Siswa–siswi PGTK YPSA mendapatkan Imunisasi Polio dari dokter Puskesmas Tanjung Rejo di kelas PGTK YPSA, Selasa (15/3/16)
Vaksin polio jadi salah satu vaksinasi wajib yang direkomendasi WHO untuk mencegah infeksi virus polio penyebab kelumpuhan. Vaksin ini dibuat dari virus polio yang sudah dimatikan. Karena vaksin diberikan secara oral atau diteteskan ke dalam mulut, maka dikenal sebagai Oral Polio Vaccine (OPV).
Bayi mendapatkan vaksin polio oral pada usia 2 bulan, 3-4 bulan, dan 4-6 bulan. Pemberian vaksin akan diulang saat bayi berusia 18 bulan, dan 5-6 tahun.
Imunisasi atau pemberian vaksin polio dapat meminimalisasi terjangkit virus polio. Anak-anak, wanita hamil, dan orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, sangat rentan terkena virus polio jika di daerah mereka tidak terdapat program imunisasi atau tidak memiliki sistem sanitasi yang bersih dan baik.
Sejak awal 2014, WHO telah menyatakaan Indonesia sebagai salah satu negara yang bebas dari penyakit ini berkat program imunisasi polio. Untuk mempertahankan kondisi bebas polio, serta meningkatkan cakupan imunisasi polio tersebut pemerintah menyelenggarakan Pekan Imunisasi Polio (PIN) pada 8-15 Maret 2016.
Sasaran dari PIN ditujukan bagi semua anak berumur 0-59 bulan, kecuali anak yang sakit demam, diare atau yang dirawat di rumah sakit diberikan imunisasi polio segera setelah sembuh. Imunisasi polio diberikan dengan meneteskan 2 tetes vaksin melalui mulut balita.
PADA era sebelum tahun 2000-an sering kita mendengar anak balita menderita demam dan terus mengalami kelumpuhan, itu kemungkinan disebabkan penyakit polio. Polio atau poliomyelitis adalah penyakit virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf. Pada kondisi panyakit yang bertambah parah, bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kelumpuhan, dan pada sebagian kasus menyebabkan kematian.
Penyakit polio disebabkan oleh virus yang umumnya masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja dan virus polio. Sama halnya seperti cacar, polio hanya menjangkiti manusia. Dalam tubuh manusia, virus polio menjangkiti tenggorokan dan usus. Selain melalui kotoran, virus polio juga bisa menyebar melalui tetesan cairan yang keluar saat penderitanya batuk atau bersin.
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!