Saturday , August 29 2026
Beranda / Featured / Presiden Jokowi Lantik Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI
deras.co.id
DISUMPAH: Calon Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono disumpah saat acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/12). Presiden Joko Widodo melantik Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa. 

Presiden Jokowi Lantik Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI

DERAS.CO.ID – Jakarta – Laksamana Yudo Margono resmi menjadi Panglima TNI. Laksamana Yudo Margono dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.

Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (19/12). Pelantikan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pelantikan Laksamana Yudo Margono diawali pembacaan keputusan presiden tentang pemberhentian dan pengangkatan Panglima TNI. Jokowi kemudian memimpin pembacaan sumpah jabatan.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” demikian petikan sumpah yang dibacakan Laksamana Yudo Margono.

Hadir dalam pelantikan ini Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri hingga Ketua DPR Puan Maharani. Hadir juga mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo.

Jokowi menyematkan tanda pangkat dan jabatan Panglima TNI kepada Laksamana Yudo Margono usai resmi dilantik. Jokowi juga menyerahkan tongkat komando Panglima TNI kepada Yudo.

Dengan pelantikan ini, Jenderal Andika Perkasa resmi diberhentikan dengan hormat.

“Memberhentikan dengan hormat Jenderal TNI Andika Perkasa dari jabatannya sebagai Panglima TNI disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya yang telah disumbangkan kepada bangsa dan negara Republik Indonesia selama memangku jabatan tersebut,” tutur Sekretaris Militer Laksda TNI Hersan membacakan keppres tersebut.

Jaga Kedaulatan-Netralitas TNI

Jokowi menyampaikan sejumlah pesan kepada Yudo. Apa saja?

“Saya sudah pesankan kepadanya untuk pertama menjaga kedaulatan NKRI,” ujar Jokowi .

Kedua, Jokowi meminta Yudo untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Yudo juga diminta Jokowi meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada TNI.

“Kedua menjaga persatuan dan kesatuan kita. Kemudian juga, menjaga mempertahankan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada TNI yang sekarang sudah paling tinggi, kepercayaan ini harus dijaga terus dengan profesionalisme di tubuh TNI yang terus harus ditingkatkan,” papar dia.

Jokowi juga menitip pesan kepada Yudo berkaitan dengan tahun politik atau Pemilu 2024. Jokowi meminta Yudo selalu menjaga netralitas TNI dan menjauhi politik praktis.

“Agar menjaga netralitas TNI agar tidak ketarik-tarik ke dalam politik praktis yang penting, karena dan pentingnya sinergi TNI dan Polri dalam menjaga kondusifitas Negara kita, karena penting stabilitas politik, stabilitas keamanan penting dalam rangka pembangunan Negara, pembangunan ekonomi kita, dalam situasi yang tidak pasti karena ketidakpastian global,” tutur Jokowi.

Harus Tegas

Jokowi juga memberikan arahan khusus kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono terkait dengan Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Jokowi meminta Yudo untuk tegas kepada KKB.

Jokowi mulanya menyampaikan bahwa pendekatan humanis dan pengurangan prajurit TNI di Papua memang baik. Namun, dia juga mengingatkan agar Yudo tegas kepada KKB lantaran aksi brutal yang kerap mereka lakukan.

“Saya kira baik pendekatan humanis baik, pengurangan prajurit TNI di Papua itu baik, tetapi harus tegas di sana KKB selalu berbuat seperti itu ya tidak akan selesai-selesai masalahnya,” kata Jokowi.

Pengganti Yudo Margono

Kursi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) kosong setelah ditinggalkan Laksamana Yudo Margono yang dilantik menjadi Panglima TNI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengaku sudah mengantongi nama calon KSAL yang baru.

“Secepatnya, sudah, sudah (ada nama calon KSAL),” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, calon KSAL berasal dari bintang tiga di matra laut. Namun, dia enggan membeberkan nama calon KSAL yang sudah dipilihnya.

“Calonnya yang jelas bukan dari bintang satu, bukan dari bintang dua, tetapi dari bintang tiga,” ujarnya.

Jokowi pun memastikan pelantikan akan segera dilaksanakan. “Nanti kalau sudah nanti akan akan segera dilantik,” kata Jokowi.

Pertama di Era Jokowi

Laksamana Yudo Margono menjadi perwira tinggi TNI AL pertama yang mengisi pucuk pimpinan TNI di era pemerintahan Jokowi.

Berdasarkan catatan detikcom, Senin (19/12), perwira tinggi TNI AL terakhir yang menjadi Panglima TNI adalah Laksamana (Purn) Agus Suhartono. Dia dilantik di era kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah itu, tampuk kepemimpinan TNI kembali beralih ke TNI AD, yaitu Jenderal (Purn) Moeldoko. Moeldoko menjabat di dua era pemerintahan, yaitu era SBY dan Jokowi pada periode 2013-2015.

Pada pertengahan 2015, Jokowi melantik Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI. Gatot sebelumnya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (AD).

Selanjutnya, Jokowi melantik Panglima TNI dari TNI AU, yaitu Marsekal (Purn) TNI Hadi Tjahjanto. Hadi menjabat pada periode 2017-2021.

Setelah itu, kursi Panglima TNI kembali ke TNI AD. Jokowi melantik Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI pada penghujung akhir 2021.

Kini, seusai Jenderal Andika, pucuk kepemimpinan TNI kembali diisi TNI AL. Laksamana Yudo Margono menjadi perwira tinggi TNI AL pertama yang menjabat Panglima TNI di era Jokowi.

 

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

Bobby Nasution Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi Naik Kelas ke Bursa Efek

DERAS.CO.ID – MEDAN — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong Bank Sumut …