Tuesday , May 5 2026
Beranda / Berita / UMKM Sekarwangi Dorong Inovasi Produk Lokal dengan Strategi Multidisiplin
deras.co.id
Kolaborasi multidisiplin untuk menguatkan UMKM paguyuban Sekarwangi Pudakpayung (12/08)

UMKM Sekarwangi Dorong Inovasi Produk Lokal dengan Strategi Multidisiplin

Semarang – Peran UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) sangat penting bagi perekonomian masyarakat. Namun, banyak pelaku usaha kecil masih terkendala dalam hal pemasaran, pengelolaan keuangan hingga pemanfaatan teknologi digital. Menjawab tantangan ini, mahasiswa KKN-T 98 Universitas Diponegoro hadir dengan pendekatan kolaborasi multidisiplin untuk memperkuat UMKM yang tergabung dalam Paguyuban Sekarwangi, Kelurahan Pudakpayung.

Pendekatan Multidisiplin sebagai Strategi

masalah UMKM biasanya tidak bisa diselesaikan dari satu bidang saja. Karena itu, mahasiswa UNDIP mencoba menghadirkan solusi yang memadukan beragam disiplin ilmu mulai dari ekonomi, komunikasi, psikologi, hingga teknologi informasi. Tujuannya, agar UMKM tidak hanya berkembang dari sisi teknis usaha, tetapi juga mendapatkan dukungan dalam hal kepemimpinan, kerja sama komunitas, dan daya tahan menghadapi tekanan ekonomi.

Potensi dan Tantangan Paguyuban Sekarwangi

Paguyuban Sekarwangi memiliki banyak anggota pelaku UMKM dengan produk yang beragam. Meski demikian, mereka masih menghadapi hambatan klasik seperti keterbatasan modal, minimnya strategi branding, serta keterampilan digital yang belum merata. Melalui kegiatan KKNT, mahasiswa berusaha membantu dengan cara memberikan pelatihan komunikasi, kepemimpinan, serta pendampingan emosional agar UMKM lebih siap bersaing.

Wujud Program KKN-T 98 Universitas Diponegoro

Beberapa program yang dijalankan di antaranya:

– Pelatihan branding dan pemasaran digital untuk memperluas akses pasar.

– Workshop komunikasi dan kepemimpinan guna memperkuat solidaritas komunitas.

– Edukasi pengelolaan keuangan keluarga dan usaha, agar pelaku UMKM lebih bijak dalam mengatur pendapatan.

– Pendampingan psikososial untuk mengurangi tekanan dan stres yang kerap dialami pelaku usaha.

Dengan pendekatan tersebut, pemberdayaan tidak hanya fokus pada sisi bisnis, tetapi juga menyentuh aspek mental dan sosial pelaku UMKM.

Harapan dan Dampak ke Depan

Program kolaborasi multidisiplin yang diterapkan mahasiswa KKNT Tim 98 UNDIP ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi komunitas UMKM di daerah lain. Dengan mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat jejaring antaranggota, serta menggabungkan berbagai disiplin ilmu, UMKM bisa berkembang lebih mandiri, tangguh, dan berdaya saing. (Tria Dela)

Baca Juga

deras.co.id

Terkait Anggaran dan Administrasi Gebyar Pajak 2026 Sumut, Ini Kata Kepala Bapenda

DERAS.CO.ID – MEDAN – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) …