Fahmi Aulianda Silalahi, siswa kelas XI A yang juga ketua OSIS SMA YPSA, terima piagam penghargaan yang tertandatangani di Jakarta 23 November 2015 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan yang telah menuntaskan kegiatan “Kawah Kepemimpinan Pelajar” dan diikuti oleh pengurus OSIS terpilih dari seluruh Indonesia pada tanggal 17 s.d. 22 November 2015 yang lalu.
Fahmi saat ditemui oleh shafiyyatul.com mengatakan “saya sangat beruntung dan berterima kasih kepada pihak sekolah yang memfasilitasi atas kegiatan ini. Semoga kedepannya setelah mengikuti kegiatan ini, saya menjadi lebih baik dan dapat menjadi pemimpin ke depannya”.
“Semoga adik-adik kelas SMA YPSA yang menjadi pengurus OSIS tahun depan dapat mengikuti kegiatan serupa” akhirinya.

Sebelumnya diketahui bahwa sebanyak 1.175 pelajar dari seluruh Indonesia mengikuti Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada 17-22 November 2015.
“Mereka diharapkan dapat menjadi bibit pemimpin di masa yang akan datang,” ujar Mendikbud Anies Baswedan, di Jakarta, Rabu.
Pelaksanaan KKP diselenggarakan di tiga tempat yakni Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kemendikbud Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada sebuah hotel di Cisarua Bogor, dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Kemendikbud.
KKP merupakan program penggemblengan kepemimpinan pelajar secara nasional, untuk membekali para pemimpin muda dan mengembangkan potensi kepemimpinannya bagi masa depan.
Sebanyak 1.175 siswa akan mengikuti KKP, yang berasal dari 513 pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari jenjang pendidikan SMP, SMA, SMK, dan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) di enam provinsi.
“Para peserta merupakan para siswa berprestasi dan berpotensi kepemimpinan, yang dipilih dari kabupaten/kota,” jelas Mendikbud.
Anies Baswedan menjelaskan penting bagi sekolah untuk menumbuhkan potensi masing-masing kepemimpinan generai muda. Sehingga pendidikan bukan hanya menghasilkan anak-anak berprestasi di ruang kelas, tapi juga memunculkan anak-anak yang menjadi pemimpin, dan mendorong kemajuan di lingkungannya.
Terdapat tiga hal utama yang dibina, yaitu menanamkan pandangan dasar kepemimpinan. Karakter yang dibina meliputi mengenal diri, fokus pada potensi, bukan pada kelemahan, melayani dan bukan dilayani, berorientasi keberlanjutan, bukan jangka pendek, nasionalisme dengan berwawasan global, menghayati keberagaman, toleransi, dan religiusitas.
Kedua, menguatkan mentalitas dasar pemimpin dengan cakupan integritas, disiplin, mandiri, demokratis, kreatif, solutif, dan kemauan belajar tinggi.
Ketiga, melengkapi pengetahuan dan kecakapan pemimpin masa kini yang terdiri atas kemampuan komunikasi lintas usia dan lintas area, kemampuan manajerial, organisasi dan pengambilan keputusan, dan sebagainya.
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!