Friday , April 24 2026
Beranda / Featured / Militer AS-Inggris Bombardir Houthi, 5 Tewas
deras.co.id
JET TEMPUR: Jet tempur militer Amerika Serikat (AS) berangkat dari satu kapal induk untuk melancarkan serangan udara ke sejumlah target Houthi di Yaman, Kamis (11/1) malam waktu setempat.

Militer AS-Inggris Bombardir Houthi, 5 Tewas

DERAS.CO.ID – Washington DC – Militer Amerika Serikat (AS) bersama sekutunya, Inggris, melancarkan serangan terhadap lebih dari selusin target Houthi di dalam wilayah Yaman pada Kamis (11/1) malam waktu setempat. Ini menjadi respons pertama AS atas rentetan serangan yang didalangi Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (12/1), seorang pejabat AS, yang enggan disebut namanya. mengungkapkan bahwa jet-jet tempur, sejumlah kapal perang, dan satu kapal selam melancarkan serangan balasan (membordir) lebih dari selusin target Houthi di wilayah Yaman. Tidak ada serangan drone yang dilancarkan.

5 TEWAS

Sementara itu, Juru bicara militer Houthi mengatakan bahwa serangan itu menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai enam orang lainnya.

“Serangan tersebut menyebabkan kematian lima orang martir dan melukai enam orang lainnya dari angkatan bersenjata kami,” tulis juru bicara militer Houthi Yahya Saree di X (Twitter). Dia pun mengancam tidak akan membiarkan begitu saja tindakan AS dan Inggris tersebut.

“Amerika dan Inggris memikul tanggung jawab penuh atas agresi kriminalnya terhadap rakyat Yaman, dan hal ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan tidak dihukum,” kata Saree, dilansir Al Arabiya, Jumat (12/1).

Dia menyebut, ada 73 serangan yang menghantam lima wilayah Yaman yang berada di bawah kendali Houthi. Dia tidak merinci apa yang menjadi sasaran serangan militer AS dan Inggris tersebut.

AS dan Inggris mengumumkan serangan militer, dengan pesawat tempur, kapal perang dan kapal selam, terhadap lebih dari selusin target Houthi di Yaman pada Kamis (11/1) malam waktu setempat. Serangan itu disebut sebagai balasan atas rentetan serangan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Menteri Pertahanan (Menhan) Lloyd Austin, yang masih dirawat di rumah sakit usai didiagnosis kanker prostat menyebut, serangan AS dan Inggris itu bertujuan untuk “mengganggu dan melemahkan” kemampuan Houthi dalam menargetkan jalur pelayaran internasional.

Austin mengatakan bahwa serangan itu menargetkan lokasi-lokasi terkait kemampuan serangan drone, rudal balistik dan rudal jelajah Houthi, juga terkait kemampuan radar pesisir dan pengawasan udara kelompok yang didukung oleh Iran itu. “Amerika Serikat mempertahankan haknya untuk membela diri dan, jika perlu, kami akan mengambil tindakan lebih lanjut untuk melindungi pasukan AS,” tegas Austin dalam pernyataannya.

Presiden AS Joe Biden menegaskan,serangan itu bersifat “defensif”. Biden juga memperingatkan adanya tindakan lebih lanjut jika Houthi, yang didukung Iran, terus menyerang kapal-kapal di Laut Merah.

Serangan itu dilakukan setelah Houthi yang didukung Iran, beberapa kali melancarkan serangan drone dan rudal terhadap kapal-kapal yang disebut terkait Israel di Laut Merah. Houthi menegaskan bahwa serangannya di Laut Merah itu menjadi respons atas serangan militer Israel di Jalur Gaza dan merupakan bentuk dukungan untuk warga Palestina.

Biden memuji respons sekutu terhadap serangan Houthi yang ‘sembrono’

Presiden AS Joe Biden mengatakan serangan tersebut mewakili respons sekutu yang “bersatu dan tegas” terhadap serangan Houthi terhadap kapal internasional dan bahwa AS “tidak akan ragu untuk mengarahkan tindakan lebih lanjut” terhadap kelompok militan tersebut.

“Respons komunitas internasional terhadap serangan-serangan sembrono ini telah bersatu dan tegas,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dirilis Gedung Putih.

Biden mengatakan serangan AS dan Inggris dilakukan dengan dukungan dari Australia, Bahrain, Kanada, dan Belanda.

Dalam pernyataan terpisah, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak juga membenarkan serangan tersebut, dengan mengatakan Inggris mengambil “tindakan terbatas, perlu dan proporsional untuk membela diri” untuk “menurunkan kemampuan militer Houthi dan melindungi pelayaran global.”

Serangan balasan

Sementara itu, pemimpin Houthi Abdel Malek al-Houthi bersumpah akan melakukan serangan balasan dengan menggunakan puluhan drone.

“Respon dari serangan Amerika bukan hanya di level operasi yang baru-baru ini dilakukan dengan lebih dari 24 drone dan beberapa rudal,” paparnya. “Ini akan lebih besar dari itu.”

“Kami akan menghadapi agresi Amerika,” katanya.

Wakil Menteri Luar Negeri Houthi Hussein Al Ezzi mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting oleh stasiun televisi pemberontak Al Masirah bahwa AS dan Inggris akan membayar “harga yang mahal” atas serangan tersebut.

“Negara kami menjadi sasaran serangan agresif besar-besaran yang dilakukan oleh kapal, kapal selam, dan pesawat tempur Amerika dan Inggris,” katanya.

“Amerika dan Inggris harus bersiap membayar harga yang mahal dan menanggung semua konsekuensi mengerikan dari agresi terang-terangan ini.”

Serangan Houthi

Pemberontak Houthi, dalam beberapa pekan terakhir, melancarkan sejumlah serangan terhadap kapal internasional di Laut Merah sebagai reaksi terhadap operasi militer Israel di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Rute melalui Terusan Suez menyumbang sekitar 15% lalu lintas pelayaran dunia.

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

Bobby Nasution Dorong Perempuan Seimbangkan Peran Rumah Tangga dan Ruang Publik

DERAS.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya keselarasan …