DERAS.CO.ID – Rantauprapat – Dinilai tidak ada aksi memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Labuhanbatu, para ulama bersama masyarakat berunjuk rasa di depan Mapolres, Jalan MH Thamrin Rantauprapat.
Para ulama meminta Kapolres Labuhanbatu, AKBP James H Hutajulu dan Kasat Reserse Narkoba, AKP Roberto Sianturi bertindak tegas terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba untuk menyelamatkan generasi muda dan masyarakat Labuhanbatu.
Dalam aksi damai di depan Mapolres Labuhanbatu, Rabu (25/1), para ulama beserta masyarakat menyuarakan maraknya dan bebasnya peredaran gelap narkoba di Kabupaten Labuhanbatu yang kian meresahkan dan mengkhawatirkan.
Aksi damai yang dipimpin langsung Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu, H Abdul Hamid Zaid, para ulama beserta masyarakat menyuarakan maraknya peredaran gelap narkoba di Kabupaten Labuhanbatu telah meresahkan.
“Narkoba di Labuhanbatu saat ini sudah sangat meresahkan,” ungkap Ketua MUI Labuhanbatu, Abdul Hamid Zaid.
Ketua MUI meminta Kapolres lebih serius dan tegas memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polres Labuhanbatu, khususnya di Kabupaten Labuhanbatu.
Menurutnya, situasi narkoba saat ini sudah sangat darurat. Peredaran narkoba kian menjadi-jadi, dengan terang-terangan tanpa ada rasa takut dan seolah-olah kebal hukum.
“Semua dapat kita lihat dengan jelas bebasnya penggunaan dan transaksi narkoba seperti di gang-gang jalan. Peredaran narkoba di Kampung Baru Rantauprapat yang lokasinya tidak jauh dari Kantor Lurah Kartini Kecamatan Rantau Utara kian meresahkan dan tidak tersentuh hukum,” ungkap H Abdul Hamid Zaid.
“Dengan kondisi seperti itu kami menyatakan Labuhanbatu sudah darurat narkoba. Maka kami meminta Kapolres Labuhanbatu segera mengambil tindakan serius untuk memberantas peredaran narkoba, karena kami menganggap Labuhanbatu sudah darurat narkoba,” jelasnya.
Menyahuti aksi para ulama, Wakapolres Kompol Hermansyah menemui pengunjukrasa. Katanya, Kapolres Labuhanbatu AKBP James Hasudungan Hutajulu yang tidak bisa hadir menemui peserta aksi, sangat mendukung tujuan aksi damai ini untuk penegakan hukum dan pemberantasan narkoba.
“Semua yang telah disampaikan peserta aksi akan segera ditindaklanjuti,” kata Wakapolres.
Aksi damai para ulama itu ditutup dengan doa dipimpin Ketua MUI Labuhanbatu. Mereka mendoakan agar masyarakat Indonesia, khususnya warga Labuhanbatu dijauhkan dara marabahaya dan tidak terjerumus peredaran gelap narkoba yang merajalela sehingga hidup damai sejahtera.
Sumber: hariansib.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!