan menghadiri konferensi di negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik atau lainnya dengan negara pendudukan.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengulangi pada tanggal 17 Agustus bahwa pencaplokan bukan dari meja, tetapi hanya ditunda.
Sumber : MEMO
Akhirnya Saudi secara terang-terangan ikut andil dalam normalisasi UEA-Israel dg mengizinkan pesawat Israel lewat di udaranya. Yang lebih memprihatinkan, hingga detik ini pesawat Qatar HARAM lewat di wilayah udara Saudi dan haiah kibar ulama Saudi masih bungkam. pic.twitter.com/JkL9lrGJu0
— Hasmi Bakhtiar (@hasmi_bakhtiar) August 31, 2020
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!